Queensha.id – Kuliner,
Hari Raya Idul Adha identik dengan aneka olahan daging kurban seperti sate, gulai, rendang, hingga tongseng. Namun kini masyarakat mulai mencoba cara baru menikmati daging sapi kurban, yakni diolah menjadi steak ala restoran modern.
Tren tersebut mulai ramai dibahas di media sosial dan berbagai platform kuliner karena dianggap lebih praktis, elegan, dan cocok untuk keluarga muda yang ingin menikmati daging kurban dengan sensasi berbeda.
Banyak orang awalnya mengira daging kurban terlalu keras untuk dijadikan steak. Padahal, jika menggunakan teknik pengolahan yang tepat, hasilnya bisa tetap empuk, juicy, dan menggugah selera.
Daging Kurban Bisa Jadi Steak, Asal Pilih Bagian yang Tepat
Pemilik usaha kuliner asal Serang, Andra Saputra, menjelaskan bahwa tidak semua bagian daging cocok dijadikan steak.
Menurutnya, bagian has dalam atau tenderloin menjadi pilihan terbaik karena teksturnya lebih lembut dan minim serat kasar.
“Kalau mau dijadikan steak, pilih bagian daging sapi yang tidak terlalu banyak serat,” ujarnya kepada RRI.
Selain tenderloin, bagian sirloin dan rib eye juga banyak direkomendasikan karena memiliki kandungan lemak atau marbling yang membuat rasa steak lebih juicy.
Jangan Langsung Dimasak Setelah Penyembelihan
Salah satu kesalahan paling umum saat mengolah daging kurban adalah langsung memasaknya sesaat setelah penyembelihan.
Padahal, daging sapi membutuhkan waktu istirahat agar serat ototnya rileks. Jika langsung dimasak, teksturnya cenderung keras dan alot.
Ahli kuliner menyarankan daging didiamkan terlebih dahulu di dalam kulkas beberapa jam sebelum diolah menjadi steak.
Rahasia Steak Empuk: Marinasi dan Teknik Memasak
Agar daging kurban menjadi steak yang lembut, proses marinasi menjadi tahap penting.
Bumbu sederhana seperti:
- Garam
- Lada hitam
- Bawang putih
- Mentega
- Minyak zaitun
sudah cukup untuk menghasilkan cita rasa khas steak restoran.
Sebagian orang juga menggunakan nanas, pepaya, atau yoghurt untuk membantu melunakkan serat daging secara alami. Namun penggunaannya tidak boleh terlalu lama agar tekstur daging tidak lembek.
Setelah dimarinasi sekitar 30 menit hingga 2 jam, daging sebaiknya dimasak dengan api panas supaya bagian luar cepat matang sementara bagian dalam tetap juicy.
Steak Daging Kurban Jadi Tren Baru Anak Muda
Di media sosial, banyak generasi muda mulai membagikan kreasi steak rumahan berbahan daging kurban.
Beberapa bahkan memadukannya dengan:
- Kentang goreng
- Salad segar
- Saus blackpepper
- Mushroom sauce
- Sayuran rebus
Tren ini dianggap sebagai cara baru menikmati daging kurban tanpa harus selalu dimasak dengan bumbu berat khas Nusantara.
Di forum komunitas kuliner internet, sebagian warganet mengaku mulai tertarik mencoba steak rumahan karena lebih simpel dan modern.
Pakar Kuliner: Teknik Lebih Penting daripada Bumbu
Juru masak asal Banten, Riza, mengatakan bahwa kualitas steak bukan hanya soal bumbu, tetapi juga teknik memasak.
“Jangan langsung dipanggang dari kulkas karena bagian luar bisa cepat gosong sementara dalamnya masih dingin,” ujarnya.
Ia menyarankan daging dikeluarkan lebih dulu dari lemari pendingin sekitar 20–30 menit sebelum dimasak agar tingkat kematangannya lebih merata.
Idul Adha Kini Tak Lagi Monoton
Perubahan gaya hidup masyarakat membuat olahan daging kurban semakin kreatif dari tahun ke tahun.
Jika dulu identik dengan gulai dan sate, kini banyak keluarga mulai mencoba:
- Steak
- BBQ
- Rice bowl
- Beef yakiniku
- Beef teriyaki
- Burger homemade
Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi kurban tetap bisa dipadukan dengan gaya kuliner modern tanpa menghilangkan makna kebersamaan Idul Adha.
Jadi, daging kurban ternyata tidak hanya cocok diolah menjadi masakan tradisional, tetapi juga bisa disulap menjadi steak ala restoran yang empuk dan lezat.
Kunci utamanya terletak pada pemilihan bagian daging, proses istirahat daging, teknik marinasi, serta cara memasak yang benar.
Dengan kreativitas dan teknik yang tepat, momen Idul Adha kini bisa terasa lebih modern, variatif, dan tetap nikmat dinikmati bersama keluarga.
***
Queensha Jepara, 28 Mei 2026.

Tinggalkan Balasan