Queesha.id – Jepara,
Warga Desa Klepu, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, digegerkan dengan penemuan seorang petani yang meninggal dunia di area Persawahan Juwana, Minggu (5/7/2026) sore.
Korban diketahui bernama Sutar (50), warga RT 08/RW 02 Desa Klepu. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat faktor kesehatan saat sedang beraktivitas di sawah.
Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Aparat kepolisian dari Polsek Keling bersama tim medis Puskesmas Keling 1 segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Berawal dari Temuan Warga
Kapolsek Keling AKP Suyitno, S.H. membenarkan adanya penemuan jasad seorang petani di area persawahan.
“Laporan kami terima sekitar pukul 15.10 WIB. Setelah menerima informasi dari masyarakat, anggota langsung menuju lokasi bersama tim medis untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan terhadap korban,” ujar AKP Suyitno.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa bermula ketika seorang warga bernama Sisanwar (47) melihat seseorang tergeletak di tengah area persawahan dalam kondisi tidak bergerak.
Karena curiga, Sisanwar kemudian memanggil dua warga lainnya, Yoyok Supriadi (41) dan Santoso (40), guna memastikan kondisi korban.
Setelah didekati, korban diketahui telah meninggal dunia dan dikenali sebagai Sutar, warga Desa Klepu. Ketiganya kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Polisi dan Tim Medis Lakukan Pemeriksaan
Petugas Polsek Keling bersama tenaga kesehatan dari UGD Puskesmas Keling 1 langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan luar terhadap jasad korban.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan penyebab meninggalnya korban sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan dr. Dimas Prasetyo U., tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi keracunan pada tubuh korban.
Kapolsek Keling menjelaskan, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat faktor kesehatan yang diperparah oleh kelelahan saat bekerja di area persawahan.
“Hasil pemeriksaan medis menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun keracunan. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena faktor kesehatan atau sakit yang diperparah oleh kondisi fisik yang lelah saat bekerja di sawah,” jelas AKP Suyitno, Selasa (7/7/2026).
Pihak keluarga menerima hasil pemeriksaan tersebut dan menyatakan menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Polisi Imbau Petani Utamakan Kesehatan
Menyikapi peristiwa tersebut, AKP Suyitno mengingatkan masyarakat, khususnya para petani, agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan ketika beraktivitas di lahan pertanian.
Menurutnya, pekerjaan di sawah membutuhkan tenaga fisik yang cukup besar sehingga masyarakat diimbau tidak memaksakan diri apabila kondisi tubuh sedang kurang fit.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga, khususnya para petani, agar tidak memaksakan diri saat bekerja. Jika merasa lelah atau kondisi tubuh kurang sehat, sebaiknya segera beristirahat. Keselamatan dan kesehatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Warga Kenang Korban sebagai Sosok Pekerja Keras
Kepergian Sutar meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun warga Desa Klepu. Sejumlah warga tampak berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan doa.
Salah seorang warga setempat menyebut almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah dan pekerja keras.
“Beliau orangnya baik, rajin bekerja, dan mudah bergaul dengan warga. Kami semua sangat kehilangan,” ujar seorang tetangga korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi kesehatan, terutama bagi masyarakat yang bekerja di sektor pertanian dengan aktivitas fisik yang cukup berat, terlebih saat cuaca tidak menentu.
***
Sumber: M8.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan