Queensha.id – Edukasi Kesehatan,

 

Banyak orang pernah menahan buang air kecil (BAK), baik karena sedang tidur nyenyak, berada dalam perjalanan jauh, rapat, bekerja, hingga sulit menemukan toilet. Sesekali menahan kencing umumnya tidak berbahaya bagi orang yang sehat. Namun, jika dilakukan terlalu sering dan menjadi kebiasaan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran kemih dan kandung kemih.

Dokter spesialis urologi dan pakar kesehatan di Indonesia menjelaskan bahwa kandung kemih memiliki kapasitas tertentu untuk menampung urine. Ketika kandung kemih sudah penuh tetapi terus dipaksa menahan urine dalam waktu lama, otot kandung kemih akan bekerja lebih keras sehingga berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Mengapa Banyak Orang Menahan Kencing?

Beberapa kondisi yang sering dialami masyarakat antara lain:

  • Sedang tidur sangat nyenyak sehingga malas bangun untuk ke kamar mandi.
  • Perjalanan jauh menggunakan mobil, bus, atau kereta dan sulit menemukan toilet.
  • Sedang bekerja, rapat, atau belajar sehingga menunda ke toilet.
  • Antrean toilet yang panjang.
  • Merasa tanggung meninggalkan aktivitas.

Walaupun terlihat sepele, kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering.

1. Meningkatkan Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Menahan urine terlalu lama dapat membuat bakteri memiliki waktu lebih lama berkembang di saluran kemih.

Akibatnya, risiko infeksi saluran kemih dapat meningkat, terutama pada wanita karena saluran kencing yang lebih pendek dibandingkan pria.

Gejala ISK antara lain:

  • Nyeri atau perih saat buang air kecil.
  • Anyang-anyangan.
  • Urine keruh atau berbau menyengat.
  • Demam pada kasus tertentu.

2. Kandung Kemih Menjadi Terlalu Meregang

Kandung kemih dirancang untuk mengembang saat terisi urine.

Jika terlalu sering dipenuhi hingga kapasitas maksimal, otot kandung kemih dapat menjadi terlalu teregang sehingga kemampuannya untuk berkontraksi secara normal bisa berkurang.

Akibatnya, seseorang dapat mengalami kesulitan mengosongkan kandung kemih secara sempurna.

3. Nyeri pada Perut Bagian Bawah

Semakin penuh kandung kemih, tekanan di perut bagian bawah akan meningkat.

Kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, nyeri, hingga kram pada sebagian orang.

4. Gangguan Fungsi Kandung Kemih

Menahan kencing secara berulang dalam jangka panjang dapat memengaruhi fungsi otot kandung kemih.

Sebagian orang menjadi sulit menahan kencing, sementara yang lain justru mengalami kesulitan memulai buang air kecil.

5. Risiko Batu Saluran Kemih

Pada orang yang memiliki faktor risiko tertentu, kebiasaan menahan kencing dapat memperburuk kondisi saluran kemih.

Walaupun bukan penyebab utama batu saluran kemih, urine yang terlalu lama tertahan dapat meningkatkan pengendapan mineral pada kondisi tertentu.

6. Memperberat Gangguan Prostat pada Pria

Pada pria yang sudah mengalami pembesaran prostat, menahan kencing dapat memperparah keluhan.

Gejalanya meliputi:

  • Pancaran urine lemah.
  • Sulit memulai buang air kecil.
  • Rasa tidak lampias setelah buang air kecil.

7. Risiko Retensi Urine

Retensi urine adalah kondisi ketika kandung kemih tidak dapat dikosongkan secara sempurna.

Akibatnya, urine masih tersisa di dalam kandung kemih dan dapat meningkatkan risiko infeksi maupun gangguan lainnya.

 

8. Menimbulkan Anyang-anyangan

Sering menahan kencing juga dapat menyebabkan rasa ingin buang air kecil terus-menerus meski urine yang keluar sedikit.

Kondisi ini sering disebut anyang-anyangan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Bagaimana Jika Menahan Kencing Saat Tidur?

Saat tidur malam, tubuh memang memproduksi lebih sedikit urine karena dipengaruhi hormon antidiuretik.

Jika terbangun karena ingin buang air kecil, sebaiknya segera ke toilet. Menunda karena rasa malas sesekali umumnya tidak berbahaya, tetapi bila menjadi kebiasaan setiap malam dapat memberikan tekanan yang tidak perlu pada kandung kemih.

 

Bagaimana Saat Perjalanan Jauh?

Ketika melakukan perjalanan jauh, usahakan:

  • Buang air kecil sebelum berangkat.
  • Berhenti setiap 2–4 jam bila menggunakan kendaraan pribadi.
  • Manfaatkan rest area atau toilet umum yang bersih.
  • Jangan sengaja mengurangi minum agar tidak ingin buang air kecil karena justru dapat menyebabkan dehidrasi.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Segera periksakan diri apabila mengalami:

  • Nyeri hebat saat buang air kecil.
  • Urine berdarah.
  • Demam disertai nyeri pinggang.
  • Tidak bisa buang air kecil sama sekali.
  • Nyeri hebat pada perut bagian bawah.
  • Keluhan anyang-anyangan yang berlangsung lebih dari dua hari.

Menurut Pakar Kesehatan

Dokter spesialis urologi di Indonesia mengingatkan bahwa menahan buang air kecil sesekali umumnya tidak menimbulkan masalah pada orang sehat. Namun, jika dilakukan berulang kali dan menjadi kebiasaan, risiko gangguan kandung kemih dan infeksi saluran kemih dapat meningkat, terutama pada mereka yang memiliki penyakit saluran kemih, pembesaran prostat, diabetes, atau sedang hamil.

 

Jadi, menahan kencing memang terkadang sulit dihindari, misalnya saat perjalanan jauh atau kondisi darurat. Namun, kebiasaan ini sebaiknya tidak dilakukan secara rutin. Membiasakan diri buang air kecil ketika kandung kemih sudah terasa penuh merupakan salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan saluran kemih dan mencegah berbagai komplikasi di kemudian hari. Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.