Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Maraknya lowongan kerja palsu atau loker hoaks menjadi ancaman serius bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Modus ini kian canggih, menyasar korban melalui media sosial, pesan instan, hingga platform profesional dengan tampilan yang meyakinkan.

Di balik tawaran pekerjaan yang terlihat menggiurkan, tersimpan potensi kejahatan siber seperti pencurian data pribadi hingga pengurasan rekening.
Sejumlah ciri umum bisa dikenali untuk menghindari jebakan ini.

 

Pertama, tidak adanya nama perusahaan maupun alamat yang jelas. Informasi lowongan biasanya dibuat anonim, tanpa identitas resmi yang bisa diverifikasi.

Kedua, pelaku kerap mencantumkan besaran gaji secara langsung di awal, bahkan dengan nominal yang tidak masuk akal. Tujuannya untuk menarik perhatian korban agar segera merespons tanpa berpikir panjang.

Ketiga, seluruh komunikasi diarahkan melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp. Korban kemudian diminta mengakses tautan tertentu yang tidak jelas asal-usulnya. Tautan ini sering kali merupakan jebakan phishing yang dapat mencuri data pribadi hingga menguras saldo rekening.

Keempat, materi visual dalam postingan biasanya tampak tidak profesional, seperti foto buram atau hasil unduhan dari internet. Ini menjadi indikasi bahwa lowongan tersebut tidak berasal dari sumber resmi.

Selain itu, pelaku sering menggunakan identitas palsu atau mencatut nama orang lain untuk meningkatkan kepercayaan calon korban.

Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai bahwa masyarakat harus lebih waspada dan tidak mudah tergiur dengan tawaran instan.

“Lowongan kerja palsu ini bukan sekadar penipuan biasa, tapi sudah mengarah pada kejahatan terorganisir yang memanfaatkan kelengahan korban,” ujarnya, Minggu (12/4).

Ia menegaskan bahwa perusahaan resmi memiliki prosedur rekrutmen yang jelas dan profesional. Mereka tidak akan meminta data sensitif secara berlebihan pada tahap awal, apalagi mengarahkan pelamar ke tautan mencurigakan.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk selalu melakukan verifikasi, termasuk mengecek nomor kontak melalui aplikasi seperti Getcontact serta memastikan keaslian informasi melalui situs resmi perusahaan.

Kewaspadaan menjadi benteng utama di tengah maraknya kejahatan digital. Jangan sampai harapan mendapatkan pekerjaan justru berubah menjadi kerugian besar akibat tertipu loker hoaks.

 

***