Queensha.id – Jepara,

 

Suasana penuh semangat dan harapan mewarnai Ruang Reptaloka SMKN 2 Jepara, Senin (16/3/2026). Sebanyak 80 guru dan karyawan berkumpul dalam momen penting yakni rapat pembinaan perdana bersama kepala sekolah baru, Indria Mustika.

 

Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan titik awal kepemimpinan baru yang sarat makna. Sosok Indria Mustika bukan orang asing bagi lingkungan sekolah. Ia telah mengabdi sejak 2006 sebagai guru Tata Busana, hingga akhirnya dipercaya memimpin sekolah yang telah membesarkannya.

 

Dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah pada 3 Maret 2026, Indria kini memegang amanah besar untuk mengarahkan sekolah dengan lebih dari 1.500 siswa menuju masa depan yang lebih progresif.

 

Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan sederhana namun kuat: “Hasil tidak akan mengkhianati usaha.” Kalimat ini menjadi benang merah dari seluruh arahannya bahwa kerja keras, ketekunan, dan keikhlasan adalah kunci utama keberhasilan.

 

Perjalanan Panjang yang Menginspirasi

Indria Mustika menegaskan bahwa jabatan yang kini diembannya bukan hasil instan. Ia melalui proses panjang penuh tantangan, pengalaman, dan pembelajaran.

 

“Pengalaman adalah guru terbaik, tapi tidak cukup tanpa kemampuan membaca peluang,” ujarnya, Selasa (17/3).

 

Selain aktif sebagai pendidik, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan literasi, mulai dari Yayasan Kartini, Yayasan Pelestari Ukir, hingga Forum Penulis Literasi Jepara. Ia bahkan pernah mengikuti program short course di Australia pada 2017 dan dipercaya sebagai Ketua MGMP Tata Busana SMK Provinsi Jawa Tengah.

 

Jejak panjang ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan lahir dari konsistensi, bukan kebetulan.

 

“Setiap Guru Bisa Jadi Kepala Sekolah”
Salah satu pesan paling menggugah dalam pembinaan tersebut adalah keyakinan bahwa setiap guru memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemimpin.

 

Indria mendorong para guru untuk tidak terjebak dalam zona nyaman. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki pendidik harus diperluas dampaknya, tidak hanya untuk satu sekolah, tetapi juga untuk dunia pendidikan secara luas.

 

“Jangan simpan kecemerlangan hanya untuk diri sendiri. Jadilah agen perubahan,” tegasnya.

 

Nilai Ramadan Jadi Fondasi

Momentum pembinaan juga dimanfaatkan untuk meneguhkan nilai-nilai dari Diklat Ramadan. Indria menekankan tiga pilar utama yaitu kejujuran, tanggung jawab, dan kebersamaan.

 

Kejujuran disebut sebagai fondasi kepercayaan, tanggung jawab sebagai bentuk profesionalisme, dan kebersamaan sebagai kekuatan kolektif.
Ia juga mengingatkan bahwa menjadi guru tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki hati yang baik.

 

“Guru yang baik bukan hanya yang pintar mengajar, tetapi yang mampu menjadi teladan dalam sikap dan perilaku,” ujarnya.

 

Bangun Ekosistem Sekolah yang Humanis

Dalam arahannya, Indria turut menekankan pentingnya budaya berbagi dan kasih sayang di lingkungan sekolah. Ia mengajak seluruh elemen untuk saling mendukung, menguatkan, dan membangun ekosistem yang sehat.

 

Menurutnya, ilmu yang dibagikan tidak akan berkurang, justru akan berkembang dan memberi dampak lebih luas.

 

Dengan pendekatan humanis ini, ia optimistis SMKN 2 Jepara dapat tumbuh menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter.

 

Awal Baru Menuju Masa Depan
Rapat pembinaan perdana ini ditutup dengan optimisme tinggi. Para guru dan karyawan meninggalkan ruangan dengan semangat baru dan keyakinan yang diperkuat.

 

Kepemimpinan Indria Mustika menjadi simbol bahwa kerja keras dan dedikasi tidak pernah sia-sia.

 

Langkah awal ini diyakini menjadi fondasi penting bagi perjalanan panjang SMKN 2 Jepara menuju masa depan yang lebih gemilang.

 

**

Hadepe.
(Queensha Jepara | 17 Maret 2026)