Queensha.id – Jepara, (Wisata Religi)
Jejak penyebaran Islam di Kabupaten Jepara tidak hanya berkembang di wilayah pesisir, tetapi juga merambah hingga daerah pegunungan dan pedalaman. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya makam ulama, habib, dan tokoh cikal bakal desa di Kecamatan Keling, Kembang, dan Mayong yang hingga kini masih dihormati masyarakat.
Selain menjadi tempat ziarah, makam-makam tersebut juga menjadi saksi sejarah perjalanan dakwah Islam di wilayah timur Kabupaten Jepara.
Kecamatan Keling
Wilayah Keling dikenal sebagai salah satu kawasan tua yang berkembang sejak masa Kerajaan Demak hingga Kesultanan Pajang.
Desa Jlegong
Tokoh:
- Syeikh Sawunggaling (Ki Ageng Keling)
Dalam tradisi masyarakat, Ki Ageng Keling dikenal sebagai tokoh yang membuka wilayah Keling sekaligus menyebarkan agama Islam melalui pendekatan sosial dan pertanian. Nama beliau sangat dihormati dan dianggap sebagai salah satu sesepuh utama di kawasan tersebut.
Desa Keling
Tokoh:
- Syeikh Bono Keling
Syeikh Bono Keling dipercaya sebagai ulama yang melanjutkan dakwah Islam di wilayah Keling. Kisah hidup beliau banyak diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi lisan masyarakat.
Kecamatan Kembang
Selain terkenal dengan panorama alamnya, Kecamatan Kembang juga menyimpan sejarah panjang penyebaran agama Islam.
Desa Balong
Tokoh:
- Syeikh Lemah Abang
Nama Syeikh Lemah Abang cukup dikenal dalam tradisi masyarakat Jawa. Namun, para peneliti mengingatkan bahwa terdapat beberapa tokoh dengan nama serupa di berbagai daerah sehingga perlu penelitian sejarah lebih lanjut untuk memastikan identitas masing-masing tokoh.
Desa Jinggotan
Tokoh:
- Syeikh Kertosuro (Balekambang)
Beliau diyakini sebagai salah satu ulama yang mengembangkan dakwah Islam di wilayah Kembang.
Desa Kaliaman
Tokoh:
- Mbah Suto.
- Mbah Saibah Qobul.
Masyarakat setempat menghormati kedua tokoh tersebut sebagai sesepuh desa yang berperan dalam pembentukan permukiman awal.
Desa Tubanan
Tokoh:
- Mbah Alim Agung
Nama Mbah Alim Agung masih sering disebut dalam berbagai kegiatan keagamaan masyarakat Tubanan.
Kecamatan Mayong
Mayong merupakan salah satu wilayah penting dalam sejarah perkembangan Islam di Jepara. Banyak ulama besar pernah berdakwah di kawasan ini.
Desa Bandung
Tokoh:
- Mbah Aji Satrunosinggih.
- Mbah Buyut Kluwak.
Desa Buaran
Tokoh:
- Mbah Nawawi (Kedung Ombo)
Dalam tradisi masyarakat Jepara, Mbah Nawawi dipercaya sebagai murid Sunan Kalijaga. Beliau dikenal menyebarkan Islam dengan pendekatan budaya, pertanian, dan kehidupan sehari-hari sehingga ajarannya mudah diterima masyarakat.
Desa Bungu
Tokoh:
- Mbah Begawan Mbugo
Beliau dipercaya sebagai cikal bakal Desa Bungu.
Desa Datar
Tokoh:
- Mbah Podang
Desa Jebol
Tokoh:
- Mbah Wali Hasan Bisri
Nama beliau dikenal sebagai salah satu ulama penyebar Islam di wilayah Mayong.
Desa Kuanyar
Tokoh:
- Mbah Nyai Emban.
- Syeikh Nursyid.
Desa Mayong Kidul
Tokoh:
- Simbah Ki Tanu Jayan
Desa Mayong Lor
Tokoh:
- Mbah Sholeh
Desa Ngroto
Tokoh:
- Mbah Tasmin
Dalam tradisi masyarakat, Mbah Tasmin dikenal sebagai ayah dari ulama besar KH Sholeh Darat Semarang, seorang guru yang juga pernah mengajar R.A. Kartini. Keterkaitan ini menjadikan Ngroto memiliki posisi penting dalam sejarah pendidikan Islam di Jawa Tengah.
Desa Pancur
Pancur menjadi salah satu desa dengan jumlah makam tokoh agama terbanyak di Kecamatan Mayong.
Tokoh yang dimakamkan meliputi:
- Mbah Hasan Kafrawi.
- Mbah Mesir (Syeikh Baladah).
- Mbah Abdul Ghoni.
- Mbah Ronggo Jiwo.
- Mbah Burhan Amin.
- Mbah Merto (Punden Pancur).
Syeikh Baladah (Mbah Mesir)
Menurut cerita masyarakat, Mbah Mesir atau Syeikh Baladah hidup sezaman dengan Sunan Kalijaga (Raden Syahid). Beliau dikenal sebagai ulama yang berdakwah di kawasan persawahan dan pedesaan sehingga Islam berkembang dengan damai melalui pendekatan sosial.
Makam beliau hingga kini masih ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
Desa Pule
Tokoh:
- KH Abdul Syukur
Beliau dikenal sebagai ulama yang berpengaruh dalam perkembangan pendidikan Islam di wilayah Mayong.
Desa Sengon Bugel
Tokoh:
- Mbah Majansari.
- Mbah Mangun Topo.
Desa Singorojo
Tokoh:
- Mbah Datuk Singorojo
Nama beliau dipercaya menjadi asal-usul Desa Singorojo. Dalam tradisi masyarakat, tokoh ini juga memiliki keterkaitan sejarah dengan Datuk Gurunadi di wilayah Kedung.
Desa Tigajuru
Tokoh:
- Mbah Noto Kusumo.
- Mbah Abdul Mufakatan.
- Mbah Suriyah.
- Ibu Tanjung Sari.
Keempat tokoh tersebut dihormati sebagai sesepuh dan cikal bakal Desa Tigajuru.
Dakwah Melalui Pendekatan Budaya
Banyak tokoh di Keling, Kembang, dan Mayong menyebarkan Islam melalui cara yang damai. Mereka mengajarkan agama dengan pendekatan budaya lokal, pertanian, perdagangan, pendidikan, hingga keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Model dakwah seperti inilah yang membuat Islam berkembang pesat di Jepara tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya masyarakat setempat.
Perlu dipahami bahwa sebagian kisah para tokoh berasal dari tradisi lisan masyarakat dan belum seluruhnya memiliki sumber sejarah tertulis. Karena itu, kajian akademik tetap diperlukan untuk membedakan antara fakta sejarah dan cerita rakyat yang berkembang.
Bersambung ke Bagian 5
Pada Bagian 5, akan dibahas secara lengkap makam para wali dan cikal bakal desa di:
- Kecamatan Mlonggo
- Kecamatan Nalumsari
- Kecamatan Pakis Aji
- Kecamatan Pecangaan
Di antaranya mengulas Syeikh Dimyati, Mbah Agung Alim Sekacer, Nyai Emas Sumangkin, Mbah Rahmat Fathillah, Mbah Mukhowa’ (Mbah Kawak), Sayyid Ali Al-Kaff, Sunan Geseng, Ki Ronggo Kusumo, Syeikh Salafullah (Pathok Siji) dan puluhan tokoh lainnya.
(Bersambung)
***
Sumber: Berbagai sumber.
Penulis: Vico Rahman m

Tinggalkan Balasan