Queensha.id – Jepara,
Kabupaten Jepara selama ini dikenal sebagai daerah penghasil mebel ukir, pusat industri furnitur, perikanan, pertanian, hingga destinasi wisata bahari seperti Karimunjawa. Namun, di balik kekayaan tersebut, Jepara ternyata juga dinilai memiliki potensi besar di sektor energi, khususnya sebagai lokasi strategis untuk pengembangan industri pengolahan minyak bumi.
Hal itu mengemuka setelah investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menyatakan keseriusannya menanamkan investasi sekitar USD 200 juta atau sekitar Rp5 triliun untuk membangun mini refinery (kilang minyak skala kecil) di Kabupaten Jepara.
Bukan Berarti Jepara Memiliki Ladang Minyak Besar
Perlu dipahami bahwa rencana pembangunan mini refinery bukan berarti telah ditemukan ladang minyak bumi besar di Jepara.
Mini refinery merupakan fasilitas untuk mengolah minyak mentah (crude oil) yang dipasok dari wilayah lain menjadi berbagai produk seperti BBM dan produk turunan minyak. Jepara dipilih karena memiliki lokasi pelabuhan yang dinilai strategis serta mendukung aktivitas logistik dan distribusi energi.
Mengapa Jepara Dipilih?
Berdasarkan penjelasan pemerintah dan investor, terdapat sejumlah alasan Jepara dianggap layak menjadi lokasi investasi besar tersebut.
- Memiliki akses langsung ke Laut Jawa.
- Didukung keberadaan Pelabuhan Jepara.
- Tersedia kawasan yang dinilai sesuai untuk pengembangan industri.
- Jalur distribusi menuju berbagai daerah relatif mudah.
- Berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di pesisir utara Jawa Tengah.
Investor Menargetkan Kapasitas Besar
Perwakilan investor, Talal Ourfali, menyebut kapasitas awal mini refinery direncanakan sekitar 10.000 barel minyak per hari. Dalam tahap pengembangan berikutnya, kapasitas tersebut ditargetkan meningkat hingga 30.000 barel per hari, bahkan terdapat rencana jangka panjang mencapai 60.000 barel per hari apabila proyek berkembang sesuai target.
Nilai Investasi Mencapai Rp5 Triliun
Proyek tersebut diperkirakan menjadi salah satu investasi terbesar yang pernah masuk ke Kabupaten Jepara.
Selain pembangunan kilang minyak, investasi itu diharapkan mendorong berkembangnya sektor pendukung seperti:
- jasa logistik;
- pergudangan;
- transportasi;
- pelabuhan;
- perdagangan;
- serta industri pendukung lainnya.
Berpotensi Membuka Ribuan Lapangan Kerja
Apabila proyek terealisasi, manfaat yang diharapkan antara lain:
- membuka lapangan pekerjaan baru;
- meningkatkan investasi daerah;
- memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD);
- mendorong pertumbuhan UMKM;
- meningkatkan aktivitas pelabuhan;
- memperkuat sektor industri di Jepara;
- meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Masih Menunggu Kepastian Pasokan Minyak Mentah
Meski kerja sama telah ditandatangani, proyek masih memerlukan sejumlah tahapan lanjutan, termasuk kepastian sumber pasokan minyak mentah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan akan berkoordinasi dengan Pertamina dan Kementerian ESDM agar kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi sebelum proyek berjalan.
Harapan Baru bagi Perekonomian Jepara
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, berharap investasi tersebut segera direalisasikan karena diyakini mampu menghadirkan aktivitas ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai masuknya investasi dari Dubai menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Jawa Tengah meski kondisi ekonomi global masih penuh tantangan.
Dengan potensi maritim, pelabuhan, industri, serta masuknya investasi kilang minyak bernilai triliunan rupiah, Jepara dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat industri dan energi baru di pesisir utara Jawa Tengah dalam beberapa tahun mendatang.
***
Sumber: Antara.

Tinggalkan Balasan