Queensha.id – Sejarah Islam,
Belakangan ini media sosial kembali diramaikan dengan beredarnya gambar yang menampilkan daftar 27 tokoh yang disebut sebagai Wali Songo atau para penyebar Islam di Pulau Jawa. Dalam gambar tersebut muncul nama-nama seperti Syekh Siti Jenar, Syekh Jumadil Kubro, Sunan Mantingan, Sunan Katong, Sunan Bayat, Sunan Geseng, hingga Sunan Walilanang.
Narasi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah benar Wali Songo bukan hanya sembilan orang?
Sejumlah sejarawan dan peneliti Islam Nusantara menjelaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dijawab secara sederhana karena terdapat berbagai versi sejarah, tradisi lisan, babad Jawa, hingga manuskrip lokal yang berkembang selama ratusan tahun.
Apa Itu Wali Songo?
Secara umum, Wali Songo merupakan sebutan bagi sembilan ulama yang dikenal memiliki peran besar dalam proses islamisasi Pulau Jawa pada abad ke-15 hingga ke-16.
Sembilan tokoh yang paling dikenal ialah:
- Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)
- Sunan Ampel
- Sunan Bonang
- Sunan Drajat
- Sunan Giri
- Sunan Kudus
- Sunan Kalijaga
- Sunan Muria
- Sunan Gunung Jati
Kesembilan nama tersebut paling konsisten disebut dalam berbagai literatur sejarah Islam Nusantara.
Mengapa Muncul Daftar 27 Tokoh?
Dalam sejumlah babad Jawa, tradisi keluarga ulama, serta cerita tutur masyarakat, terdapat nama-nama lain yang dianggap memiliki jasa besar dalam penyebaran Islam.
Beberapa di antaranya ialah:
- Syekh Siti Jenar
- Syekh Bentong
- Syekh Maulana Ishaq
- Syekh Jumadil Kubro
- Maulana Ahmad Jumadil Qubra II
- Sunan Panggung
- Sunan Bayat (Pandanaran)
- Sunan Geseng
- Sunan Bejagung
- Sunan Mojoagung
- Sunan Mojo
- Sunan Ngudung
- Sunan Prawoto
- Sunan Tembayat
- Sunan Majagung
- Sunan Mantingan
- Sunan Katong
- Sunan Walilanang
Menurut tradisi tersebut, tokoh-tokoh ini merupakan ulama, murid, guru, keturunan, maupun penerus dakwah yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan Islam di Jawa. Namun, tidak semua sumber sejarah menyebut mereka sebagai anggota Wali Songo.
Apakah Anggota Wali Songo Pernah Berganti?
Sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa Wali Songo lebih tepat dipahami sebagai sebuah majelis atau dewan dakwah, bukan daftar sembilan nama yang selalu tetap sepanjang masa.
Ketika seorang wali wafat, posisinya diduga digantikan tokoh lain sehingga susunan anggotanya dapat berubah mengikuti periode sejarah. Pendapat ini muncul dalam sejumlah kajian historiografi Jawa, meskipun tidak semua sejarawan memiliki pandangan yang sama.
Syekh Jumadil Kubro, Tokoh yang Banyak Disebut Sebagai Leluhur Para Wali
Salah satu nama yang paling sering muncul dalam daftar tersebut adalah Syekh Jumadil Kubro.
Dalam berbagai babad dan tradisi Jawa, beliau dikenal sebagai leluhur sejumlah tokoh Wali Songo. Akan tetapi, identitas historis, silsilah, hingga lokasi makamnya masih menjadi bahan perdebatan di kalangan akademisi. Bahkan terdapat beberapa lokasi makam yang sama-sama dikaitkan dengan nama beliau.
Sunan Mantingan dan Jejak Islam di Jepara
Nama Sunan Mantingan juga muncul dalam daftar 27 tokoh tersebut.
Dalam tradisi masyarakat Jepara, Sunan Mantingan sering dikaitkan dengan perkembangan Islam di wilayah Mantingan dan pembangunan kawasan Masjid Mantingan. Namun, penyebutan beliau sebagai bagian dari Wali Songo belum menjadi kesepakatan dalam kajian sejarah akademik sehingga masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Syekh Siti Jenar Masih Menjadi Tokoh Kontroversial
Tokoh lain yang sering diperbincangkan adalah Syekh Siti Jenar.
Dalam berbagai naskah Jawa, beliau dikenal sebagai ulama yang mengajarkan tasawuf dengan konsep manunggaling kawula Gusti. Akan tetapi, kisah hidup, ajaran, bahkan keberadaan historisnya memiliki banyak versi sehingga menjadi salah satu tokoh yang paling banyak diperdebatkan dalam sejarah Islam Nusantara.
Pandangan Ulama Indonesia
Mayoritas ulama Indonesia menilai bahwa perbedaan jumlah wali tidak perlu menjadi sumber perpecahan. Yang lebih penting adalah meneladani perjuangan para ulama dalam menyebarkan Islam dengan ilmu, akhlak, dan pendekatan yang damai.
Tradisi Islam Nusantara juga menempatkan para wali sebagai pendidik masyarakat yang berdakwah melalui budaya, pendidikan, perdagangan, dan keteladanan, sehingga Islam dapat berkembang tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal.
Daftar 27 tokoh yang beredar di media sosial merupakan salah satu versi yang berasal dari tradisi lokal, babad, dan historiografi Jawa. Hingga kini, belum ada kesepakatan ilmiah yang menetapkan bahwa seluruh 27 nama tersebut merupakan anggota Wali Songo.
Dalam kajian sejarah, istilah Wali Songo tetap lebih umum dipahami sebagai sembilan tokoh utama atau sebuah dewan dakwah yang anggotanya bisa berbeda pada periode tertentu. Karena banyak sumber berasal dari tradisi lisan dan naskah yang berbeda-beda, sejumlah aspek sejarahnya masih terus diteliti oleh para ahli.
***
Sumber: BS.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan