Queensha.id – Edukasi Islam,
Sebuah unggahan di media sosial Facebook dari akun Rahma Fitri membahas mengenai cara menjaga keharmonisan hubungan suami istri ketika istri sedang mengalami haid. Dalam ajaran Islam, hubungan badan melalui vagina saat haid memang dilarang, tetapi hal tersebut tidak berarti pasangan suami istri harus menghentikan seluruh bentuk kasih sayang dan kemesraan.
Islam mengajarkan agar pasangan tetap saling menjaga cinta, perhatian, dan keharmonisan rumah tangga selama dilakukan sesuai batas-batas syariat.
Larangan Berhubungan Intim Saat Haid
Allah SWT berfirman:
“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: Haid itu adalah suatu kotoran. Maka jauhilah istri pada waktu haid dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci.” (QS. Al-Baqarah: 222)
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa larangan tersebut berkaitan dengan hubungan seksual melalui vagina selama masa haid.
Bentuk Kemesraan yang Diperbolehkan
1. Saling bercumbu
Dalam hadis yang diriwayatkan dari Aisyah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW tetap menunjukkan kasih sayang kepada istrinya ketika sedang haid.
Aisyah RA berkata:
“Saat saya sedang haid, Rasulullah SAW memerintahkanku memakai kain, kemudian beliau mencumbuku.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan bahwa bercumbu dan menunjukkan kasih sayang tetap diperbolehkan.
2. Berpelukan dan bermesraan
Pelukan, sentuhan, berbincang dengan penuh kasih sayang, serta bermesraan tetap dibolehkan selama tidak mengarah pada hubungan seksual yang dilarang ketika haid.
3. Membantu suami dengan tangan
Sebagian ulama berpendapat bahwa istri boleh membantu suami memperoleh kepuasan seksual menggunakan tangan selama tetap berada dalam ikatan pernikahan yang sah dan tidak melakukan hubungan seksual melalui vagina saat haid. Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai rincian praktik ini sehingga pasangan dianjurkan mengikuti pendapat ulama yang mereka yakini.
Allah SWT berfirman:
“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka…” (QS. Al-Mu’minun: 5–6)
4. Mencium dan menunjukkan kasih sayang
Suami istri tetap diperbolehkan saling mencium dan menunjukkan rasa cinta. Mengenai batasan tertentu, terdapat perbedaan pandangan di antara para ulama sehingga dianjurkan tetap menjaga adab dan menghindari hal-hal yang dapat mengarah pada pelanggaran syariat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Lakukanlah segala sesuatu kecuali bersetubuh.” (HR. Muslim)
5. Berciuman
Ciuman merupakan bentuk kasih sayang yang dianjurkan dalam kehidupan rumah tangga. Perhatian kecil, pelukan, dan ciuman dapat membantu menjaga keharmonisan pasangan meskipun istri sedang haid.
Hikmah Larangan Hubungan Intim Saat Haid
Beberapa hikmah yang dijelaskan para ulama antara lain:
- Menjaga kesehatan suami dan istri.
- Menghormati kondisi fisik istri yang sedang mengalami haid.
- Menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi.
- Mengajarkan kesabaran serta pengendalian diri.
- Memperkuat hubungan emosional, bukan hanya hubungan fisik.
Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga
Para ulama menjelaskan bahwa hubungan suami istri tidak hanya diukur dari hubungan seksual, tetapi juga dari perhatian, komunikasi, kasih sayang, saling menghormati, dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.
Selama masa haid, pasangan dapat memperbanyak komunikasi, saling memberikan perhatian, berdoa bersama, dan menunjukkan kasih sayang sesuai dengan tuntunan syariat.
Dengan memahami batasan-batasan yang diajarkan Islam, pasangan suami istri tetap dapat menjaga keharmonisan rumah tangga tanpa melanggar ketentuan agama.
***
Sumber: Diolah dari unggahan Facebook Rahma Fitri, hadis-hadis sahih, Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 222 dan QS. Al-Mu’minun: 5–6), serta penjelasan umum para ulama mengenai fikih hubungan suami istri saat haid.

Tinggalkan Balasan