Queensha.id – Cerita Novel,
Karya: Hanin_humayrohumayro
Daftar Tokoh
Lily Pramesti (27 tahun)
Tokoh utama. Seorang perempuan sederhana, berhati lembut, pekerja keras, dan berkaki pincang sejak kecil. Bekerja sebagai kasir sekaligus administrasi di toko grosir milik Koh Abeng.
Lita Pramesti (25 tahun)
Adik Lily. Cantik, berpendidikan sarjana, berkarier, dan menjadi anak kesayangan keluarga.
Sri Wahyuni (Mama Sri)
Ibu Lily dan Lita. Bersikap pilih kasih dan selalu mengutamakan Lita.
Bambang Prasetyo (Pak Bambang)
Ayah Lily dan Lita. Pendiam dan jarang ikut campur ketika Lily diperlakukan tidak adil.
Brian Santoso
Bos perusahaan sekaligus tunangan Lita. Pria tampan dan mapan.
Pak Hendra
Sopir pribadi Brian. Duda beranak tiga yang dijodohkan dengan Lily.
Bi Yumi
Asisten rumah tangga keluarga. Sosok yang selalu memberikan kasih sayang dan semangat kepada Lily.
Koh Abeng
Pemilik toko grosir tempat Lily bekerja. Bijaksana, tegas, dan sangat menghargai kejujuran Lily.
Kevin Wijaya
Keponakan Koh Abeng. Pria sederhana, baik hati, yang kemudian jatuh cinta kepada Lily.
Bab 1
Lamaran yang Mengiris Hati
Hari ini adikku, Lita Pramesti, dilamar lelaki tampan dan mapan bernama Brian Santoso. Semua orang memujinya. Mereka ikut merasakan kebahagiaan dan keberuntungan yang seolah tak pernah putus mengalir dalam hidupnya.
Wajarlah Lita cepat mendapatkan jodoh. Dia cantik, menarik, cerdas, dan memiliki karier yang bagus. Sangat berbeda denganku, Lily Pramesti.
Wajahku biasa saja, tubuhku kurus, kaki kiriku pincang, dan pendidikanku hanya sampai SMP. Aku bekerja menjaga toko grosir milik Koh Abeng, pekerjaan yang bahkan tak membutuhkan ijazah tinggi.
Jangankan dilamar, disapa laki-laki saja rasanya mereka enggan. Tak heran hingga usiaku menginjak dua puluh tujuh tahun, belum ada seorang pun yang datang meminangku.
Kadang aku berpikir, benarkah lelaki hanya melihat paras yang indah?
Tempat kerjaku penuh debu. Meski tugasku menghitung uang, ruang kerjaku berada di antara tumpukan barang. Pulang kerja wajahku semakin kusam dan tak pernah terlihat bercahaya.
Sementara itu, Mama Sri tampak begitu bangga kepada Lita. Baginya, biaya kuliah yang dikeluarkan tidak sia-sia karena kini Lita akan menjadi istri pria kaya.
“Lily, nasi di meja prasmanan habis. Ambilkan!” perintah Mama.
Tanpa membantah, aku segera melangkah menuju dapur.
Kaki kiriku memang tidak bisa bergerak secepat orang lain, tetapi Mama tidak pernah peduli. Baginya, semua perintah harus segera kulaksanakan.
Di rumah ini, Lita adalah ratu.
Sedangkan aku hanya dayang yang harus selalu siap memenuhi semua keinginannya.
Sering terlintas di pikiranku, apakah aku anak kandung Mama?
Namun setiap kali pertanyaan itu muncul, aku langsung mengusirnya. Aku tahu aku memang anak mereka. Hanya saja… aku bukan anak yang dibanggakan.
“Nasinya, Li,” ujar Bi Yumi sambil menyerahkan baki.
“Makasih, Bi.”
Bi Yumi menatapku penuh iba.
“Yang sabar, ya, Nak. Insya Allah jodohmu nanti akan datang. Bahkan bisa jadi lebih baik dari yang kamu bayangkan.”
Aku tersenyum tipis.
“Terima kasih doanya, Bi.”
Entah mengapa, hanya ucapan Bi Yumi yang terasa benar-benar tulus.
Saat membawa nasi ke ruang tamu, mataku kembali menangkap kemesraan Lita dan Brian.
Ada rasa iri yang menyelinap di hati.
Mengapa bukan aku yang mendapat kehidupan seperti itu?
Namun sekuat apa pun aku mengeluh, kenyataan tak akan berubah.
“Lily, bikinin jus mangga ya. Lita haus. Sekalian jus jeruk buat Kak Brian!” teriak Lita.
Aku kembali menuju dapur tanpa menjawab.
“Jangan lupa pudingnya juga!”
Aku tetap diam.
Lebih baik menjauh daripada membiarkan hatiku semakin terluka.
GADIS TERHINA JADI NYONYA
Karya: Hanin_humayrohumayro
Daftar Tokoh
Lily Pramesti (27 tahun)
Tokoh utama. Seorang perempuan sederhana, berhati lembut, pekerja keras, dan mengalami kelainan pada kaki sejak kecil. Ia bekerja sebagai kasir sekaligus staf administrasi di toko grosir milik Koh Abeng.
Lita Pramesti (25 tahun)
Adik Lily. Berparas cantik, berpendidikan sarjana, berkarier, dan menjadi anak kesayangan keluarga.
Sri Wahyuni (Mama Sri)
Ibu Lily dan Lita. Bersikap pilih kasih dan selalu mengutamakan Lita.
Bambang Prasetyo (Pak Bambang)
Ayah Lily dan Lita. Pendiam dan cenderung tidak ikut campur ketika Lily diperlakukan tidak adil.
Brian Santoso
Atasan di perusahaan sekaligus tunangan Lita. Pria tampan dan mapan.
Pak Hendra
Sopir pribadi Brian. Duda dengan tiga anak yang dijodohkan dengan Lily.
Bi Yumi
Asisten rumah tangga keluarga. Sosok yang selalu memberikan kasih sayang dan dukungan kepada Lily.
Koh Abeng
Pemilik toko grosir tempat Lily bekerja. Bijaksana, tegas, dan sangat menghargai kejujuran Lily.
Kevin Wijaya
Keponakan Koh Abeng. Pria sederhana dan baik hati yang kemudian jatuh cinta kepada Lily.
Bab 1
Lamaran yang Mengiris Hati
Hari ini adikku, Lita Pramesti, dilamar oleh seorang pria tampan dan mapan bernama Brian Santoso. Seluruh keluarga dan kerabat memberikan ucapan selamat. Mereka turut merasakan kebahagiaan yang seolah tidak pernah putus dalam hidup Lita.
Wajar jika Lita lebih cepat mendapatkan jodoh. Ia cantik, menarik, cerdas, dan memiliki karier yang baik. Sangat berbeda denganku, Lily Pramesti.
Wajahku biasa saja, tubuhku kurus, kaki kiriku pincang, dan pendidikanku hanya sampai SMP. Aku bekerja sebagai penjaga toko grosir milik Koh Abeng, pekerjaan yang bahkan tidak mensyaratkan ijazah tinggi.
Jangankan dilamar, disapa oleh laki-laki saja rasanya jarang terjadi. Tidak heran hingga usiaku menginjak dua puluh tujuh tahun, belum ada seorang pun yang datang meminangku.
Kadang aku bertanya dalam hati, apakah laki-laki hanya memandang paras semata?
Tempat kerjaku penuh debu. Meskipun tugasku menghitung uang, ruang kerjaku berada di antara tumpukan barang. Setiap pulang kerja, wajahku semakin kusam dan lelah.
Sementara itu, Mama Sri tampak sangat bangga kepada Lita. Baginya, biaya kuliah yang telah dikeluarkan tidak sia-sia karena kini Lita akan menikah dengan pria kaya.
“Lily, nasi di meja prasmanan habis. Ambilkan!” perintah Mama.
Tanpa membantah, aku segera melangkah ke dapur.
Kaki kiriku memang tidak secepat orang lain, tetapi Mama tidak pernah mempermasalahkannya. Baginya, semua perintah harus segera dilaksanakan.
Di rumah ini, Lita adalah ratu.
Sedangkan aku hanya pelayan yang harus selalu siap memenuhi semua keinginan mereka.
Sering terlintas di pikiranku, apakah aku benar-benar anak kandung Mama?
Namun setiap kali pertanyaan itu muncul, aku segera menepisnya. Aku tahu aku memang anak mereka, hanya saja aku bukan anak yang dibanggakan.
“Nasinya, Li,” ujar Bi Yumi sambil menyerahkan baki.
“Terima kasih, Bi.”
Bi Yumi menatapku dengan penuh iba.
“Yang sabar ya, Nak. Insya Allah jodohmu akan datang. Bahkan bisa lebih baik dari yang kamu bayangkan.”
Aku tersenyum tipis.
“Terima kasih doanya, Bi.”
Entah mengapa, hanya ucapan Bi Yumi yang terasa tulus di hatiku.
Saat membawa nasi ke ruang tamu, mataku kembali melihat kemesraan Lita dan Brian.
Ada rasa iri yang perlahan menyelinap.
Mengapa bukan aku yang mendapatkan kehidupan seperti itu?
Namun sekuat apa pun aku mengeluh, kenyataan tidak akan berubah.
“Lily, buatkan jus mangga ya. Lita haus.
Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa, hingga suatu malam Mama Sri memanggilku ke ruang tamu.
“Lily, kamu sudah dewasa. Jangan menjadi beban keluarga terus. Pak Hendra, sopirnya Brian, ingin menikah denganmu. Dia orang baik, meskipun sudah memiliki tiga anak,” ucap Mama tanpa ragu.
Aku terdiam. Dadaku terasa sesak.
“Ma… aku belum siap,” suaraku pelan.
“Siap atau tidak, kamu harus mau! Lita sudah bahagia, sekarang giliran kamu tidak merepotkan keluarga!” bentaknya.
Pak Bambang hanya diam seperti biasa.
Bi Yumi menunduk sedih.
Namun sebelum aku sempat menjawab, Koh Abeng datang ke rumah karena urusan pekerjaan. Ia mendengar percakapan tersebut.
“Lily adalah anak yang jujur dan pekerja keras. Dia tidak pantas dipaksa seperti ini,” ucap Koh Abeng tegas.
Suasana seketika menjadi hening.
Malam itu, untuk pertama kalinya aku berani menolak.
“Aku tidak mau menikah karena dipaksa,” kataku dengan suara bergetar.
Aku meninggalkan rumah dengan hati yang hancur.
Di tengah keterpurukanku, Koh Abeng mempertemukanku dengan keponakannya, Kevin Wijaya. Pria itu sederhana, tidak banyak bicara, namun matanya hangat dan penuh ketulusan.
Awalnya aku hanya bekerja lebih dekat dengannya di toko. Namun perlahan, Kevin selalu memperhatikanku tanpa memandang kekuranganku.
“Kamu terlalu baik untuk terus disakiti di rumah sendiri,” ucapnya suatu hari.
Aku hanya terdiam, tetapi hatiku mulai kembali percaya pada kebaikan.
Waktu berlalu, Kevin melamarku dengan sederhana.
Tanpa pesta mewah, tanpa kemewahan, hanya ketulusan.
Aku menerimanya.
Dan untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku benar-benar merasa dicintai.
Sementara itu, kehidupan Lita mulai berubah.
Brian Santoso yang selama ini dipuja ternyata bukan pria kaya seperti yang dikira. Ia adalah penipu investasi bodong yang menggunakan identitas perusahaan palsu.
Suatu pagi, saat acara pertunangan mewah berlangsung, polisi datang.
“Brian Santoso, Anda ditangkap atas kasus penipuan dan penggelapan dana miliaran rupiah!”
Seluruh tamu terkejut.
Lita menjerit histeris.
“Tidak mungkin! Brian, katakan ini tidak benar!”
Namun Brian hanya tertunduk, tidak dapat mengelak.
Dalam sekejap, semua kemewahan yang dibanggakan Lita runtuh.
Ia kehilangan tunangan, reputasi, dan kebanggaan yang selama ini ia sombongkan.
Mama Sri hanya bisa menangis.
Beberapa bulan kemudian, hidupku berubah total.
Aku menikah dengan Kevin Wijaya dalam kesederhanaan yang hangat. Koh Abeng tersenyum bangga, Bi Yumi menangis bahagia.
Aku tidak lagi merasa hina.
Aku merasa cukup.
Sementara Lita harus menghadapi kenyataan pahit, kembali ke rumah tanpa Brian, tanpa kemewahan, dan tanpa kebanggaan.
Dan untuk pertama kalinya, Mama Sri mulai menyadari bahwa anak yang selama ini ia remehkan justru adalah yang paling kuat di antara mereka semua.
***
Cerita Novel.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan