Queensha.id – Jepara,

 

Fenomena toko dengan konsep serba Rp35 ribu tengah menjadi perbincangan masyarakat di Kabupaten Jepara. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah toko dengan konsep harga seragam bermunculan di berbagai kecamatan dan selalu dipadati pengunjung, terutama pada akhir pekan.

Konsep ini dinilai mampu menarik minat masyarakat yang ingin berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangga, perlengkapan dapur, aksesoris, hingga peralatan sehari-hari dengan harga yang mudah diingat.

 

Sejumlah Toko Serba Rp35 Ribu di Jepara

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa toko yang mengusung konsep harga serba Rp35 ribu mulai hadir di sejumlah wilayah Jepara, di antaranya:

  • Kawasan Kecamatan Tahunan.
  • Kecamatan Jepara (Kota Jepara).
  • Kecamatan Pecangaan.
  • Kecamatan Mayong.
  • Kecamatan Bangsri.
  • Kecamatan Mlonggo.

Beberapa toko berdiri secara mandiri, sementara lainnya merupakan bagian dari jaringan ritel yang mengusung konsep harga seragam.

 

Mengapa Dinamakan Toko Serba Rp35 Ribu?

Sesuai namanya, sebagian besar produk yang dijual dibanderol dengan harga Rp35.000 per item.

Konsep harga tunggal ini memudahkan konsumen karena tidak perlu lagi menanyakan harga setiap barang. Selain itu, sistem tersebut juga mempercepat proses transaksi dan memberikan kesan harga yang terjangkau.

Meski demikian, pada beberapa toko terdapat pula produk tertentu yang dijual di bawah atau di atas Rp35 ribu, namun mayoritas barang tetap menggunakan harga utama tersebut.

 

Strategi Marketing yang Efektif

Pengamat pemasaran menilai konsep harga seragam menjadi salah satu strategi yang efektif dalam menarik perhatian konsumen.

Beberapa strategi yang diterapkan antara lain:

  • Harga mudah diingat.
  • Display toko yang rapi dan menarik.
  • Banyak pilihan produk dalam satu tempat.
  • Mengandalkan promosi melalui media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram.
  • Efek “berburu barang murah” yang mendorong pembelian spontan (impulse buying).
  • Lokasi toko berada di jalur yang ramai dilalui masyarakat.

Dengan konsep tersebut, konsumen sering kali membeli lebih dari satu barang karena merasa harga yang ditawarkan masih terjangkau.

 

Salah seorang warga Jepara, Siti Rahma (34), mengaku tertarik berbelanja karena harga yang ditawarkan cukup jelas.

“Saya suka belanja di sini karena tidak bingung lihat harga. Barangnya juga banyak pilihannya, mulai peralatan dapur sampai kebutuhan rumah. Menurut saya cukup terjangkau dan kualitasnya lumayan sesuai harganya,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).

Senada dengan itu, Andi Prasetyo (29) mengatakan dirinya kerap membeli perlengkapan rumah tangga di toko tersebut.

“Kalau dibanding harus belanja di beberapa tempat, di sini lebih praktis. Kadang masuk cuma mau beli satu barang, malah pulangnya bawa beberapa karena semuanya terlihat menarik,” katanya.

Pengamat Sosial: Tren Ritel Harga Seragam Akan Terus Berkembang

Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai menjamurnya toko serba Rp35 ribu menunjukkan adanya perubahan perilaku belanja masyarakat.

Menurutnya, konsumen saat ini lebih menyukai konsep belanja yang sederhana, transparan, dan menawarkan kepastian harga.

“Harga yang seragam membuat masyarakat merasa lebih nyaman saat berbelanja. Selain mengurangi keraguan dalam memilih barang, konsep ini juga memberikan pengalaman belanja yang cepat dan praktis. Namun, konsumen tetap harus bijak dengan membeli sesuai kebutuhan, bukan hanya karena tergoda harga yang terlihat murah,” ujar Purnomo Wardoyo.

Ia menambahkan, tren toko dengan harga seragam diperkirakan masih akan berkembang di Jepara karena didukung daya beli masyarakat serta promosi yang masif melalui media sosial.

 

Jadi, kemunculan toko serba Rp35 ribu di Kabupaten Jepara menjadi warna baru dalam dunia ritel. Dengan mengandalkan konsep harga yang sederhana, pilihan produk yang beragam, dan strategi pemasaran digital, toko-toko tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat. Meski demikian, konsumen tetap diimbau untuk berbelanja secara bijak dan menyesuaikan dengan kebutuhan agar pengeluaran tetap terkendali.

 

***

Sumber: Zufi Amroini Kontributor Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.