Queensha.id – Edukasi Sosial,
Sebuah unggahan yang beredar di media sosial dari akun Facebook Rahma Fitri mengangkat tema “Haram di Depan Umum, Halal di Depan Suami: Suara Manja yang Bikin Suami ‘Lemes'”. Unggahan tersebut mengajak para istri untuk menjaga kelembutan suara dan kemanjaan hanya ditujukan kepada suami, bukan kepada laki-laki yang bukan mahram.
Narasi tersebut menuai perhatian masyarakat karena berkaitan dengan kehidupan rumah tangga dalam Islam. Namun, penting dipahami bahwa isi unggahan media sosial merupakan opini yang perlu dipadukan dengan penjelasan berdasarkan Al-Qur’an, hadis, dan pendapat para ulama agar tidak disalahpahami.
Dalam Islam, hubungan suami istri dibangun atas dasar mawaddah wa rahmah (cinta dan kasih sayang). Allah SWT berfirman:
“…Maka janganlah kamu melembutkan suara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab: 32).
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa ayat tersebut menjadi pedoman agar wanita menjaga cara berbicara kepada laki-laki yang bukan mahram sehingga tidak menimbulkan fitnah. Sebaliknya, kepada suami, Islam justru menganjurkan sikap penuh kasih sayang, kelembutan, perhatian, serta kemesraan yang halal.
Para ulama juga menjelaskan bahwa kemesraan dalam rumah tangga merupakan bagian dari ibadah apabila diniatkan untuk menjaga kehormatan diri, mempererat hubungan suami istri, dan memenuhi hak pasangan. Namun demikian, keharmonisan keluarga tidak hanya bergantung pada suara manja atau rayuan semata, melainkan juga dibangun melalui komunikasi yang baik, saling menghormati, tanggung jawab, dan ketakwaan kepada Allah SWT.
10 Sikap yang Dapat Menghangatkan Rumah Tangga Menurut Islam
1. Berbicara dengan lembut kepada suami
Nada bicara yang lembut mampu menciptakan suasana rumah yang tenang. Banyak konflik berawal dari cara berbicara yang kasar.
Solusi: Biasakan menyampaikan pendapat dengan sopan, menghindari bentakan, serta memilih waktu yang tepat saat berdiskusi.
2. Menunjukkan kemanjaan yang wajar kepada suami
Kemanjaan kepada pasangan merupakan bentuk kasih sayang yang dibolehkan selama tidak berlebihan.
Solusi: Sesekali memanggil pasangan dengan panggilan sayang, memberikan perhatian, atau merayu secara santun dalam ruang privat.
3. Menjaga adab di hadapan non-mahram
Islam mengajarkan agar wanita menjaga tutur kata, penampilan, dan sikap ketika berinteraksi dengan laki-laki yang bukan mahram.
Solusi: Bersikap profesional, sopan, dan tidak sengaja menarik perhatian melalui suara atau perilaku.
4. Menciptakan suasana rumah yang menyenangkan
Suami maupun istri sama-sama membutuhkan rumah sebagai tempat beristirahat secara fisik dan emosional.
Solusi: Luangkan waktu bercanda, berbincang santai, dan saling menghibur setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
5. Menjadi pendengar yang baik
Setiap pasangan ingin didengarkan ketika menghadapi masalah.
Solusi: Dengarkan cerita pasangan tanpa memotong pembicaraan, lalu berikan dukungan dan doa.
6. Memberikan apresiasi
Ucapan sederhana seperti “terima kasih” atau “aku bangga padamu” dapat mempererat hubungan.
Solusi: Jangan ragu memuji usaha pasangan dalam mencari nafkah, mengurus rumah, atau mendidik anak.
7. Menjaga penampilan untuk pasangan
Sebagian ulama menganjurkan suami dan istri saling berhias agar pasangan merasa nyaman.
Solusi: Menjaga kebersihan tubuh, berpakaian rapi di rumah, dan memperhatikan kesehatan.
8. Menjaga komunikasi yang jujur
Kurangnya komunikasi menjadi penyebab banyak konflik rumah tangga.
Solusi: Biasakan berdiskusi mengenai keuangan, anak, pekerjaan, dan rencana masa depan tanpa saling menyalahkan.
9. Menjaga rahasia rumah tangga
Islam melarang membuka aib pasangan kepada orang lain tanpa alasan yang dibenarkan syariat.
Solusi: Jika ada masalah, selesaikan secara musyawarah atau berkonsultasi kepada ulama maupun konselor keluarga yang terpercaya.
10. Menjadikan ibadah sebagai pondasi keluarga
Kasih sayang akan semakin kuat jika dibangun di atas keimanan.
Solusi: Perbanyak salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, saling mendoakan, memperbanyak istighfar, serta membiasakan musyawarah dalam setiap persoalan keluarga.
Pandangan Ulama
Para ulama menegaskan bahwa seorang istri boleh menunjukkan kasih sayang, kelembutan, bahkan kemesraan kepada suaminya dalam batas yang dihalalkan syariat. Sebaliknya, kepada laki-laki yang bukan mahram, Islam memerintahkan agar menjaga adab, kehormatan, dan menghindari sikap yang dapat menimbulkan fitnah.
Di sisi lain, ulama juga mengingatkan agar masyarakat tidak memahami persoalan rumah tangga secara berlebihan atau hanya berfokus pada aspek romantis semata. Rumah tangga yang sakinah dibangun oleh banyak faktor, seperti akhlak mulia, saling menghargai, kesabaran, komunikasi yang sehat, tanggung jawab, saling memenuhi hak dan kewajiban, serta ketakwaan kepada Allah SWT.
Unggahan yang beredar di media sosial tersebut mengandung pesan positif mengenai pentingnya menjaga kemesraan hanya dalam hubungan yang halal, yakni antara suami dan istri. Namun, pesan tersebut perlu dipahami secara utuh berdasarkan Al-Qur’an, hadis, dan penjelasan para ulama.
Islam tidak hanya mengajarkan istri untuk bersikap lembut kepada suami, tetapi juga mengajarkan suami agar memperlakukan istrinya dengan kasih sayang, menghormati, membimbing, dan memenuhi hak-haknya. Ketika kedua belah pihak sama-sama menjalankan ajaran Islam, insyaallah akan terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, penuh cinta, ketenangan, dan keberkahan.
***
Sumber: Queensha Jepara/Rahma Fitri.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan