Queensha.id – Jepara,
Sebuah kios mie ayam di Desa Bondo RT 01/RW 03, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, hangus dilalap api pada Jumat (24/7/2026) dini hari. Berkat respons cepat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jepara, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Berdasarkan hasil penanganan awal, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas LPG yang memicu munculnya api di dalam kios. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara, Edy Marwoto, AP., MM, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 00.33 WIB.
“Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak menuju lokasi. Unit Pos Damkar Bangsri tiba sekitar pukul 00.39 WIB dan segera melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke bangunan lain,” ujar Edy Marwoto, Jumat (24/7/2026).
Proses pemadaman berlangsung cukup cepat. Setelah berjibaku selama sekitar 30 menit, petugas berhasil memadamkan kobaran api sepenuhnya pada pukul 01.10 WIB.
Kios yang terbakar diketahui milik Muhamad Alawi, warga Desa Jungsemi RT 04/RW 01, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Bangunan berukuran sekitar 4 x 6 meter tersebut mengalami kerusakan akibat kebakaran dengan estimasi kerugian material mencapai sekitar Rp15 juta.
Dalam operasi pemadaman, Pos Damkar Bangsri mengerahkan satu unit mobil pemadam beserta dua personel, yakni Ahmad dan Rouf, yang bergerak cepat untuk mengendalikan situasi.
Dugaan Berasal dari Kebocoran Tabung Gas
Dari hasil pemeriksaan sementara di lokasi, sumber api diduga berasal dari kebocoran tabung gas LPG yang kemudian memicu kebakaran di dalam kios mie ayam.
Meski penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan peralatan berbahan bakar gas, terutama di tempat usaha kuliner.
Damkar Jepara Imbau Rutin Periksa Instalasi Gas
Edy Marwoto mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksa kondisi regulator, selang, dan tabung LPG sebelum digunakan.
“Pastikan seluruh instalasi gas dalam kondisi baik dan tidak bocor. Jika tercium bau gas, segera matikan sumber api, buka seluruh ventilasi ruangan, dan jangan menyalakan sakelar listrik sebelum dipastikan kondisi benar-benar aman,” tegasnya, Jum’at (24/7/2026).
Ia juga mengimbau pemilik rumah maupun pelaku usaha kuliner untuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran kecil sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum membesar.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebocoran tabung gas masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran di rumah maupun tempat usaha. Pemeriksaan berkala terhadap instalasi LPG serta penggunaan peralatan sesuai standar keselamatan menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengakibatkan kerugian besar.
Hingga berita ini diterbitkan, kondisi lokasi telah dinyatakan aman dan aktivitas masyarakat di sekitar tempat kejadian telah kembali normal. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
***
Sumber: Metro8.

Tinggalkan Balasan