Queensha.id – Jepara,
Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya unggahan yang berisi imbauan kepada orang tua untuk mewaspadai dugaan penculikan anak usia 1 hingga 12 tahun. Dalam poster yang viral tersebut, disebutkan berbagai modus pelaku yang diklaim menyamar sebagai pedagang, pengemis, hingga orang tak dikenal di lingkungan sekitar.
Informasi itu dengan cepat menyebar luas dan memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Banyak warga yang langsung membagikan ulang unggahan tersebut tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.
Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jepara, Wildan Umar Rela, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan maupun kejadian penculikan anak seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.
“Informasi itu hoaks. Sampai saat ini tidak ada kejadian seperti yang disampaikan dalam postingan tersebut. Kondisi Jepara aman dan kondusif,” tegasnya, Rabu (6/5/2026).
Polisi Imbau Warga Tidak Mudah Percaya Informasi Viral
Wildan juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.
Menurutnya, penyebaran berita bohong justru dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu di tengah masyarakat.
“Kalau mendapatkan informasi semacam itu, sebaiknya diklarifikasi terlebih dahulu. Jangan langsung disebarkan,” tambahnya.
Fenomena penyebaran hoaks seperti ini kerap terjadi, terutama melalui platform media sosial dan aplikasi pesan instan. Informasi yang belum tentu benar sering kali dikemas secara provokatif sehingga mudah dipercaya oleh masyarakat.
Waspada Tetap Perlu, Tapi Jangan Panik
Meski kabar tersebut dipastikan tidak benar, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
Langkah sederhana seperti mengawasi anak saat bermain, mengenalkan lingkungan sekitar, serta membangun komunikasi yang baik dengan anak dinilai penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Edukasi Literasi Digital Jadi Kunci
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital di tengah masyarakat.
Kemampuan untuk memilah informasi yang benar dan hoaks sangat diperlukan agar tidak mudah terprovokasi.
Masyarakat diharapkan dapat:
– Memeriksa sumber informasi.
– Menghindari menyebarkan kabar yang belum jelas.
– Mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
Dengan adanya klarifikasi dari kepolisian, masyarakat Jepara diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi menyesatkan yang beredar di media sosial.
***
Jepara, 6 Mei 2026.

Tinggalkan Balasan