Queensha.id – IKN,

 

Kabar baik datang bagi industri furnitur dan mebel Kabupaten Jepara. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menjajaki peluang agar produk unggulan daerah, khususnya furnitur Jepara, dapat mengambil bagian dalam perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, Jepara memiliki potensi besar di sektor furnitur karena telah dikenal luas sebagai salah satu sentra industri mebel dan ukiran.

Hal tersebut menjadi salah satu potensi yang ditawarkan Jawa Tengah dalam melihat peluang kerja sama dengan IKN.

“Di Jepara itu adalah daerah yang sudah dikenal dengan produk furniture. Saya coba melihat potensi apakah ada peluang kerja sama furniture di IKN dari Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi, dilansir dari berbagai sumber.

Menurutnya, peluang tersebut perlu dijajaki sejak awal karena proses pembangunan dan pengembangan IKN masih membuka ruang kolaborasi dari berbagai daerah maupun sektor.

 

Jepara Punya Modal Besar di Industri Furnitur

Bagi Jepara, pembicaraan mengenai furnitur bukan sesuatu yang baru. Industri mebel dan ukiran telah menjadi salah satu identitas ekonomi daerah.

Produk berbahan kayu dari Jepara tidak hanya dipasarkan di berbagai wilayah Indonesia, tetapi juga telah lama dikenal hingga pasar internasional.

Keunggulan tersebut menjadi modal penting apabila peluang kerja sama dengan IKN dapat diwujudkan.

Masuknya furnitur Jepara ke IKN nantinya juga tidak sekadar memberikan keuntungan kepada pemilik perusahaan besar. Rantai industrinya melibatkan banyak pihak, mulai dari pengrajin, tukang kayu, pengukir, pemasok bahan baku, pelaku UMKM hingga jasa distribusi.

Artinya, semakin besar pasar yang diperoleh, semakin besar pula potensi dampak ekonominya terhadap masyarakat.

 

Pemprov Jateng Tawarkan Banyak Potensi

Ahmad Luthfi mengatakan, yang ditawarkan Jawa Tengah ke IKN tidak hanya sektor furnitur.

Pemerintah provinsi juga menjajaki peluang kolaborasi dari berbagai perangkat daerah, badan usaha milik daerah (BUMD), sektor perbankan, hingga perguruan tinggi yang ada di Jawa Tengah.

“Selain potensi tersebut, Ahmad Luthfi juga menjajaki peluang kolaborasi dari dinas terkait, BUMD seperti perbankan, bahkan perguruan tinggi yang ada di Jawa Tengah,” demikian disampaikan dalam keterangannya.

Menurutnya, berbagai potensi tersebut dapat dikolaborasikan dengan kebutuhan pengembangan IKN.

Hal ini menjadi penting karena pembangunan kawasan IKN tidak hanya membutuhkan infrastruktur fisik, tetapi juga dukungan sumber daya manusia, pembiayaan, teknologi, pendidikan, riset, serta berbagai produk unggulan daerah.

 

Pembangunan IKN Masih Membuka Ruang Kolaborasi

Ahmad Luthfi melihat masih terdapat ruang untuk menjalin kerja sama dengan IKN.

Karena itu, Jawa Tengah ingin mengambil bagian dalam proses pengembangan kawasan tersebut dengan menawarkan berbagai potensi yang dimiliki daerah.

“Potensi itu ditawarkan, mengingat perencanaan pembangunan di IKN masih menyisakan ruang kolaborasi,” ujarnya.

Bagi industri furnitur Jepara, kesempatan tersebut tentu menjadi peluang untuk memperluas pasar sekaligus menunjukkan kualitas produk lokal di kawasan strategis Indonesia.

Namun, peluang tersebut juga membutuhkan kesiapan pelaku usaha.

Kemampuan produksi, kualitas bahan, desain, standar produk, ketepatan waktu pengiriman serta kemampuan memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar akan menjadi faktor penting agar produk Jepara mampu bersaing dalam proyek dan kebutuhan di IKN.

 

Dari Jepara untuk Ibu Kota Nusantara

Jika kerja sama tersebut terealisasi, bukan tidak mungkin berbagai produk furnitur buatan pengrajin Jepara nantinya hadir di kawasan IKN.

Meja, kursi, lemari hingga berbagai kebutuhan interior dapat menjadi media untuk memperkenalkan identitas dan keahlian pengrajin Jepara kepada masyarakat dari berbagai daerah.

Di balik sebuah meja kayu mungkin terdapat tangan seorang pengrajin yang bekerja berjam-jam.

Di balik sebuah ukiran terdapat ketelitian dan keahlian yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dan di balik industri furnitur Jepara terdapat ribuan pelaku usaha yang menggantungkan kehidupan dari kayu, pahat, amplas dan kreativitas.

Karena itu, peluang IKN bukan hanya tentang menjual produk.

Ini juga menjadi kesempatan bagi Jawa Tengah untuk memperkenalkan potensi daerahnya sekaligus membuka pasar baru bagi pelaku usaha lokal.

 

“Jawa Tengah Ingin Ikut Hadir di IKN”

Ahmad Luthfi menegaskan keinginan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk turut mengambil bagian dalam pengembangan IKN.

“Intinya Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Jawa Tengah ingin membawa berbagai kekuatan ekonominya ke kawasan ibu kota baru, termasuk industri furnitur yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Kabupaten Jepara.

Bagi Jepara, peluang tersebut tentu layak dikawal bersama. Pemerintah daerah, pelaku industri, pengrajin, perbankan dan berbagai pihak terkait perlu memastikan potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja sama nyata.

Sebab apabila furnitur Jepara benar-benar hadir di IKN, yang dibawa bukan hanya meja dan kursi.

Yang ikut hadir adalah nama Jepara, keterampilan para pengrajin, serta wajah industri kreatif Jawa Tengah.

 

***

Sumber: BS.