Queensha.id – Jepara,

 

Jagat media sosial dan warga Kabupaten Jepara dihebohkan dengan penangkapan seorang pria asal Kecamatan Batealit yang diduga nekat mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN).

Pria tersebut diketahui bernama Ngadiran alias Aji. Ia diamankan oleh Unit Intel Kodim 0719/Jepara setelah banyak warga merasa resah dengan gerak-geriknya yang disebut sering mengaku sebagai aparat intelijen negara.

 

 

Ditangkap Setelah Banyak Aduan Warga

Aksi pria yang disebut-sebut sebagai “intel palsu” itu akhirnya terhenti setelah petugas mendatangi kediamannya pada Kamis (21/5/2026).

Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) Kodim 0719/Jepara, Lettu Inf. Devi Norma J.T., membenarkan adanya operasi pengamanan terhadap warga sipil tersebut.

Menurutnya, penelusuran dilakukan setelah pihak Kodim menerima sejumlah laporan dari masyarakat.

“Setelah mendapatkan nama dan alamat, kami bersama anggota langsung menuju lokasi. Di sana ditemukan sejumlah atribut bertuliskan serta berlogo BIN,” ujar Lettu Inf. Devi saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).

 

 

Atribut BIN Disita Petugas

Saat dilakukan pemeriksaan di rumah pelaku, petugas menemukan berbagai atribut dan perlengkapan yang berkaitan dengan lembaga intelijen negara.

Sejumlah barang yang bertuliskan maupun berlogo BIN langsung diamankan sebagai barang bukti.

Meski demikian, pihak Kodim menyebut Ngadiran alias Aji tidak melakukan perlawanan saat petugas datang ke rumahnya.

Penangkapan ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial Jepara. Banyak warga mengaku kaget karena sebelumnya pria tersebut disebut cukup meyakinkan saat memperkenalkan diri sebagai aparat intelijen.

 

 

Warga Mengaku Sempat Percaya

Salah seorang warga Kecamatan Batealit, Ahmad Fauzi (38), mengaku sempat mendengar kabar bahwa pria tersebut sering memperlihatkan atribut tertentu kepada masyarakat.

“Katanya sering ngomong kalau dirinya orang BIN. Ada warga yang awalnya percaya karena pembawaannya serius,” ujarnya.

Sementara itu, Sri Wahyuni (42), warga sekitar lainnya, mengatakan masyarakat sempat merasa takut dan segan karena mengira yang bersangkutan benar-benar aparat negara.

“Kalau dengar kata intel kan orang otomatis mikirnya serius dan takut macam-macam,” katanya.

 

 

Belum Diproses Hukum karena Belum Ada Korban

Meski kedapatan menyimpan atribut instansi negara dan mengaku sebagai aparat, kasus tersebut hingga kini belum diproses secara pidana.

Pihak Kodim 0719/Jepara mengaku telah berkoordinasi dengan Polres Jepara terkait langkah hukum yang dapat diambil.

Namun berdasarkan hasil koordinasi, unsur pidana formal disebut belum sepenuhnya terpenuhi lantaran belum adanya laporan dari korban langsung.

“Awalnya memang ada rencana untuk diproses, namun terkendala belum adanya korban,” jelas Lettu Inf. Devi.

Ia menambahkan bahwa karena yang bersangkutan merupakan warga sipil, penanganannya juga harus melalui koordinasi dengan pihak kepolisian.

“Dari kepolisian disampaikan bahwa unsur dugaan tindak pidana masih belum terpenuhi,” lanjutnya.

 

 

Masyarakat Diimbau Tidak Mudah Percaya

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mudah percaya kepada seseorang yang mengaku aparat tertentu tanpa identitas resmi dan kejelasan tugas.

Pengamat sosial menilai fenomena pengakuan palsu sebagai aparat negara sering dimanfaatkan sebagian orang untuk mendapatkan pengaruh, dihormati, atau menimbulkan rasa takut di lingkungan sekitar.

Masyarakat diimbau segera melapor kepada aparat berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang meresahkan lingkungan.

Sementara itu, viralnya kasus ini juga memunculkan berbagai komentar dari netizen yang menyayangkan aksi nekat pria tersebut.

Tidak sedikit warga yang menyebut kejadian ini sebagai pelajaran penting agar masyarakat lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh hanya karena atribut atau pengakuan sepihak.

 

 

***

Sumber: KF.

Queensha Jepara, 22 Mei 2026.