Queensha.id – Jepara,
Suasana malam di Angkringan Cak Diqin berubah menjadi panggung penuh energi saat gelaran Amplified Unity Synergy Nada Guyub Bersama digelar usai tarawih, Minggu (15/3/2026).
Dentuman drum dan petikan gitar menyatu, menghidupkan ruang sederhana menjadi arena ekspresi bagi para musisi lokal. Penonton tampak santai duduk melingkar, menikmati kopi dan camilan, sembari larut dalam irama yang dimainkan.
Acara yang digagas RUN Management ini menghadirkan suasana guyub antara pemusik dan penikmat seni. Dipandu oleh MC Mario, malam itu tak sekadar menjadi hiburan, melainkan ruang interaksi lintas komunitas.
Sejumlah band lokal turut meramaikan panggung, mulai dari Gitara Nadiena, Pasukan, Jokkivolka, Putuzeus, hingga ditutup penampilan Ningrat yang sukses membakar antusiasme penonton.
Tak hanya pentas musik, acara juga diisi talk show yang dimoderatori Joharta selaku Founder RUN Management. Diskusi menghadirkan Mario (vokalis Declasica), Cipo (vokalis sekaligus konten kreator), serta Okky dari Jokkivolka merupakan musisi produktif asal Jepara yang karyanya telah menembus platform digital nasional.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber menegaskan bahwa panggung musik bukan sekadar tempat tampil. Lebih dari itu, panggung adalah ruang berbagi cerita, menyampaikan keresahan, hingga membangun koneksi emosional dengan penonton.
“Pentas musik adalah ruang ekspresi. Dari sini banyak musisi lahir dan dikenal,” ujar Cipo.
Di balik kemeriahan, tersimpan kerja panjang yang kerap luput dari perhatian. Mulai dari persiapan teknis seperti sound system, tata lampu, hingga latihan intens para musisi demi menyuguhkan penampilan maksimal.
Ketika musik mulai dimainkan, batas antara penampil dan penonton seakan hilang. Sorakan, tepuk tangan, hingga nyanyian bersama menciptakan energi kolektif yang menyatukan berbagai latar belakang.
“Lebih dari sekadar hiburan, ini adalah ruang pertemuan yaitu tempat komunitas tumbuh dan generasi muda menemukan jati diri,” tambah Joharta.
Gelaran ini menjadi bukti bahwa dari ruang sederhana seperti angkringan, lahir semangat besar untuk menghidupkan ekosistem musik lokal. Dalam harmoni nada dan kebersamaan,
“Amplified Unity” menjelma menjadi simbol bahwa musik mampu menyatukan, menguatkan, dan menghidupkan kota kecil seperti Jepara.
***
Suarabaru.
(18 Maret 2026)

Tinggalkan Balasan