Queensha.id – Edukasi Sosial,
Sejumlah kebiasaan rumah tangga yang kerap dianggap sepele ternyata masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai penyebab “betahnya” makhluk tak kasat mata di dalam rumah. Mulai dari membiarkan pintu terbuka saat maghrib hingga rumah yang berantakan, kepercayaan ini hidup berdampingan dengan penjelasan logis dan ajaran agama.
Fenomena ini, menurut pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, tidak bisa dilihat semata sebagai mitos. Ia menyebut, banyak nasihat turun-temurun justru memiliki nilai praktis yang relevan dengan kehidupan modern.
“Kalau dilihat lebih dalam, ini bukan sekadar soal setan atau tidak. Tapi tentang bagaimana manusia diajarkan menjaga ketertiban, kebersihan, dan ketenangan dalam rumah,” ujarnya, Kamis (2/4).
Maghrib: Antara Keyakinan dan Kedisiplinan
Kebiasaan menutup pintu dan jendela saat maghrib menjadi salah satu yang paling kuat diyakini masyarakat. Dalam ajaran Islam, terdapat anjuran untuk menutup pintu sambil menyebut nama Allah guna menghindari gangguan setan.
Namun di sisi lain, kebiasaan ini juga dinilai memiliki manfaat praktis hingga mengurangi masuknya serangga, menjaga keamanan, serta memastikan anggota keluarga sudah berada di dalam rumah saat malam tiba.
Dapur Kotor dan Sampah Berserakan
Membiarkan cucian piring menumpuk dan sampah berserakan sering dikaitkan dengan energi negatif. Secara logika, kondisi ini jelas mengundang bau tidak sedap, serangga, hingga risiko penyakit.
“Lingkungan yang kotor itu secara psikologis juga memengaruhi suasana hati. Orang jadi mudah stres tanpa sadar,” tambah Purnomo Wardoyo.
Ruangan Gelap dan Minim Sirkulasi
Kamar yang gelap total dan minim ventilasi juga kerap dikaitkan dengan hal mistis. Namun secara ilmiah, ruang tanpa cahaya dan sirkulasi udara yang baik memang berpotensi menimbulkan rasa pengap, lembap, bahkan memicu pertumbuhan jamur.
Rumah Berantakan, Pikiran Ikut Terbebani
Kondisi rumah yang berantakan sebelum ditinggal pergi juga disebut-sebut membawa “energi buruk”. Meski terdengar mistis, dampaknya nyata: pikiran menjadi tidak tenang, rasa malas meningkat, hingga potensi munculnya hama.
Menurut Purnomo Wardoyo, konsep “energi negatif” dalam konteks ini bisa dimaknai sebagai kondisi psikologis yang terganggu akibat lingkungan yang tidak tertata.
Kebiasaan Kecil, Dampak Besar
Hal lain seperti membiarkan pakaian berserakan setelah dicuci juga memperkuat kesan rumah tidak terurus. Selain berpotensi menimbulkan bau, hal ini memperburuk kenyamanan ruang tinggal.
Lebih dari Sekadar Kepercayaan
Di tengah perdebatan antara mitos dan fakta, satu hal yang pasti: rumah yang bersih, rapi, terang, dan memiliki sirkulasi udara baik terbukti memberikan ketenangan bagi penghuninya.
“Percaya atau tidak soal hal gaib itu pilihan masing-masing. Tapi menjaga rumah tetap bersih dan teratur itu kebutuhan nyata,” tegas Purnomo Wardoyo.
Dengan demikian, nasihat lama yang kerap dikaitkan dengan hal mistis sejatinya menyimpan pesan sederhana: menjaga rumah tetap nyaman bukan hanya soal estetika, tetapi juga kesehatan dan ketenangan hidup.
***
(Queensha Jepara)

Tinggalkan Balasan