Queensha.id – Jepara,
Komitmen memperbaiki keselamatan lalu lintas langsung ditunjukkan Kasatlantas Polres Jepara, AKP Royke Noldy Darean. Baru tiga hari bertugas, ia langsung mengajak insan pers untuk bersinergi menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, dan beretika.
Ajakan tersebut disampaikan dalam silaturahmi bersama para jurnalis yang dipimpin Edi Prasadja atau yang akrab disapa Bang Jhon, di RM H. Ismun Potroyudan, kabupaten Jepara pada Jumat (1/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Royke menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, media, dan masyarakat dalam menekan angka kecelakaan yang masih menjadi persoalan serius di jalan raya.
Petakan Titik Rawan, Bukan Sekadar Razia
Royke menyebut, langkah awal yang akan dilakukan adalah memetakan titik rawan kecelakaan berdasarkan data dari Unit Gakkum. Analisis ini dinilai penting untuk mengetahui penyebab utama kecelakaan, apakah karena faktor manusia atau kondisi infrastruktur.
“Apakah karena kecepatan pengendara atau kondisi jalan seperti berlubang. Kalau perlu rambu tambahan, kami akan koordinasi dengan dinas perhubungan,” ujarnya, Jum’at (1/5).
Pendekatan berbasis data ini diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret, bukan sekadar penindakan di lapangan.
Belajar dari Kudus: Faktor Manusia Dominan
Berkaca dari pengalamannya saat bertugas di Kudus, Royke mengungkapkan bahwa faktor utama kecelakaan justru berasal dari perilaku pengendara.
Kecepatan tinggi dan rendahnya kesadaran berlalu lintas menjadi pemicu dominan, bukan semata kondisi jalan. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan pita kejut di titik rawan.
“Nyawa itu nomor satu. Kita harus tekan fatalitas kecelakaan dengan meningkatkan kesadaran dan etika berkendara,” tegasnya.
Peran Pers Jadi Kunci Edukasi Publik
Dalam kesempatan tersebut, Royke juga menekankan peran strategis media dalam mengedukasi masyarakat. Ia berharap insan pers tidak hanya memberitakan kejadian, tetapi juga aktif mengampanyekan keselamatan berlalu lintas.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif, terutama dalam membentuk budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Ajakan untuk Berubah dari Diri Sendiri
Di akhir pertemuan, Royke mengajak seluruh masyarakat untuk memulai perubahan dari diri sendiri dan keluarga.
Keselamatan, menurutnya, bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga kesadaran setiap individu sebagai pengguna jalan.
“Mulai dari kita dan keluarga, mari saling menghormati di jalan. Keselamatan itu tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Sejumlah wartawan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Edi Prasadja, Yosep Hidayat, Vico Rahman, Andrian, Petrus Paranto, Once, Susyanto, Eko Mulyantoro, Teguh Yulianto, Ali Achwan, Bunadi, dan Maskuri.
Langkah cepat Kasatlantas baru ini menjadi sinyal kuat bahwa upaya menekan angka kecelakaan di Jepara akan dilakukan secara serius dan terukur.
***
(01 Mei 2026)

Tinggalkan Balasan