Queensha.id – Jepara,
Di tengah anggapan bahwa minat baca anak muda semakin menurun, sekelompok generasi muda di Jepara justru membuktikan hal sebaliknya. Melalui komunitas Book Club Jepara, mereka menghadirkan ruang literasi yang santai, inklusif, dan dekat dengan gaya hidup generasi Z.
Komunitas ini telah berjalan sekitar satu tahun dan secara konsisten menggelar pertemuan setiap hari Minggu di berbagai tempat berbeda. Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi para anggota untuk berdiskusi tentang buku yang sedang mereka baca, sekaligus membahas berbagai isu kehidupan sehari-hari.
Berbeda dengan forum literasi formal yang cenderung kaku, diskusi di Book Club Jepara berlangsung lebih ringan dan akrab. Para anggota bebas menyampaikan pandangan, merekomendasikan buku, hingga menyinggung isu sosial yang sedang berkembang.
Salah satu anggota komunitas, Sherly Putri, mengatakan bahwa Book Club Jepara menjadi ruang yang nyaman bagi anak muda untuk mulai membaca dan berdiskusi tanpa tekanan.
“Di sini kami tidak hanya membaca buku, tetapi juga saling bertukar pandangan tentang berbagai hal. Suasananya santai, jadi teman-teman lebih terbuka untuk berdiskusi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan anggota lainnya, Reza Agnes. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci keberlangsungan komunitas tersebut. Pertemuan rutin setiap minggu membuat para anggota tetap termotivasi untuk terus membaca.
“Walaupun sederhana, kami berusaha konsisten mengadakan pertemuan. Dari pertemuan kecil seperti ini, kami berharap minat baca anak muda di Jepara bisa terus tumbuh,” katanya.
Selama satu tahun terakhir, komunitas ini tetap mempertahankan tradisi diskusi mingguan mereka. Dari pertemuan sederhana di berbagai sudut kota, Book Club Jepara perlahan menjelma menjadi ruang literasi alternatif bagi generasi muda.
Komunitas ini juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin bergabung. Dengan konsep santai dan inklusif, Book Club Jepara ingin memperluas gerakan membaca agar semakin banyak anak muda yang kembali akrab dengan buku.
Langkah kecil ini menunjukkan bahwa literasi tidak harus hadir dalam ruang kelas yang formal. Di tangan generasi Z Jepara, budaya membaca justru tumbuh melalui obrolan santai, secangkir kopi, dan semangat berbagi cerita.
***
Hadepe.
Tim Redaksi.
Jepara, 13 Maret 2026.

Tinggalkan Balasan