Queensha.id – Edukasi Kesehatan,
Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di dunia. Salah satu jenis stroke yang paling berbahaya adalah stroke hemoragik, yaitu kondisi ketika pembuluh darah di otak pecah sehingga menyebabkan perdarahan yang mengganggu suplai darah dan oksigen ke jaringan otak.
Dokter menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan secepat mungkin. Semakin lama penderita tidak mendapatkan pertolongan, semakin besar risiko kerusakan otak permanen hingga kematian.
Selain tekanan darah tinggi (hipertensi), pola hidup tidak sehat seperti merokok dan mengonsumsi alkohol secara berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke hemoragik.
Apa Itu Stroke Hemoragik?
Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah sehingga darah keluar dan menekan jaringan otak di sekitarnya. Akibatnya, sel-sel otak tidak memperoleh oksigen dan nutrisi yang cukup sehingga mulai mengalami kerusakan.
Berdasarkan lokasi perdarahannya, stroke hemoragik dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
- Perdarahan intraserebral, yaitu perdarahan yang terjadi langsung di dalam jaringan otak.
- Perdarahan subaraknoid, yaitu perdarahan yang terjadi di ruang antara otak dan selaput pembungkus otak, yang sering berkaitan dengan aneurisma atau pelebaran pembuluh darah.
Kenali Gejala Awalnya
Gejala stroke hemoragik biasanya muncul secara mendadak. Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda awal agar penderita segera mendapatkan pertolongan medis.
Gejala yang sering muncul antara lain:
- Wajah mencong atau senyum tidak simetris.
- Bicara pelo atau sulit berbicara.
- Salah satu lengan atau tungkai tiba-tiba lemah atau lumpuh.
- Mati rasa atau kesemutan pada salah satu sisi tubuh.
- Pandangan kabur atau mendadak kehilangan penglihatan.
- Sakit kepala hebat yang muncul secara tiba-tiba.
- Mual dan muntah.
- Kejang.
- Penurunan kesadaran hingga pingsan.
Masyarakat dapat mengingat tanda-tanda tersebut melalui metode SeGeRa ke RS, yakni Senyum tidak simetris, Gerak anggota tubuh melemah, Bicara pelo, lalu segera dibawa ke Rumah Sakit.
Mengapa Perokok dan Peminum Alkohol Berisiko Tinggi?
Merokok dapat merusak dinding pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, serta mempercepat penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah di otak.
Sementara itu, konsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat memicu hipertensi, gangguan irama jantung, hingga meningkatkan risiko perdarahan di otak.
Selain itu, faktor risiko lain yang dapat menyebabkan stroke hemoragik meliputi:
- Hipertensi yang tidak terkontrol.
- Aneurisma otak.
- Kelainan pembuluh darah (malformasi arteri-vena).
- Cedera kepala berat.
- Penggunaan obat pengencer darah tanpa pengawasan medis.
Jangan Abaikan Gejalanya
Apabila seseorang tiba-tiba mengalami wajah mencong, bicara pelo, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh, jangan menunggu gejala membaik dengan sendirinya.
Segera hubungi layanan darurat atau bawa penderita ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat. Penanganan yang cepat dapat meningkatkan peluang keselamatan sekaligus mengurangi risiko kecacatan permanen.
Pencegahan Lebih Baik daripada Mengobati
Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat menerapkan gaya hidup sehat untuk menurunkan risiko stroke, di antaranya:
- Berhenti merokok.
- Menghindari konsumsi alkohol berlebihan.
- Mengontrol tekanan darah secara rutin.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Berolahraga secara teratur.
- Menjaga berat badan ideal.
- Mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Stroke hemoragik merupakan kondisi darurat medis yang dapat menyebabkan kecacatan permanen hingga kematian apabila tidak segera ditangani. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan menjadi dua faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit ini, terutama jika disertai hipertensi yang tidak terkontrol.
Mengenali gejala awal seperti wajah mencong, bicara pelo, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, dan sakit kepala hebat dapat menyelamatkan nyawa. Oleh karena itu, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat serta segera mencari pertolongan medis apabila menemukan tanda-tanda stroke.
***
Sumber: Kedokteran.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan