Queensha.id – Jepara,
Peredaran dan konsumsi minuman keras oplosan kembali menjadi perhatian masyarakat. Dari informasi yang diterima awak media, praktik pembuatan minuman oplosan diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun dan sering dilakukan oleh sebagian kelompok anak muda menjelang acara hiburan seperti orkes dangdut maupun kegiatan yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang.
Minuman oplosan tersebut diduga tidak hanya mencampurkan minuman beralkohol dengan bahan lain, tetapi juga dicampur dengan berbagai zat seperti obat batuk, minuman energi, hingga bahan lain yang tidak seharusnya dikonsumsi bersama alkohol.
Campuran tersebut dipercaya sebagian orang dapat memberikan efek mabuk lebih cepat atau sensasi tertentu. Namun, anggapan tersebut sangat berbahaya karena tubuh manusia memiliki batas kemampuan dalam menerima zat kimia.
Pertanyaannya, apakah mereka tidak takut terhadap risiko kesehatan yang dapat mengancam nyawa?
Banyak kasus di berbagai daerah menunjukkan bahwa konsumsi minuman keras oplosan dapat menyebabkan keracunan berat bahkan kematian. Hal itu terjadi karena komposisi campuran, kadar alkohol, serta bahan tambahan yang digunakan sering kali tidak diketahui secara pasti.
Ironisnya, sebagian orang yang melakukan hal tersebut sebenarnya memiliki pendidikan dan pekerjaan yang cukup baik. Mereka mampu mendapatkan penghasilan, menjalani aktivitas rutin, namun masih mengambil risiko besar hanya demi kesenangan sesaat atau pengakuan dari lingkungan pergaulan.
Apakah mabuk-mabukan harus menjadi cara seseorang menunjukkan keberanian, harga diri, atau jati diri?
10 Risiko Kesehatan Akibat Minuman Keras Oplosan
1. Keracunan Alkohol
Konsumsi alkohol dalam jumlah tidak terukur dapat menyebabkan keracunan. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi otak hingga mengancam keselamatan jiwa.
2. Kerusakan Organ Hati
Alkohol yang dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan hati, seperti perlemakan hati hingga penyakit hati kronis.
3. Gangguan Fungsi Otak
Alkohol dapat memengaruhi sistem saraf dan kemampuan seseorang dalam berpikir, mengingat, serta mengambil keputusan.
4. Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah
Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan tekanan darah dan masalah kesehatan jantung.
5. Gangguan Lambung dan Pencernaan
Campuran alkohol dengan zat lain dapat memperburuk iritasi lambung dan menyebabkan gangguan pencernaan.
6. Risiko Kematian Akibat Bahan Berbahaya
Minuman oplosan memiliki risiko tinggi karena campuran yang digunakan tidak memiliki standar keamanan. Beberapa zat dapat menyebabkan kerusakan organ vital.
7. Gangguan Mental dan Emosional
Konsumsi alkohol dapat memengaruhi suasana hati, meningkatkan emosi tidak stabil, hingga memperburuk masalah psikologis.
8. Menurunkan Kesadaran dan Risiko Kecelakaan
Orang yang berada dalam kondisi mabuk lebih berisiko mengalami kecelakaan lalu lintas maupun tindakan berbahaya lainnya.
9. Menimbulkan Ketergantungan
Kebiasaan mengonsumsi alkohol dapat berkembang menjadi ketergantungan yang sulit dihentikan.
10. Menghancurkan Masa Depan
Dampak miras oplosan bukan hanya pada kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi keluarga, pekerjaan, pendidikan, dan kehidupan sosial seseorang.
Pengamat Sosial Jepara Soroti Fenomena Miras Oplosan
Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, mengatakan fenomena minuman keras oplosan perlu menjadi perhatian bersama karena berkaitan dengan pola pergaulan dan cara berpikir generasi muda.
Menurutnya, seseorang harus memahami bahwa keberanian bukan diukur dari kemampuan mengonsumsi minuman keras, melainkan dari kemampuan menjaga diri dan bertanggung jawab terhadap masa depan.
“Anak muda harus memiliki cara pandang bahwa menjaga kesehatan dan keselamatan jauh lebih penting daripada mencari pengakuan dari lingkungan. Jangan sampai hanya ingin dianggap hebat, tetapi justru mempertaruhkan nyawa sendiri,” ujar Purnomo, Selasa (6/10/2026).
Ia juga menilai keluarga, lingkungan masyarakat, serta pemerintah perlu bersama-sama memberikan edukasi agar generasi muda memahami bahaya minuman keras oplosan.
Sebab, masa muda seharusnya digunakan untuk membangun masa depan, meningkatkan kemampuan, bekerja, berkarya, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Nyawa manusia tidak memiliki cadangan. Jangan pertaruhkan masa depan hanya demi kesenangan sesaat.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan