Queensha.id – Jepara,
Di tengah arus modernisasi dan derasnya transformasi digital, semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tetap hidup dan relevan. Tepat pada peringatan Hari Kartini ke-147, Queensha.id sebagai portal media online Jepara turut menyuarakan penghormatan atas jasa besar pelopor emansipasi perempuan Indonesia tersebut.
Kartini, yang lahir di Jepara pada 21 April 1879, dikenal sebagai sosok visioner yang melampaui zamannya. Di tengah keterbatasan budaya feodal saat itu, ia berani menggugat ketidakadilan terhadap perempuan, khususnya dalam akses pendidikan. Gagasan-gagasannya yang progresif kemudian dihimpun dalam karya legendaris Habis Gelap Terbitlah Terang, yang hingga kini menjadi simbol kebangkitan perempuan Indonesia.
Melalui momentum ini, Queensha.id menegaskan komitmennya sebagai media yang menyajikan informasi aktual, tajam, dan terpercaya, sekaligus ikut mendorong peran perempuan dalam pembangunan daerah dan nasional.
“Perempuan Hebat, Berdaya Kuat dan Anak Terlindungi, Jepara Joss Jiss,” menjadi pesan utama dalam peringatan tahun ini. Semangat tersebut mencerminkan harapan agar perempuan tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga menjadi pilar dalam perlindungan generasi masa depan.
Pimpinan Redaksi Queensha Jepara, Yusron, turut menyampaikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa perempuan Jepara hari ini telah menunjukkan kiprah luar biasa dalam berbagai sektor.
“Perempuan Jepara kini semakin kuat dan hebat. Mereka tidak hanya menjadi penopang keluarga, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal, mulai dari sektor UMKM, industri kreatif, hingga perdagangan. Kontribusi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat Kartini terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peran perempuan dalam membangun kesejahteraan masyarakat tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan akses pendidikan yang semakin terbuka dan peluang ekonomi yang lebih luas, perempuan Jepara dinilai mampu bersaing dan berinovasi di era global.
Peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi atas perjalanan panjang perjuangan kesetaraan. Dari Jepara, tanah kelahiran Kartini, semangat itu terus menyala hingga menginspirasi perempuan untuk berani bermimpi, melangkah, dan menentukan masa depan mereka sendiri.
Di usia ke-147 ini, Kartini seolah kembali mengingatkan bahwa terang tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diperjuangkan. Dan hari ini, perjuangan itu masih terus berlanjut—dengan wajah-wajah perempuan tangguh yang membawa perubahan nyata bagi Indonesia.
***
Pimpinan Redaksi: Yusron.
(21 April 2026)

Tinggalkan Balasan