Queensha.id – Bojonegoro,

 

Nama KH Anwar Zahid kian menguat sebagai salah satu dai paling berpengaruh di Indonesia. Dengan gaya ceramah yang khas yang penuh humor, lugas, dan membumi hingga ia disebut-sebut oleh banyak jamaah sebagai “penceramah nomor satu” karena kemampuannya menyentuh hati sekaligus menghibur.

Lahir di Bojonegoro pada 11 Maret 1974, Anwar Zahid dikenal bukan hanya karena popularitasnya di panggung dakwah, tetapi juga kiprahnya dalam dunia pendidikan dan sosial. Ia merupakan pengasuh Pondok Pesantren Sabilun Najah yang berlokasi di Desa Simo, Kecamatan Kanor.

Pesantren yang dirintis sejak 2010 itu berfokus pada pendidikan anak yatim dan dhuafa. Tak hanya memberikan pendidikan formal setingkat MTs dan MA, seluruh kebutuhan santri juga ditanggung oleh pondok merupakan sebuah langkah konkret yang mempertegas komitmennya pada dakwah berbasis aksi.

Dalam setiap ceramahnya, Anwar Zahid dikenal piawai mengemas pesan agama dengan pendekatan sederhana. Ia kerap menggunakan bahasa Jawa yang santai dan penuh guyonan, namun tetap sarat makna. Tak jarang, jamaah dibuat tertawa sebelum akhirnya tersentuh oleh pesan moral yang disampaikan.

Latar belakang pendidikannya ditempa di sejumlah pesantren ternama, termasuk Pondok Pesantren Langitan serta Taklimul Quranil Azim. Bekal tersebut menjadi fondasi kuat dalam membangun karakter dakwahnya yang khas.

Dani Ramadhan asal Jepara, yang merupakan seorang penggemar bahkan menyebut ceramah Anwar Zahid sebagai yang terbaik di Indonesia.

 

“Cara berceramahnya sangat bermutu dan merakyat. Meski pakai bahasa Jawa, tapi kalau bahasa Indonesia juga sangat bisa. Materinya luar biasa cerdas,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Fenomena ini menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan dakwah bukan semata popularitas, melainkan seberapa dalam pesan itu mampu diterima dan mengubah cara pandang masyarakat.

Dengan gaya uniknya, KH Anwar Zahid seolah membuktikan bahwa ceramah yang sederhana justru bisa menjadi yang paling kuat karena lahir dari kedekatan dengan realitas umat.

 

***
(16 April 2026)