Queensha.id – Jepara,

 

Gelaran Jepara in Fashion 2026 sukses mencuri perhatian masyarakat dalam rangkaian Festival Perang Obor di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara pada Minggu (24/5/2026). Acara ini bukan sekadar pertunjukan busana, melainkan panggung besar untuk memperkenalkan kekayaan wastra lokal Jepara ke tingkat nasional.

Mengusung tema “Niskala Wastra”, Jepara in Fashion menghadirkan perpaduan budaya tradisional dengan sentuhan industri kreatif modern. Kegiatan tersebut menjadi simbol kebangkitan fashion berbasis budaya lokal yang mulai mendapat perhatian luas dari masyarakat dan pelaku industri kreatif.

Wastra khas Jepara seperti Batik Tegalsambi dan Tenun Troso tampil menjadi sorotan utama dalam parade busana yang melibatkan desainer lokal, pelajar, komunitas kreatif hingga pelaku UMKM binaan Dekranasda Jepara.

 

 

Angkat Budaya Lokal Lewat Fashion Modern

Festival ini menunjukkan bahwa kain tradisional tidak kalah menarik dibanding produk fashion modern lainnya. Berbagai rancangan busana yang ditampilkan berhasil memadukan nilai budaya dengan gaya kekinian yang diminati generasi muda.

Pemerintah daerah bersama pelaku ekonomi kreatif menilai langkah ini menjadi strategi penting untuk memperkuat identitas budaya Jepara di tengah perkembangan industri fashion nasional.

Selain menampilkan karya desainer lokal, acara juga menjadi ruang promosi bagi UMKM agar produk mereka semakin dikenal masyarakat luas.

 

 

Perang Obor dan Fashion Jadi Magnet Wisata

Festival Perang Obor selama ini dikenal sebagai tradisi budaya turun-temurun masyarakat Tegalsambi. Tradisi tersebut dipercaya sebagai simbol penolak bala sekaligus bentuk rasa syukur masyarakat.

Kini, tradisi itu dikombinasikan dengan event kreatif seperti Jepara in Fashion untuk menarik wisatawan lebih luas, khususnya generasi muda.

Perpaduan budaya tradisional dan modern dinilai mampu menciptakan daya tarik baru bagi sektor pariwisata Jepara.

Tidak hanya wisatawan lokal, kegiatan semacam ini juga berpotensi mendatangkan perhatian wisatawan luar daerah hingga nasional.

 

 

Purnomo Wardoyo: Budaya Harus Jadi Kekuatan Ekonomi

Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo menilai Jepara in Fashion 2026 menjadi langkah positif dalam membangun identitas daerah melalui jalur budaya dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, festival budaya tidak boleh hanya berhenti sebagai tontonan tahunan, tetapi harus mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal.

“Jepara memiliki kekuatan budaya yang luar biasa. Kalau tradisi seperti Perang Obor dipadukan dengan fashion dan UMKM lokal, maka efeknya bisa sangat besar untuk pariwisata dan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Senin (25/5).

Ia juga menilai generasi muda perlu terus dilibatkan agar budaya daerah tidak kehilangan penerus di masa depan.

“Anak muda sekarang harus dibuat bangga memakai produk lokal. Batik Tegalsambi dan Tenun Troso itu punya kualitas dan nilai seni tinggi. Tinggal bagaimana dikemas modern dan dipromosikan secara luas,” tambahnya.

 

 

Batik Tegalsambi dan Tenun Troso Jadi Andalan

Dalam Jepara in Fashion 2026, Batik Tegalsambi tampil dengan motif khas bernuansa budaya pesisir yang sarat filosofi lokal. Sementara Tenun Troso kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu kain tenun unggulan dari Jepara yang telah dikenal hingga pasar internasional.

Pelaku UMKM berharap event semacam ini dapat membuka peluang pasar baru sekaligus meningkatkan nilai jual produk lokal.

Selain itu, promosi digital melalui media sosial dinilai sangat membantu memperluas jangkauan pemasaran produk wastra Jepara.

 

 

Dorong Generasi Muda Cinta Produk Lokal

Jepara in Fashion juga membawa pesan penting agar generasi muda mulai bangga menggunakan produk daerah sendiri. Di tengah maraknya produk luar negeri, wastra lokal dinilai memiliki nilai budaya dan kualitas yang tidak kalah bersaing.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah edukasi bahwa budaya dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang menjanjikan.

Dengan dukungan pemerintah, komunitas kreatif, serta masyarakat, Jepara berpeluang menjadi salah satu pusat fashion budaya di Indonesia.

 

 

Jepara Menuju Kota Kreatif Berbasis Budaya

Melalui berbagai festival budaya dan fashion, Jepara kini mulai membangun citra sebagai daerah kreatif berbasis budaya lokal. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya pelestarian tradisi sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.

Jepara in Fashion 2026 menjadi bukti bahwa budaya lokal dapat dikemas modern tanpa kehilangan identitas aslinya.

Apabila konsisten dikembangkan, event seperti ini berpotensi menjadi agenda wisata budaya tahunan berskala nasional yang mampu mengangkat nama Jepara di dunia fashion Indonesia.

 

 

***

Diskominfo Jepara.

Queensha Jepara, 25 Mei 2026.