Queensha.id – Jepara,
Kebakaran terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandengan, Kabupaten Jepara, pada Minggu (2/8/2026) malam. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran, api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu setengah jam tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang dilaporkan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Titik api pertama kali muncul di area sisi timur TPA Bandengan dengan luas area yang terdampak diperkirakan sekitar 5 x 5 meter.
Kepala Satpol PP dan Damkar Jepara, Edy Marwoto, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari gas metana yang dihasilkan timbunan sampah. Gas tersebut diduga terpicu oleh kondisi cuaca panas sehingga memunculkan api.
“Api diduga dipicu oleh gas metana dari timbunan sampah. Kondisi suhu udara yang tinggi dan hembusan angin kencang membuat kobaran api cepat membesar,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Laporan kebakaran diterima petugas pemadam kebakaran pada pukul 20.00 WIB. Hanya berselang tiga menit, tim Damkar Jepara tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman bersama petugas pengelola TPA.
Dalam operasi tersebut, satu unit mobil suplai dari Mako 113 diterjunkan dengan personel Darno, Zufar, dan Deni untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area lainnya.
Setelah berjibaku melakukan pemadaman, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 21.15 WIB. Selanjutnya dilakukan proses pendinginan hingga situasi dinyatakan benar-benar aman pada pukul 21.30 WIB.
Sebagai langkah antisipasi, petugas juga menyiagakan alat berat dan berkoordinasi dengan pengelola TPA Bandengan guna mencegah munculnya titik api baru akibat gas metana yang masih berpotensi terbentuk dari timbunan sampah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Hingga proses penanganan selesai, kondisi di lokasi dipastikan aman dan terkendali.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap potensi kebakaran di kawasan tempat pembuangan akhir, terutama saat musim kemarau dengan suhu udara tinggi yang dapat meningkatkan risiko terbakarnya gas metana hasil dekomposisi sampah.
***

Tinggalkan Balasan