Queensha.id – Edukasi Kesehatan,
Pekerjaan menyemprot atau mengecat kayu menjadi salah satu profesi yang banyak dijumpai di industri mebel, termasuk di Kabupaten Jepara yang dikenal sebagai kota ukir dan sentra mebel nasional.
Di balik hasil finishing kayu yang indah, terdapat ancaman kesehatan yang sering diabaikan, yakni paparan asap dan uap cat yang mengandung berbagai bahan kimia berbahaya. Bau menyengat yang muncul saat proses pengecatan bukan sekadar mengganggu penciuman, tetapi juga dapat berdampak serius bagi kesehatan jika terhirup terus-menerus.
Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
Menurut berbagai referensi kesehatan kerja, cat kayu, thinner, dan bahan pelapis umumnya mengandung Volatile Organic Compounds (VOC), seperti toluena, xilena, benzena, formaldehida, hingga senyawa kimia lainnya yang mudah menguap ke udara.
Saat proses penyemprotan menggunakan spray gun, partikel-partikel halus tersebut melayang di udara dan sangat mudah masuk ke saluran pernapasan.
Semakin lama seseorang bekerja tanpa alat pelindung diri, semakin besar pula jumlah zat kimia yang terhirup ke dalam tubuh.
Dampaknya bagi Paru-paru
Pakar kesehatan menjelaskan bahwa paparan uap cat dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, di antaranya:
- Iritasi hidung, tenggorokan, dan mata.
- Batuk berkepanjangan.
- Sesak napas.
- Penurunan fungsi paru-paru.
- Asma akibat pekerjaan.
- Bronkitis kronis.
- Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa paparan benzena dan senyawa kimia tertentu dalam cat dapat meningkatkan risiko kanker apabila terpapar dalam waktu lama dan tanpa perlindungan yang memadai.
Tidak Hanya Paru-paru
Paparan uap cat juga dapat memengaruhi organ lain.
Beberapa pekerja mengeluhkan pusing, mual, sakit kepala, mengantuk, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan keseimbangan setelah bekerja di ruang pengecatan dengan ventilasi yang buruk.
Dalam jangka panjang, bahan kimia tertentu juga dapat memengaruhi fungsi hati, ginjal, serta sistem saraf.
Pakar Kesehatan: Gunakan APD dan Ventilasi yang Baik
Pakar kesehatan kerja menegaskan bahwa risiko tersebut sebenarnya dapat ditekan apabila pekerja menerapkan prosedur keselamatan kerja.
Penggunaan masker respirator khusus, bukan sekadar masker kain atau masker bedah, sangat dianjurkan untuk menyaring partikel dan uap kimia.
Selain itu, ruang pengecatan harus memiliki ventilasi atau sistem pembuangan udara (exhaust) yang baik agar konsentrasi uap cat tidak menumpuk di dalam ruangan.
Pekerja juga disarankan menggunakan kacamata pelindung, sarung tangan, pakaian kerja khusus, serta mencuci tangan dan mengganti pakaian setelah selesai bekerja.
Pemeriksaan Kesehatan Berkala
Dokter spesialis kesehatan kerja juga menyarankan pekerja industri pengecatan menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Pemeriksaan fungsi paru-paru (spirometri), evaluasi saluran pernapasan, serta pemeriksaan kesehatan umum dapat membantu mendeteksi gangguan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Jangan Anggap Sepele Bau Cat
Banyak pekerja menganggap bau cat merupakan hal yang biasa karena sudah terbiasa menghirupnya setiap hari.
Padahal, tubuh tidak selalu memberikan tanda secara langsung. Kerusakan paru-paru maupun organ lainnya dapat terjadi secara perlahan dan baru disadari setelah bertahun-tahun bekerja.
Karena itu, penggunaan alat pelindung diri, menjaga sirkulasi udara, serta membatasi paparan bahan kimia menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan para pekerja.
Dengan meningkatnya kesadaran akan keselamatan kerja, diharapkan para pekerja pengecatan kayu, pemilik usaha mebel, maupun industri finishing dapat lebih memperhatikan aspek kesehatan agar produktivitas tetap terjaga tanpa mengorbankan keselamatan pekerja.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan