Queensha.id – Semarang,

 

Kabar menggembirakan datang dari dunia kesehatan. Dua bayi kembar siam asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, akhirnya berhasil dipisahkan melalui operasi besar yang dilakukan oleh tim medis RSUP Dr Kariadi Semarang.

Kedua balita bernama Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely, yang kini berusia sekitar 1 tahun 6 bulan, telah melewati masa pemulihan dan bersiap kembali ke kampung halamannya di Jepara setelah kondisi kesehatan keduanya dinyatakan stabil.

Saat ditemui di ruang perawatan, Shayna dan Shazia tampak berbaring di tempat tidur masing-masing dengan mengenakan pakaian dan selimut berwarna biru. Keduanya juga membawa boneka hadiah dari Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Akhmadi.

 

Persiapan Operasi Dilakukan Selama Lebih dari Satu Tahun

Ketua Tim Operasi Spesialis Bedah Anak RSUP Dr Kariadi, dr. Agoes Wibisono, menjelaskan bahwa proses pemisahan tidak dilakukan secara terburu-buru. Tim dokter terlebih dahulu menjalankan berbagai tahapan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi organ tubuh kedua bayi.

Salah satu tindakan awal adalah membuat saluran pembuangan feses sementara (kolostomi) pada masing-masing bayi karena saluran pencernaan bagian bawah mereka menyatu.

Selain itu, tim medis juga memasang tissue expander untuk memperluas jaringan kulit sehingga dapat digunakan menutup luka setelah proses pemisahan selesai.

Pemeriksaan lanjutan menggunakan endoskopi juga dilakukan guna memetakan kondisi organ reproduksi dan saluran kemih. Hasilnya menunjukkan kandung kemih kedua bayi menyatu sehingga memerlukan perencanaan operasi yang sangat matang.

 

Operasi Pemisahan Berlangsung Selama 12 Jam

Setelah melalui berbagai persiapan selama lebih dari satu tahun, operasi pemisahan akhirnya dilaksanakan pada 28 Juli 2026.

Proses operasi berlangsung sekitar 12 jam dan melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari dokter bedah anak, dokter urologi, dokter anestesi, dokter bedah plastik, dokter ortopedi, dokter spesialis anak, dokter obstetri dan ginekologi, radiologi, farmasi klinik, hingga ahli gizi.

Menurut dr. Agoes Wibisono, kerja sama tim yang solid menjadi kunci keberhasilan operasi tersebut.

“Ini adalah suatu kerja sama tim yang kompak dan solid sehingga pemisahan dapat dilakukan dengan baik,” ujarnya, dilansir dari Radar Semarang.

Kondisi Organ Menjadi Tantangan Terbesar

Tim dokter mengungkapkan bahwa bagian tubuh yang menyatu tidak hanya kandung kemih, tetapi juga saluran usus, anus, serta sebagian organ genital.

Karena itu, lubang BAB sementara yang telah dibuat sebelum operasi masih dipertahankan agar kedua anak tetap dapat memperoleh nutrisi secara optimal selama proses penyembuhan berlangsung.

Usai operasi, kondisi Shayna dan Shazia dilaporkan stabil. Namun, proses perawatan masih akan berlanjut melalui beberapa tahap rekonstruksi hingga fungsi organ dapat bekerja secara optimal.

 

Pendampingan Dilanjutkan Setelah Pulang ke Jepara

Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Akhmadi, mengatakan kedua bayi telah mendapatkan pendampingan medis sejak masih berada dalam kandungan. Shayna dan Shazia diketahui lahir pada 12 Januari 2025 dan menjalani serangkaian evaluasi sebelum akhirnya diputuskan menjalani operasi pemisahan.

Setelah dinyatakan cukup stabil untuk pulang, RSUP Dr Kariadi juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara serta Puskesmas Nalumsari I agar proses pemantauan kesehatan, rehabilitasi, serta tumbuh kembang kedua anak dapat terus berjalan.

Menurut Agus, keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh tenaga kesehatan, dukungan keluarga, serta doa dari berbagai pihak.

 

Biaya Penanganan Mencapai Rp400 Juta

RSUP Dr Kariadi menyebut estimasi biaya penanganan mencapai sekitar Rp200 juta untuk masing-masing bayi, sehingga total biaya perawatan hingga saat ini berada di kisaran Rp400 juta.

Meski demikian, pihak rumah sakit menegaskan bahwa pelayanan medis tetap menjadi prioritas utama. Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUP Dr Kariadi berkomitmen memberikan penanganan terbaik tanpa mengabaikan keselamatan pasien, termasuk apabila terdapat kendala pembiayaan.

 

Kasus Keempat yang Ditangani RSUP Dr Kariadi

Kasus Shayna dan Shazia menjadi kasus kembar siam keempat yang berhasil ditangani RSUP Dr Kariadi Semarang.

Tim dokter menjelaskan bahwa tidak seluruh kasus kembar siam dapat dipisahkan. Keputusan operasi sangat bergantung pada kondisi organ yang menyatu, tingkat kompleksitas, serta peluang keberhasilan tindakan medis.

Keberhasilan operasi ini menjadi harapan baru bagi keluarga sekaligus menunjukkan kemampuan tenaga medis Indonesia dalam menangani kasus bedah anak dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi.

 

***

Sumber: Radar Semarang.

Penulis: Vico Rahman.