Queensha.id – Musik,

 

Nama Iwan Fals sudah menjadi bagian penting dalam sejarah musik Indonesia. Penyanyi bernama lengkap Virgiawan Listanto ini dikenal sebagai musisi legendaris yang konsisten menyuarakan kritik sosial, kemanusiaan, lingkungan, hingga kehidupan masyarakat melalui lagu-lagunya.

Lahir di Jakarta pada 3 September 1961, Iwan Fals memulai karier bermusik pada akhir 1970-an. Ia dikenal dengan gaya musik folk, country, pop, dan rock yang dipadukan dengan lirik sederhana namun penuh makna.

Selama lebih dari empat dekade berkarya, Iwan Fals telah merilis puluhan album dan ratusan lagu yang banyak menjadi ikon musik Indonesia, seperti Bento, Bongkar, Ujung Aspal Pondok Gede, Ibu, Sarjana Muda, Yang Terlupakan, hingga Pesawat Tempurku.

Namun di balik lagu-lagu populernya, terdapat banyak karya yang oleh para penggemar sering disebut sebagai “lagu ghoib” Iwan Fals, yakni lagu yang tidak pernah dirilis secara komersial atau sangat sulit ditemukan.

 

Apa Itu Lagu “Ghoib” Iwan Fals?

Dikutip dari unggahan akun Facebook “Buku ini Aku Pinjam” yang memposting tentang lagu-lagu Iwan Fals yang tidak dipublikasikan (lagu ghoib). Nah istilah lagu ghoib bukan istilah resmi dari Iwan Fals, melainkan sebutan yang berkembang di kalangan penggemar. Istilah ini merujuk pada lagu-lagu yang pernah dibawakan dalam konser, direkam secara terbatas, menjadi demo, atau hanya beredar melalui rekaman kaset dan dokumentasi penggemar tanpa pernah dirilis secara resmi.

Sebagian lagu juga hanya dikenal dari pertunjukan langsung sehingga kualitas rekamannya beragam.

Daftar Lagu Langka Iwan Fals

Beberapa lagu yang dikenal sebagai lagu langka atau tidak dirilis resmi antara lain:

  • Demokrasi Nasi (1978)
  • Semar Mendem (1978)
  • Pola Sederhana (Anak Cendana) (1978)
  • Mbak Tini (1978)
  • Siti Sang Bidadari (1978)
  • Kisah Sapi Malam (1978)
  • Mince Makelar (1978)
  • Luka Lama (1984)
  • Anissa (1986)
  • Biarkan Indonesia Tanpa Koran (1986)
  • Oh Indonesia (1992)
  • Imelda Mardun (1992)
  • Maumere (1993)
  • Joned (1993)
  • Mesin Mesin Pembunuh (1994)
  • Suara dari Jalanan (1996)
  • Demokrasi Otoriter (1996)
  • Pemandangan (1996)
  • Jambore Wisata (1996)
  • Aku Tak Punya Apa-Apa (1997)
  • Cerita Lama Tiananmen (1998)
  • Serdadu dan Kutil (1998)
  • 15 Juta (1998)
  • Mencari Kata-Kata (1998)
  • Malam Sunyi (1999)
  • Sketsa Setan yang Bisu (2000)
  • Indonesiaku (2001)
  • Kemarau (2003)
  • Lagu Sedih (2003)
  • Kembali ke Masa Lalu (2003)
  • Harapan Tak Boleh Mati (2004)
  • Saat Minggu Masih Pagi (2004)
  • Repot Nasi/Sami Mawon (2005)
  • Hari Raya Bumi (2007)
  • Berita Cuaca (2008)
  • Paman Zam
  • Kapal Bau Pesing
  • Makna Hidup Ini
  • Selamat Tinggal Ramadhan
  • Nyatakan Saja
  • Berputar Putar
  • Air dan Batu
  • Lagu Pegangan
  • Semut Api dan Cacing Kecil
  • Kata-Kata
  • Peniti Benang
  • Pukul Dua Malam
  • Curiga
  • Penjara
  • Belatung
  • Dulu Sekarang dan Selamanya
  • Bunga Kayu di Beranda
  • Nyanyian Sopir
  • Bunga Hitam
  • Aku Bergelora
  • Pepaya
  • Ibuku Matahariku
  • Si Gembala Sapi (Babadotan)
  • Oh
  • Bersatulah
  • Join In Jeans & Jackets
  • Indonesia Pusaka
  • Pondokku
  • Reformasi
  • Tuhan
  • Kasih Jangan Kau Pergi (feat. Bunga)
  • Gila (feat. Bunga)
  • Maling Budiman
  • Serpihan Surga Pagar Alam
  • Tanah Air Udara dan Api (Live)
  • Komunitas Tiga Rambu (Live)
  • Birokrasi Semut
  • Rumi Sang Pencerah (2011)
  • Hentikan! (2011)
  • Isyarat (2011)
  • Gugusan Bintang (2011)
  • Garong Wan Takuup (2011)
  • Cenis Cenos (1990)
  • Polteng (Polisi Tengik), lagu jamming bersama Komunitas OI yang belum sempat direkam secara resmi.

Mengapa Banyak Lagu Iwan Fals Tidak Dirilis?

Pada masa Orde Baru, sejumlah karya Iwan Fals dikenal berisi kritik terhadap persoalan sosial, birokrasi, politik, ketimpangan ekonomi, hingga kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut membuat sebagian lagu tidak dirilis secara komersial atau hanya beredar secara terbatas.

Selain itu, dalam berbagai periode, sejumlah pertunjukan Iwan Fals juga pernah mengalami pembatasan, penundaan izin, hingga pembatalan konser. Faktor-faktor tersebut turut menyebabkan beberapa karya hanya hidup melalui rekaman konser, kaset koleksi pribadi, atau dokumentasi para penggemarnya.

Perlu dicatat bahwa tidak semua lagu dalam daftar di atas memiliki penjelasan resmi dari Iwan Fals mengenai alasan tidak dirilis. Sebagian informasi berasal dari dokumentasi komunitas penggemar dan arsip pertunjukan yang beredar selama bertahun-tahun.

Warisan Musik Iwan Fals

Hingga kini, Iwan Fals tetap menjadi salah satu musisi paling berpengaruh di Indonesia. Karya-karyanya tidak hanya dinikmati sebagai hiburan, tetapi juga menjadi catatan sejarah sosial yang merekam berbagai dinamika kehidupan bangsa dari masa ke masa.

Keberadaan lagu-lagu langka tersebut semakin memperkaya perjalanan musikal Iwan Fals dan menjadi buruan para kolektor serta penggemar yang ingin menelusuri sisi lain dari perjalanan seorang legenda musik Indonesia.

 

***

Sumber: Akun Facebook.