Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Kehidupan rumah tangga tidak pernah lepas dari perbedaan pendapat, kesalahpahaman, hingga pertengkaran kecil. Salah satu anggapan yang sering muncul di masyarakat adalah bahwa “istri memang sudah ditakdirkan suka mengomel.”

Lalu, benarkah anggapan tersebut menurut Islam?

Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada dalil Al-Qur’an maupun hadis yang menyatakan seluruh istri ditakdirkan menjadi sosok yang suka mengomel. Mengomel merupakan bagian dari sifat manusia yang bisa dipengaruhi kelelahan, emosi, komunikasi yang buruk, atau persoalan rumah tangga, bukan takdir khusus bagi perempuan. Islam justru mengajarkan agar suami dan istri saling berbuat baik, bersabar, serta menjaga komunikasi.

Di sisi lain, Islam memang memberikan perhatian besar terhadap kewajiban seorang istri untuk menaati suami selama perintah tersebut bukan maksiat. Ketaatan kepada suami bukan berarti tunduk secara mutlak, sebab ketaatan mutlak hanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika suami memerintahkan kemaksiatan, maka istri tidak wajib mematuhinya.

Rasulullah SAW juga menyampaikan kabar gembira bahwa seorang wanita yang menjaga shalat, berpuasa Ramadan, menjaga kehormatan dirinya, dan menaati suaminya dalam perkara yang benar akan dipersilakan masuk surga melalui pintu mana saja yang ia kehendaki.

 

Apakah Istri Nurut kepada Suami Dijamin Masuk Surga?

Jawabannya, tidak cukup hanya sekadar nurut kepada suami.

Hadis-hadis Nabi SAW menyebutkan bahwa seorang wanita memperoleh keutamaan besar apabila ia:

  • Menjaga shalat lima waktu.
  • Berpuasa Ramadan.
  • Menjaga kehormatan diri.
  • Taat kepada suami dalam perkara yang halal.
  • Menjaga akhlak dan keimanan.

Artinya, ketaatan kepada suami merupakan salah satu sebab memperoleh ridha Allah, tetapi tetap harus disertai ibadah dan ketakwaan kepada Allah.

 

10 Larangan bagi Istri terhadap Suami Menurut Islam

1. Menolak kewajiban suami tanpa alasan syar’i

Apabila suami mengajak berhubungan suami istri dan tidak ada uzur syar’i seperti haid, nifas, sakit berat, atau kondisi yang membahayakan, maka istri dianjurkan memenuhi hak suami.

Solusi: Bangun komunikasi yang baik dan saling memahami kondisi masing-masing.

 

2. Keluar rumah tanpa izin apabila melanggar kesepakatan keluarga

Para ulama menjelaskan bahwa istri hendaknya menjaga keharmonisan rumah tangga dan menghormati kepemimpinan suami dalam perkara yang makruf.

Solusi: Biasakan saling memberi kabar dan bermusyawarah.

 

3. Membuka rahasia rumah tangga

Rahasia suami, aib keluarga, dan persoalan ranjang tidak boleh disebarluaskan.

Solusi: Jika memiliki masalah, konsultasikan kepada orang yang amanah atau konselor.

 

4. Mengkhianati amanah suami

Termasuk menyalahgunakan harta, berbohong, atau tidak menjaga kepercayaan.

Solusi: Bangun kejujuran dan saling terbuka dalam urusan keuangan.

 

5. Bersikap kasar dan menghina suami

Ucapan yang merendahkan dapat merusak rumah tangga.

Solusi: Biasakan berbicara lembut dan memilih waktu yang tepat ketika menegur.

 

6. Tidak menjaga kehormatan diri

Islam memerintahkan suami dan istri sama-sama menjaga kehormatan dan kesetiaan.

Solusi: Perkuat iman dan jauhi segala bentuk perselingkuhan.

 

7. Boros terhadap harta keluarga

Menghamburkan uang tanpa kesepakatan dapat memicu konflik.

Solusi: Buat anggaran rumah tangga bersama.

 

8. Mengabaikan pendidikan anak

Mendidik anak merupakan tanggung jawab bersama.

Solusi: Susun pembagian tugas antara ayah dan ibu.

 

9. Selalu membangkang dalam perkara yang baik

Islam mengajarkan musyawarah, bukan permusuhan.

Solusi: Sampaikan pendapat dengan sopan disertai alasan.

 

10. Tidak bersyukur atas kebaikan suami

Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya menghargai pasangan dan tidak mengingkari kebaikannya.

Solusi: Biasakan saling mengucapkan terima kasih, mendoakan, dan menghargai pengorbanan pasangan.

 

Kewajiban Suami Juga Sangat Besar

Islam tidak hanya membebankan kewajiban kepada istri. Suami juga wajib:

  • Memberikan nafkah lahir dan batin.
  • Memperlakukan istri dengan lembut.
  • Tidak melakukan kekerasan.
  • Menjadi teladan dalam ibadah.
  • Bermusyawarah dengan istri.
  • Mendidik keluarga menuju ketakwaan.

Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling baik kepada keluarganya.

 

Jadi, Islam tidak mengajarkan bahwa semua istri “ditakdirkan suka mengomel”. Yang diajarkan adalah suami dan istri harus saling memahami, saling menghormati, dan menjalankan hak serta kewajiban masing-masing.

Ketaatan istri kepada suami merupakan ibadah apabila dilakukan dalam perkara yang halal dan tidak bertentangan dengan syariat. Sebaliknya, suami juga wajib memperlakukan istrinya dengan kasih sayang, keadilan, dan akhlak yang mulia. Dengan saling memenuhi kewajiban, rumah tangga memiliki peluang lebih besar menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah yang diridhai Allah SWT.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.