Queensha.id – Jepara,
Di era digital, informasi dapat menyebar begitu cepat. Sayangnya, kecepatan tersebut juga diiringi dengan meningkatnya risiko beredarnya informasi yang belum terverifikasi. Karena itu, prinsip verifikasi dan keberimbangan menjadi fondasi utama dalam dunia jurnalistik.
Belakangan beredar unggahan yang menyoroti sebuah pemberitaan berjudul “Jepara Darurat Dugaan Mafia BBM Ilegal, Nama Narso Disorot”. Dalam unggahan tersebut muncul berbagai tudingan bahwa pemberitaan tersebut tidak disertai bukti yang memadai dan belum memenuhi prinsip konfirmasi kepada pihak yang diberitakan.
Menanggapi hal tersebut, Narso atau Sunarso menyatakan akan mengambil langkah hukum apabila dirinya merasa difitnah.
“Saya akan menempuh jalur hukum, kalau saya dituduh seperti ini,” ujar Narso saat dihubungi awak media, Senin (5/10/2026).
Apabila sebuah pemberitaan memuat dugaan terhadap seseorang, maka media berkewajiban memberikan kesempatan kepada pihak yang bersangkutan untuk menyampaikan klarifikasi. Prinsip ini merupakan bagian dari Kode Etik Jurnalistik agar informasi yang diterima masyarakat tetap berimbang.
Di sisi lain, tuduhan bahwa suatu berita merupakan hoaks, fitnah, atau bagian dari upaya pemerasan juga harus dibuktikan melalui proses hukum dan penyelidikan yang berwenang. Publik sebaiknya tidak langsung menarik kesimpulan sebelum terdapat fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kasus seperti ini menjadi pengingat bahwa kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab. Wartawan profesional dituntut bekerja berdasarkan data, bukti, verifikasi, dan konfirmasi kepada semua pihak yang terkait.
Sebaliknya, siapa pun yang merasa dirugikan oleh suatu pemberitaan memiliki hak untuk menggunakan mekanisme hak jawab, hak koreksi, mengadukan ke Dewan Pers, maupun menempuh jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada akhirnya, masyarakat juga memiliki peran penting untuk lebih bijak dalam menerima informasi. Jangan mudah mempercayai sebuah pemberitaan yang belum jelas sumber, bukti, dan proses verifikasinya. Informasi yang akurat merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pers.
***

Tinggalkan Balasan