Queensha.id – Jepara,
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan ketatnya persaingan usaha, sebuah perusahaan lokal asal Jepara memilih tidak berjalan di satu jalur saja. CV Queensha Multi Jaya tampil dengan strategi berbeda: menggabungkan kekuatan media, industri kreatif, hingga konstruksi dalam satu ekosistem bisnis.
Didirikan pada 13 Januari 2026, perusahaan ini langsung memantapkan posisi sebagai pemain baru dengan visi besar. Di bawah kepemimpinan Vico Rahman (atau Taufiqurrochman) sebagai Direktur, serta Yusron sebagai Wakil Direktur, arah perusahaan tidak sekadar membangun bisnis, tetapi juga ekosistem.
Berbasis di wilayah Jepara, perusahaan ini memanfaatkan potensi lokal sebagai fondasi pertumbuhan. Langkah tersebut terlihat dari penguatan sektor media melalui portal digital yang dikelola secara profesional.
Media Lokal, Tapi Berstandar Profesional
Salah satu motor utama perusahaan adalah Queensha.id, portal media online yang mengusung jurnalisme lokal dengan pendekatan aktual, independen, dan bertanggung jawab.

Di tengah maraknya media digital yang cenderung mengejar sensasi, kehadiran platform ini mencoba mengambil jalur berbeda yang menempatkan etika jurnalistik sebagai fondasi utama. Struktur redaksi pun dibangun jelas, dengan pembagian peran yang profesional.
“Media harus menjadi ruang informasi yang sehat, bukan sekadar alat kejar klik,” tegas Yusron, menekankan pentingnya menjaga integritas di era banjir informasi.
Industri Kreatif Jadi Mesin Baru
Tak berhenti di media, perusahaan ini juga merambah sektor industri kreatif. Bidang ini tidak sekadar pelengkap, melainkan dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku seni, kreator konten, hingga jurnalis lokal.
Langkah ini menjadi respons terhadap meningkatnya kebutuhan akan konten digital dan ruang ekspresi kreatif.
Dengan pendekatan bisnis, sektor ini diharapkan mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus membuka peluang kerja baru di daerah.
Direktur Vico Rahman menyebut, kehadiran industri kreatif bukan hanya soal hiburan, tetapi juga tentang membangun produktivitas generasi muda.
“Kami ingin anak-anak muda Jepara punya ruang berkarya yang legal, profesional, dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (17/1/2026) yang lalu.
Konstruksi: Pilar Ketiga yang Tak Kalah Strategis
Menariknya, di luar dunia digital, perusahaan ini juga masuk ke sektor konstruksi. Bidang ini mencakup pembangunan gedung hunian, perkantoran, hingga fasilitas umum seperti pendidikan dan kesehatan.
Langkah diversifikasi ini dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas bisnis. Ketika sektor digital fluktuatif, konstruksi menjadi penopang yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Strategi “Tiga Kaki” Hadapi Persaingan
Kombinasi antara media, kreatif, dan konstruksi menunjukkan pendekatan “tiga kaki” yang jarang diambil oleh perusahaan lokal. Strategi ini tidak hanya memperluas sumber pendapatan, tetapi juga memperkuat daya tahan usaha di tengah ketidakpastian ekonomi.
Di satu sisi, media membangun pengaruh. Di sisi lain, industri kreatif menciptakan nilai, sementara konstruksi menghadirkan stabilitas finansial.
Menantang, Tapi Penuh Peluang
Meski tergolong pemain baru, langkah berani ini tentu bukan tanpa tantangan. Persaingan media digital yang ketat, dinamika industri kreatif, hingga kompleksitas proyek konstruksi menjadi ujian nyata.
Namun, dengan fondasi legalitas yang jelas dan arah bisnis yang terstruktur, CV Queensha Multi Jaya optimistis mampu bertahan dan berkembang.
Ke depan, perusahaan ini menargetkan bukan hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga bagian dari penggerak ekonomi lokal.
Jika konsisten dijalankan, bukan tidak mungkin langkah ini akan menjadi contoh bagaimana perusahaan daerah mampu naik kelas dari sekadar pemain lokal menjadi kekuatan baru di era ekonomi digital.
***
(17 Maret 2026)

Tinggalkan Balasan