Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Di media sosial beredar klaim bahwa ketika seorang suami berkhianat secara diam-diam, Allah akan menunjukkan tanda-tanda kepada istrinya melalui mimpi, rasa sedih tanpa sebab, kegelisahan, perubahan suasana hati, hingga sering terbangun di tengah malam.

Lalu, benarkah anggapan tersebut menurut ajaran Islam?

 

Islam Tidak Mengajarkan Menuduh Berdasarkan Perasaan

Dalam Islam, perselingkuhan dan pengkhianatan memang termasuk dosa besar. Namun, syariat tidak membenarkan seseorang menuduh pasangannya hanya berdasarkan mimpi, firasat, atau perasaan.

Al-Qur’an mengingatkan agar setiap tuduhan didasarkan pada bukti yang jelas, bukan sekadar dugaan.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, karena sebagian prasangka itu adalah dosa.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Ayat ini menjadi dasar bahwa prasangka tanpa bukti tidak boleh dijadikan landasan untuk menghakimi seseorang.

 

Bagaimana Pandangan Ulama tentang Mimpi?

Para ulama menjelaskan bahwa mimpi dalam Islam terbagi menjadi tiga macam, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW:

  • Mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah.
  • Mimpi yang berasal dari bisikan setan untuk menakut-nakuti manusia.
  • Mimpi yang berasal dari pikiran atau aktivitas sehari-hari.

Karena itu, mimpi tidak dapat dijadikan dalil hukum ataupun bukti bahwa seseorang benar-benar melakukan perselingkuhan.

 

Mengapa Ada Perasaan Gelisah atau Sedih?

Perasaan sedih, gelisah, suasana hati yang berubah, atau terbangun pada malam hari bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti kelelahan, tekanan psikologis, kecemasan, atau kondisi spiritual seseorang.

Sebagian ulama memang menyebut Allah dapat memberikan ilham atau firasat kepada hamba-Nya. Namun, ilham bukanlah dasar untuk menetapkan kesalahan orang lain. Ilham hanya menjadi pengingat agar seseorang lebih banyak berdoa, memperbaiki ibadah, dan berhati-hati dalam mengambil keputusan.

 

Jika Mencurigai Pasangan, Apa yang Harus Dilakukan?

Islam mengajarkan beberapa langkah yang lebih bijaksana, yaitu:

  • Memperbanyak doa dan memohon petunjuk kepada Allah SWT.
  • Berdialog dengan pasangan secara baik dan jujur.
  • Tidak memata-matai tanpa alasan yang dibenarkan.
  • Mencari bukti yang sah apabila memang ada indikasi kuat.
  • Melibatkan keluarga atau tokoh agama apabila masalah semakin serius.

 

Jadi, klaim bahwa Allah pasti memberi tanda perselingkuhan melalui mimpi, rasa sedih, gelisah, mood yang berubah, atau sering terbangun di malam hari tidak memiliki dalil yang secara tegas menyatakan demikian.

Islam mengajarkan agar seorang Muslim tidak mudah mempercayai prasangka tanpa bukti. Apabila muncul firasat atau mimpi tertentu, hendaknya dijadikan sebagai pengingat untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebagai dasar menuduh pasangan telah berkhianat.

Dalam rumah tangga, kejujuran, komunikasi, saling percaya, dan penyelesaian masalah sesuai tuntunan syariat tetap menjadi jalan terbaik untuk menjaga keharmonisan keluarga.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.