Queensha.id – Jepara,
Ribuan warga memadati kawasan Alun-Alun Jepara 1 pada Jumat malam (13/3/2026). Dentuman bambu, ritme perkusi, dan sorak penonton menyatu dalam gelaran Festival Tongtek Jepara yang memperebutkan Piala Bergilir Bupati Jepara.
Festival yang dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai ini menjadi salah satu agenda budaya tahunan paling ditunggu masyarakat. Sebanyak 25 grup tongtek dari berbagai kecamatan di Jepara tampil memukau dengan kreativitas musik, koreografi, hingga kostum yang unik.
Rute karnaval tongtek dimulai dari Alun-Alun Jepara 1, kemudian melintasi Jalan RA Kartini Jepara, berlanjut ke Jalan Pemuda Jepara, menuju Jalan MH Thamrin Jepara, lalu Jalan Brigjen Katamso Jepara, sebelum kembali finis di alun-alun.
Sementara panggung kehormatan ditempatkan tepat di depan Tugu Pancasila Jepara, tempat para tamu undangan dan dewan juri menyaksikan penampilan peserta.
ERJE Percussion Kembang Raih Juara
Berdasarkan keputusan dewan juri, ERJE Percussion dari Kecamatan Kembang berhasil keluar sebagai Juara 1 dengan total nilai 424,6. Penampilan mereka dinilai paling lengkap, mulai dari komposisi musik, kekompakan tim, hingga kreativitas pertunjukan.
Berikut tiga besar Festival Tongtek Jepara 2026:
1. ERJE Percussion (Kecamatan Kembang) – Nilai 424,6.
2. Carang Pakang (Kecamatan Jepara) – Nilai 418,6.
3. Senopati Percusion (Kecamatan Batealit) – Nilai 406,3.

Sementara posisi berikutnya diisi oleh Punokawan (Pakisaji) di peringkat empat dan Lambada Reborn (Pecangaan) di posisi lima.
Festival ini tidak sekadar lomba, tetapi juga menjadi panggung kreativitas generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional tongtek yang identik dengan dentuman bambu dan ritme energik khas pesisir.
Ribuan Warga Padati Rute Karnaval
Sepanjang rute karnaval, masyarakat terlihat antusias menyaksikan setiap grup yang lewat. Banyak warga berdiri di pinggir jalan bahkan sejak sebelum acara dimulai demi mendapatkan posisi terbaik.
Lampu hias, kostum tematik, serta koreografi para pemain membuat suasana malam di pusat kota Jepara berubah menjadi panggung seni terbuka yang meriah.
Bupati Jepara: Tongtek Adalah Identitas Budaya
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan bahwa Festival Tongtek bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari identitas budaya masyarakat Jepara.
“Festival Tongtek ini menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat Jepara sangat luar biasa. Tradisi yang berasal dari alat musik sederhana bisa berkembang menjadi pertunjukan seni yang megah dan membanggakan,” ujar Witiarso.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan budaya seperti ini agar generasi muda tetap mencintai tradisi lokal.
“Tongtek bukan hanya lomba tahunan, tetapi juga ruang bagi anak-anak muda untuk mengekspresikan seni sekaligus menjaga warisan budaya. Kami berharap festival ini semakin besar dan mampu menarik wisatawan ke Jepara,” tegasnya.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Festival Tongtek Jepara 2026 kembali menegaskan bahwa musik bambu tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati warga kota ukir.
***
(13 Maret 2026)

Tinggalkan Balasan