Queensha.id – Demak,

 

Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Pantura Demak yang dikenal rawan insiden lalu lintas. Seorang mahasiswi asal Kabupaten Jepara dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tragis di Jalan Pantura Km 12+700, Desa Gemulak, Kecamatan Sayung, Senin malam (25/5/2026).

Korban diketahui bernama Eki Salsabila Az-Zahrah (19), warga Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terlindas truk tronton yang melaju searah di jalur Pantura tersebut.

 

 

Kronologi Kecelakaan Maut di Pantura Demak

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.45 WIB. Saat itu korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy dari arah Semarang menuju Kudus.

Ketika tiba di lokasi kejadian, korban diduga hendak mendahului kendaraan dari sisi kanan jalan. Namun kondisi jalan yang licin diduga membuat sepeda motor kehilangan keseimbangan.

Korban kemudian terpeleset dan jatuh ke sisi kiri jalan. Pada saat bersamaan, sebuah truk tronton jenis Isuzu Tractor Head melaju di samping kiri korban dan tidak sempat menghindar.

Akibat kejadian tersebut, korban langsung terlindas kendaraan berat dan mengalami luka berat di bagian kepala.

 

 

Korban Meninggal Dunia di Lokasi Kejadian

Petugas Satlantas Polres Demak yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat akibat cedera parah yang dialaminya. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini sontak mengundang duka mendalam, terutama bagi keluarga korban dan masyarakat Jepara.

 

 

Jalur Pantura Sayung Demak Kembali Disorot

Kecelakaan ini kembali mempertegas tingginya risiko di jalur Pantura Demak, khususnya kawasan Sayung yang selama ini dikenal padat kendaraan besar dan rawan kecelakaan.

Selain arus kendaraan berat yang tinggi, kondisi cuaca buruk dan jalan licin sering menjadi faktor pemicu kecelakaan fatal di kawasan tersebut. Pengendara roda dua menjadi kelompok paling rentan ketika harus berbagi jalur dengan truk besar di jalan nasional Pantura.

Banyak warga berharap adanya peningkatan pengawasan, perbaikan infrastruktur jalan, hingga penataan lalu lintas agar angka kecelakaan di jalur Pantura dapat ditekan.

 

 

Imbauan Kepolisian untuk Pengendara

Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat berkendara, terutama ketika melintas di jalur Pantura yang padat kendaraan berat.

Pengendara diminta menjaga jarak aman, mengurangi kecepatan saat kondisi jalan licin, serta memastikan situasi aman sebelum mendahului kendaraan lain.

Keselamatan berkendara dinilai menjadi faktor utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan maut serupa di kemudian hari.

 

***

(Queensha Jepara, Selasa, 26 Mei 2026)