Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Kepercayaan mengenai santet atau ilmu hitam masih berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Sebagian masyarakat meyakini santet dapat menyebabkan seseorang sakit, mengalami kesialan, bahkan meninggal dunia. Di sisi lain, tidak sedikit yang menganggapnya sebagai mitos atau kepercayaan yang belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

Lantas, bagaimana sebenarnya pandangan Islam mengenai santet?

 

Santet dalam Perspektif Islam

Dalam ajaran Islam, pembahasan mengenai sihir memang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis. Mayoritas ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah sepakat bahwa sihir memiliki hakikat dan keberadaannya diakui dalam syariat, meskipun cara kerjanya termasuk perkara gaib yang tidak selalu dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan modern.

Salah satu dalil yang sering dijadikan rujukan adalah firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 102 yang menjelaskan adanya sihir pada masa Nabi Sulaiman AS, sekaligus menegaskan bahwa sihir menjadi ujian bagi manusia dan tidak boleh dipelajari untuk tujuan keburukan.

Selain itu, Al-Qur’an juga memerintahkan umat Islam untuk berlindung kepada Allah dari kejahatan para penyihir, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Falaq ayat 4.

 

Apakah Santet Sama dengan Sihir?

Dalam literatur Islam, istilah yang digunakan adalah sihir, sedangkan di Indonesia berkembang berbagai sebutan seperti santet, teluh, tenung, maupun guna-guna.

Secara umum, istilah-istilah tersebut merujuk pada praktik yang diyakini menggunakan bantuan jin atau setan untuk mencelakakan orang lain.

Namun, para ulama mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menuduh seseorang menjadi korban santet hanya karena mengalami sakit atau musibah. Sebab, penyakit dapat disebabkan oleh faktor medis maupun sebab-sebab lain yang harus diperiksa terlebih dahulu.

 

Pandangan Ulama Indonesia

Sejumlah ulama Indonesia, termasuk KH. M. Quraish Shihab, menjelaskan bahwa Al-Qur’an mengakui adanya sihir sebagai bagian dari perkara gaib. Akan tetapi, seorang muslim tidak boleh merasa takut secara berlebihan karena segala sesuatu tetap terjadi atas izin Allah SWT.

Sementara itu, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) kerap mengingatkan bahwa benteng utama seorang muslim bukanlah mencari dukun atau paranormal, melainkan memperkuat tauhid, memperbanyak zikir, menjaga salat, membaca Al-Qur’an, dan bertawakal kepada Allah.

Senada dengan itu, Buya Yahya menjelaskan bahwa meminta bantuan kepada dukun atau penyihir untuk mengetahui atau membalas santet merupakan perbuatan yang dilarang dalam Islam apabila melibatkan praktik-praktik syirik atau kerja sama dengan jin.

 

Islam Melarang Praktik Sihir

Mayoritas ulama sepakat bahwa mempelajari, mengamalkan, atau menggunakan sihir untuk mencelakakan orang lain termasuk perbuatan yang diharamkan.

Rasulullah SAW bahkan memasukkan sihir sebagai salah satu dosa besar yang harus dijauhi oleh umat Islam.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjauhi segala bentuk praktik perdukunan yang bertentangan dengan akidah.

 

Cara Melindungi Diri Menurut Islam

Para ulama menyarankan agar seorang muslim memperkuat perlindungan diri dengan cara-cara yang diajarkan syariat, antara lain:

  • Menjaga salat lima waktu.
  • Membaca Ayat Kursi setiap selesai salat dan sebelum tidur.
  • Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas secara rutin.
  • Memperbanyak zikir pagi dan petang.
  • Bertawakal kepada Allah SWT.
  • Menghindari praktik perdukunan dan ramalan.

Langkah-langkah tersebut merupakan bentuk ikhtiar spiritual yang diajarkan dalam Islam tanpa harus bergantung kepada praktik-praktik yang bertentangan dengan ajaran tauhid.

 

Sikap Bijak Menghadapi Dugaan Santet

Para ulama juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mengaitkan setiap penyakit, musibah, atau persoalan hidup dengan santet.

Dalam Islam, seseorang tetap dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan medis apabila mengalami gangguan kesehatan. Bila diperlukan, ikhtiar dapat disertai dengan ruqyah syar’iyyah yang sesuai tuntunan Al-Qur’an dan hadis, bukan melalui praktik-praktik yang mengandung unsur syirik.

 

Islam mengakui adanya sihir sebagai bagian dari perkara gaib sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis. Namun, umat Islam tidak diajarkan untuk hidup dalam ketakutan terhadap santet.

Para ulama menegaskan bahwa kekuatan sihir tidak berada di atas kekuasaan Allah SWT. Oleh karena itu, benteng terbaik bagi seorang muslim adalah menjaga akidah, memperkuat ibadah, memperbanyak doa, serta menghindari segala bentuk praktik perdukunan atau ritual yang bertentangan dengan ajaran Islam.

***

Penulis: Vico Rahman.