Queensha Jepara – Jepara,

Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) terus diperkuat oleh jajaran kepolisian. Salah satunya melalui simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar Polres Jepara di halaman Pendopo Kabupaten, Kamis (23/4/2026).

 

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni latihan, melainkan bagian dari strategi serius untuk mengantisipasi berbagai potensi konflik sosial yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Simulasi Sispamkota merupakan bentuk latihan terpadu yang dirancang untuk menguji kesiapan personel dalam menghadapi berbagai skenario gangguan keamanan.

 

Mulai dari aksi unjuk rasa yang berujung ricuh, konflik antar kelompok masyarakat, hingga potensi kerusuhan yang dapat mengganggu stabilitas daerah. Dalam latihan ini, setiap tahapan penanganan dilakukan secara sistematis dan terukur, mengikuti prosedur tetap (SOP) yang telah ditetapkan.

Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto, dalam arahannya menegaskan pentingnya profesionalitas sekaligus pendekatan humanis dalam bertugas. Ia mengingatkan bahwa setiap tindakan aparat harus tetap mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat, tanpa mengabaikan ketegasan dalam menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan.

“Setiap skenario yang diperagakan harus benar-benar diresapi. Karena di lapangan, keputusan diambil dalam hitungan detik dan berdampak besar terhadap keselamatan banyak orang,” tegasnya, Kamis (23/4).

Latihan ini melibatkan berbagai unsur satuan kepolisian dengan peran yang berbeda-beda namun saling terintegrasi. Tim negosiator, misalnya, berperan sebagai garda terdepan dalam meredam konflik secara persuasif. Mereka dilatih untuk berkomunikasi efektif dengan massa guna mencegah eskalasi kekerasan.

 

Sementara itu, satuan Raimas (Pengurai Massa) disiapkan untuk melakukan tindakan cepat apabila situasi sudah tidak terkendali.

Selain itu, unit Dalmas (Pengendalian Massa) juga menunjukkan peran penting dalam membentuk barisan pertahanan, mengendalikan pergerakan massa, serta melindungi objek vital. Semua unsur ini bekerja dalam satu komando terpadu, memastikan setiap langkah penanganan berjalan efektif dan minim risiko.

Kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pengamanan wilayah bukan hanya tanggung jawab kepolisian semata, melainkan hasil kolaborasi lintas sektor. Sinergi ini menjadi kunci dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

Bagi masyarakat luas, kegiatan seperti ini memiliki makna penting. Simulasi Sispamkota bukanlah tanda bahwa situasi sedang tidak aman, melainkan bentuk kesiapsiagaan aparat dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan latihan yang matang, diharapkan aparat mampu bertindak cepat, tepat, dan proporsional saat menghadapi kondisi nyata.

Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi pesan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kondusivitas, tidak mudah terprovokasi, serta aktif melaporkan jika menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Dengan adanya simulasi ini, Polres Jepara ingin memastikan bahwa setiap personel siap menghadapi berbagai kemungkinan terburuk, demi satu tujuan utama: melindungi masyarakat dan menjaga Jepara tetap aman, damai, dan kondusif.

 

***
(23 April 2026)