Queensha.id – Idul Adha, 

 

Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu momen paling sakral bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain identik dengan penyembelihan hewan kurban, Idul Adha juga diisi dengan pelaksanaan sholat Id berjamaah yang dilakukan pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah.

Banyak umat Muslim mulai mencari doa dan niat sholat Idul Adha lengkap menjelang pelaksanaan hari raya kurban. Mulai dari bacaan niat sebagai imam maupun makmum, doa di sela takbir, hingga doa takbir hari raya menjadi amalan yang penting dipahami agar ibadah berjalan khusyuk dan sesuai sunnah.

 

 

Niat Sholat Idul Adha Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Sholat Idul Adha dilaksanakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah dan dilanjutkan khutbah. Sebelum memulai sholat, jamaah dianjurkan melafalkan niat sesuai posisinya.

 

Niat Sholat Idul Adha Sebagai Makmum

Arab:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Usholli sunnatan li ‘iidil adhaa rok’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

“Saya niat sholat sunah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

 

Niat Sholat Idul Adha Sebagai Imam

Arab:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Usholli sunnatan li ‘iidil adhaa rok’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

“Saya niat sholat sunah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

 

 

Tata Cara Sholat Idul Adha

Sholat Idul Adha dilakukan dua rakaat dengan tambahan takbir.

Pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram disunnahkan membaca 7 kali takbir. Sedangkan pada rakaat kedua membaca 5 kali takbir sebelum membaca surat Al-Fatihah.

Di sela-sela takbir, umat Islam dianjurkan membaca tasbih berikut:

 

Doa di Sela Takbir

Arab:

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Latin:

Subhaanallaah, walhamdu lillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar.

Artinya:

“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”

 

 

Bacaan Takbir Hari Raya Idul Adha

Setelah sholat Idul Adha, gema takbir biasanya terus dikumandangkan sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Bacaan Takbir

Arab:

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Latin:

Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil-hamd.

Artinya:

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”

 

 

Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail di Balik Ibadah Kurban

Idul Adha tidak bisa dipisahkan dari kisah agung Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS. Kisah ini menjadi asal mula disyariatkannya ibadah kurban bagi umat Islam.

Dikisahkan, Nabi Ibrahim AS mendapat perintah melalui mimpi untuk menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail AS. Perintah itu menjadi ujian besar bagi keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.

Meski berat, Nabi Ibrahim tetap menjalankan perintah tersebut. Yang luar biasa, Nabi Ismail juga menunjukkan ketaatan luar biasa kepada ayahnya dan kepada Allah SWT. Ia rela menerima takdir tersebut dengan penuh kesabaran.

Namun saat penyembelihan hendak dilakukan, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba sebagai bentuk kasih sayang dan bukti bahwa keduanya telah lulus dari ujian keimanan. Peristiwa itulah yang kemudian menjadi simbol pengorbanan, keikhlasan, dan ketakwaan dalam ibadah kurban hingga sekarang.

 

 

Makna Kurban dalam Kehidupan Umat Islam

Ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi mengandung makna mendalam tentang keikhlasan dan kepedulian sosial.

Kurban mengajarkan umat Islam untuk:

  • Mengutamakan perintah Allah di atas kepentingan dunia.
  • Belajar ikhlas dan rela berkorban.
  • Memperkuat kepedulian terhadap sesama melalui pembagian daging kurban.
  • Menumbuhkan rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT.

Momentum Idul Adha juga menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya berasal dari harta, tetapi dari ketakwaan dan kepedulian kepada orang lain.

 

***

Queensha Jepara, Selasa, 26 Mei 2026.