Queensha.id – Jepara,
Pemerintah Kabupaten Jepara terus memperkuat pembangunan desa melalui optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta pengembangan potensi unggulan di setiap wilayah. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus utama Bupati Jepara dalam program Ngopi Bareng, sebuah forum komunikasi langsung antara pemerintah daerah dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Melalui program tersebut, Bupati Jepara menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan daerah. Oleh karena itu, pengelolaan APBDes harus dilakukan secara efektif, transparan, dan tepat sasaran agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam berbagai kesempatan dialog bersama kepala desa dan perangkat desa, Bupati Jepara mengingatkan bahwa APBDes bukan sekadar dokumen administrasi keuangan, melainkan instrumen pembangunan yang harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan warga, serta penguatan pelayanan publik.
APBDes Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat
Bupati Jepara menilai masih banyak peluang yang dapat dimaksimalkan melalui pengelolaan APBDes yang terencana dengan baik. Dana desa dan berbagai sumber pendapatan lainnya harus diarahkan pada program-program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain pembangunan infrastruktur desa, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi warga, hingga penguatan ketahanan pangan, ” ujarnya, Rabu (3/6).
Menurutnya, “Setiap rupiah yang dialokasikan dalam APBDes harus mampu menghasilkan dampak nyata dan terukur. Dengan demikian, pembangunan desa tidak hanya terlihat dari sisi fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan, ” imbuhnya.
Program Ngopi Bareng Jadi Sarana Menyerap Aspirasi
Program Ngopi Bareng menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi desa.
Melalui forum yang berlangsung santai namun produktif tersebut, kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, kelompok tani, hingga generasi muda diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi, masukan, serta berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Bupati Jepara menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah desa menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Dengan dialog yang terbuka, berbagai permasalahan dapat segera ditemukan solusinya tanpa harus menunggu terlalu lama.
Selain itu, forum Ngopi Bareng juga dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program pembangunan yang sedang berjalan di desa.
Pengembangan Potensi Desa Jadi Prioritas
Selain membahas optimalisasi APBDes, Bupati Jepara juga mendorong setiap desa untuk lebih serius menggali dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki.
Kabupaten Jepara dikenal memiliki beragam potensi unggulan, mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, kerajinan ukir, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Menurut Bupati, setiap desa memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda. Karena itu, strategi pembangunan tidak bisa disamakan antara satu desa dengan desa lainnya.
Desa yang memiliki potensi wisata misalnya, didorong untuk memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat. Sementara desa dengan potensi pertanian dan perikanan dapat fokus pada peningkatan produktivitas serta pengembangan hilirisasi produk.
Dengan pengelolaan yang tepat, potensi desa diyakini mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Dorong Kemandirian Ekonomi Desa
Pemerintah Kabupaten Jepara juga terus mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi desa.
BUMDes diharapkan tidak hanya menjadi lembaga formal semata, tetapi benar-benar mampu menciptakan peluang usaha, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan pendapatan asli desa.
Bupati menilai bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran yang dimiliki, tetapi juga pada kemampuan desa dalam mengelola potensi ekonomi yang tersedia.
Karena itu, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera.
Transparansi dan Akuntabilitas Tetap Ditekankan
Dalam forum Ngopi Bareng, Bupati Jepara juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan APBDes.
Setiap program yang dibiayai oleh anggaran desa harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun manfaatnya kepada masyarakat.
Pemerintah desa diminta untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan agar pembangunan berjalan efektif dan terhindar dari berbagai potensi penyimpangan.
Dengan pengelolaan anggaran yang baik, masyarakat akan semakin percaya terhadap pemerintah desa dan ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
Komitmen Mewujudkan Desa Maju dan Sejahtera
Melalui program Ngopi Bareng, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap terbangun hubungan yang lebih dekat antara pemerintah dan masyarakat desa.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan desa, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong lahirnya desa-desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Optimalisasi APBDes yang didukung pengembangan potensi lokal diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Jepara secara berkelanjutan.
***
Queensha Jepara, Rabu 3 Juni 2026.

Tinggalkan Balasan