Queensha.id – Jepara,

 

Menjelang tradisi Lebaran Apem yang digelar masyarakat Jepara, geliat usaha rumahan mulai terasa. Salah satunya datang dari dapur produksi “Apem Minul” di Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo, yang kini kebanjiran pesanan hingga ribuan kue setiap harinya.

Pemilik usaha, Bu Sholikatin, warga Dukuh Kedong Lamping RT 04/RW 06, mengungkapkan bahwa permintaan meningkat tajam sejak Rabu (15/4/2026). Dalam sehari, ia mampu memproduksi hingga 9.000 apem untuk memenuhi pesanan pelanggan.

“Mulai kemarin sampai sekarang Alhamdulillah ramai pesanan. Biasanya produksi sampai 9.000 apem,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Usaha yang telah dirintis lebih dari tujuh tahun ini kini menjadi salah satu andalan warga dalam memenuhi kebutuhan tradisi tahunan Lebaran Apem, yang tahun ini jatuh pada Jumat (17/4/2026).

Dalam proses produksinya, apem dibuat dari bahan sederhana seperti tepung terigu, tepung beras yang dicampur bahan pengembang, santan, gula pasir, dan garam. Sementara untuk kuahnya, digunakan campuran santan, gula merah, dan gula putih yang diaduk hingga menghasilkan cita rasa manis khas.

Dengan harga Rp20 ribu per 10 biji, apem buatan Bu Sholikatin terbilang terjangkau dan banyak diminati, tidak hanya oleh warga sekitar tetapi juga dari berbagai daerah.

Untuk memenuhi lonjakan permintaan, ia dibantu oleh 10 karyawan yang bekerja sejak pagi hingga malam hari. Bahkan, lembur menjadi hal biasa menjelang puncak perayaan.

“Kalau lagi ramai seperti sekarang, produksi bisa sampai malam,” tambahnya.

Tak hanya apem, dapur “Apem Minul” juga memproduksi berbagai jajanan tradisional berbahan ketan seperti lupis dan gemblong, yang turut menjadi favorit saat momentum tradisi.

Bu Sholikatin mengaku, saat ini memiliki sekitar 50 pelanggan tetap atau reseller yang rutin memesan dalam jumlah besar. Hal ini menjadi bukti bahwa usaha rumahan pun mampu berkembang dan menjadi penopang ekonomi keluarga.

Di balik kesuksesan tersebut, ia tetap menjalani usaha secara sederhana, sementara sang suami bekerja sebagai buruh harian lepas.

Tradisi Lebaran Apem sendiri menjadi salah satu kearifan lokal masyarakat Jepara yang masih lestari hingga kini. Selain sebagai simbol kebersamaan, momen ini juga menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha kecil.

“Silakan kalau mau pesan, bisa hubungi nomor orang saya, 0882-0089-24585 Wa, ” pungkasnya.

Di tengah modernisasi, geliat usaha seperti ini menjadi bukti bahwa tradisi dan ekonomi rakyat bisa berjalan beriringan yang menghidupkan budaya sekaligus menguatkan penghidupan warga.

 

***
(16 April 2026)