Queensha.id – Bandung,

 

Sosok “Mak Jedor” kini tengah viral di media sosial, khususnya di TikTok. Nama ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet, terutama bagi pengguna yang kerap berselancar di platform tersebut.

Mak Jedor, yang memiliki nama asli Alan Kurniawan, merupakan pria asal Bandung. Ia dikenal luas berkat konten-konten kreatifnya yang mengusung karakter horor klasik dengan sentuhan komedi segar.

Lewat unggahan video maupun siaran langsung, Mak Jedor sukses menghibur publik dengan berbagai konsep unik. Mulai dari “kuntilanak isi bensin”, “kunti sakit gigi”, hingga “kunti banyak pikiran” yang semuanya dikemas dengan gaya khas yang mengundang tawa sekaligus rasa penasaran.

Tak heran jika ia kerap dijuluki sebagai “ratu horor online”. Penampilan dan gaya bicaranya yang mirip dengan mendiang Suzzanna membuat banyak warganet merasa bernostalgia dengan sosok ikon horor Tanah Air tersebut.

 

Kehadiran Mak Jedor dianggap bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi jembatan nostalgia bagi generasi yang tumbuh dengan film-film horor klasik Indonesia.

Di balik layar, Alan menjalani kehidupan yang cukup kontras dengan karakternya. Ia diketahui bekerja sebagai penyiar di Radio Rama Bandung, sekaligus menjalankan usaha kuliner.

Popularitasnya terus meroket. Saat ini, akun TikTok Mak Jedor telah mengumpulkan lebih dari satu juta pengikut, sementara akun Instagramnya mendekati ratusan ribu followers.

 

Kondisi ini membuatnya kebanjiran tawaran kerja sama dan endorsement.
Tak hanya aktif di media sosial, Mak Jedor juga sempat tampil di berbagai podcast bersama sejumlah figur publik seperti Sule, Gilang Dirga, dan Mongol Stres dalam program “Kalapuna”.

Menariknya, Mak Jedor juga merambah dunia musik. Ia merilis single berjudul Aku Mak Jedor yang merupakan ciptaannya sendiri dan diproduseri oleh Popow Limaya dari Limaya Production.
Lagu tersebut membawa nuansa jenaka yang selaras dengan karakternya. Salah satu potongan liriknya berbunyi,

“Aku Mak Jedor, cintaku tak akan kendor, meski tampang kayak mandor, cintaku bukan cinta horor.”

 

“Mak Jedor itu bukan sekadar karakter seram, tapi hiburan yang dekat dengan masyarakat. Saya ingin menghadirkan horor yang bisa bikin ketawa sekaligus mengenang masa kejayaan film horor Indonesia. Selama penonton terhibur, Mak Jedor akan terus ada,” pungkasnya.

 

***