Queensha.id – Edukasi Sosial,
Sebuah kisah sederhana namun sarat makna kembali menyentuh hati banyak orang. Diceritakan seorang ibu dengan suara lirih dan penuh rasa sungkan meminta kepada anaknya yang telah hidup berkecukupan.
“Nak, bolehkah ibu meminjam uang Rp100 ribu? Ibu perlu membeli beras.”
Sang anak tidak langsung menjawab. Ia mengatakan akan meminta izin kepad istrinya terlebih dahulu. Namun, sesaat kemudian ia melihat harga susu anaknya yang mencapai Rp50 ribu per dus.
Momen itu membuatnya merenung. Selama dua tahun pertama kehidupannya, ia telah memperoleh ASI dari ibunya tanpa pernah diminta membayar sedikit pun. Kasih sayang, pengorbanan, dan cinta seorang ibu tidak pernah dapat dinilai dengan materi.
Kesadaran itu membuat sang anak memeluk ibunya sambil menangis. Ia memberikan uang Rp3 juta dan berkata,
“Bu, jangan pernah berkata meminjam lagi. Semua yang aku miliki juga milik ibu. Tolong doakan anakmu agar selalu bisa berbakti.”
Kisah tersebut menjadi refleksi bahwa jasa orang tua, khususnya seorang ibu, tidak akan pernah mampu dibalas dengan harta sebanyak apa pun.
Pandangan Islam: Berbakti kepada Orang Tua adalah Kewajiban
Dalam Islam, berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) merupakan kewajiban yang sangat besar setelah kewajiban bertauhid kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 23:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.”
Ayat tersebut menegaskan bahwa memuliakan orang tua bukan sekadar anjuran, melainkan perintah agama.
Rasulullah SAW juga bersabda bahwa ridha Allah bergantung pada ridha orang tua, sedangkan murka Allah bergantung pada kemurkaan orang tua. Hadis ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan ayah dan ibu dalam Islam.
Para ulama juga menjelaskan bahwa apabila orang tua membutuhkan bantuan finansial dan anak memiliki kemampuan, maka membantu mereka termasuk kewajiban moral, bahkan dalam kondisi tertentu menjadi kewajiban syariat.
Islam mengajarkan agar seorang anak tidak membuat orang tuanya merasa rendah diri hingga harus berkata “meminjam” kepada anaknya sendiri. Memberikan bantuan dengan penuh kasih sayang jauh lebih utama daripada sekadar memenuhi kebutuhan materi.
Bagaimana dengan Hak Istri?
Di akhir kisah terdapat pesan bahwa rezeki suami juga merupakan hak mertua. Dalam Islam, pernyataan ini perlu dipahami secara proporsional.
Kewajiban utama nafkah seorang suami adalah kepada istri dan anak-anaknya. Namun, apabila orang tua membutuhkan bantuan dan anak memiliki kemampuan setelah memenuhi kewajiban nafkah keluarganya, maka membantu orang tua merupakan bentuk bakti yang sangat dianjurkan.
Karena itu, suami dan istri sebaiknya membangun komunikasi yang baik mengenai kondisi keuangan keluarga agar bantuan kepada orang tua dilakukan dengan musyawarah, saling memahami, dan tanpa menimbulkan konflik rumah tangga.
Pandangan Pakar Ekonomi Indonesia
Ekonom senior Indonesia, Faisal Basri (almarhum), dalam berbagai kesempatan semasa hidupnya pernah menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi ketahanan ekonomi masyarakat. Menurutnya, solidaritas keluarga menjadi salah satu kekuatan utama masyarakat Indonesia dalam menghadapi tekanan ekonomi.
Sementara itu, ekonom Dr. Aviliani juga kerap menyampaikan bahwa perencanaan keuangan keluarga yang sehat tidak hanya mencakup kebutuhan pasangan dan anak, tetapi juga mempertimbangkan tanggung jawab sosial kepada orang tua yang telah membesarkan anak-anaknya. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, keluarga dapat memenuhi kewajiban kepada seluruh anggota keluarga tanpa mengorbankan stabilitas finansial.
Pandangan para ekonom tersebut menunjukkan bahwa membantu orang tua bukan hanya persoalan emosional, tetapi juga bagian dari budaya gotong royong keluarga yang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Indonesia.
Hikmah yang Dapat Dipetik
Kisah ini mengajarkan bahwa:
- Jasa orang tua tidak dapat diukur dengan uang.
- Berbakti kepada orang tua merupakan perintah Allah SWT.
- Bantuan kepada orang tua hendaknya diberikan dengan ikhlas tanpa membuat mereka merasa berutang.
- Suami dan istri perlu membangun komunikasi terbuka mengenai pengelolaan keuangan keluarga.
- Perencanaan keuangan yang baik memungkinkan seseorang tetap memenuhi kewajiban kepada keluarga inti sekaligus berbakti kepada orang tua.
Pada akhirnya, harta hanyalah titipan. Namun doa tulus dari seorang ibu merupakan anugerah yang tidak ternilai harganya. Sebagaimana pesan dalam kisah tersebut, semoga setiap anak diberi kemampuan untuk memuliakan kedua orang tuanya selama mereka masih hidup, dan semoga seluruh keluarga dipertemukan kembali dalam kebahagiaan dunia maupun akhirat.
***
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan