Queensha.id – Edukasi Budaya,
Kalender Jawa merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang hingga kini masih digunakan masyarakat, khususnya di Pulau Jawa. Penanggalan ini sering dijadikan pedoman dalam menentukan hari baik, tradisi adat, hingga berbagai kegiatan budaya.
Masih banyak masyarakat yang mengira Pon, Wage, Pahing, Kliwon, dan Legi adalah nama bulan Jawa. Padahal, kelima istilah tersebut merupakan hari pasaran dalam kalender Jawa, sedangkan bulan Jawa memiliki 12 bulan, sebagaimana kalender Hijriah.
Dalam tradisi Jawa, setiap bulan memiliki makna filosofis yang diwariskan turun-temurun. Namun, perlu dipahami bahwa anggapan mengenai sifat seseorang berdasarkan bulan kelahirannya merupakan bagian dari budaya dan kepercayaan masyarakat, bukan ketentuan ilmiah maupun ajaran agama.
Daftar 12 Bulan Jawa dan Maknanya
1. Sura
Sura dianggap sebagai bulan yang paling sakral dalam kalender Jawa. Bulan ini identik dengan introspeksi diri, ketenangan batin, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Orang yang lahir pada bulan Sura sering digambarkan memiliki jiwa kepemimpinan, berwibawa, tenang, dan bijaksana.
2. Sapar
Sapar melambangkan kesabaran, kerja keras, dan ketekunan.
Secara tradisi, mereka yang lahir di bulan ini dipercaya memiliki karakter pantang menyerah, sederhana, dan mampu menghadapi berbagai tantangan hidup.
3. Mulud (Maulud)
Bulan Mulud bertepatan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Secara filosofi, bulan ini dikaitkan dengan kasih sayang, kepedulian sosial, dan sifat dermawan.
4. Bakda Mulud
Maknanya adalah masa melanjutkan perjuangan setelah peringatan besar.
Orang yang lahir pada bulan ini sering diasosiasikan sebagai pribadi pekerja keras, bertanggung jawab, dan konsisten.
5. Jumadil Awal
Melambangkan pertumbuhan dan perkembangan.
Secara budaya, mereka dipercaya mudah belajar, kreatif, serta memiliki semangat untuk maju.
6. Jumadil Akhir
Mengandung filosofi kedewasaan dan kematangan berpikir.
Karakter yang sering dikaitkan adalah tenang, sabar, serta mampu menjadi penengah dalam berbagai persoalan.
7. Rejeb
Rejeb merupakan bulan yang dimuliakan dalam Islam.
Orang yang lahir di bulan ini dipercaya memiliki sifat religius, rendah hati, dan senang membantu sesama.
8. Ruwah
Bulan Ruwah identik dengan tradisi nyadran atau doa bagi leluhur.
Secara filosofi, bulan ini melambangkan penghormatan kepada keluarga, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama.
9. Pasa
Pasa bertepatan dengan bulan Ramadan dalam kalender Hijriah.
Maknanya adalah pengendalian diri, kesabaran, kejujuran, dan keteguhan hati.
10. Sawal
Sawal menjadi simbol kemenangan setelah menjalani puasa.
Mereka yang lahir di bulan ini sering digambarkan optimistis, mudah memaafkan, dan senang menjalin silaturahmi.
11. Dulkangidah
Melambangkan masa persiapan sebelum memasuki bulan haji.
Secara budaya, bulan ini identik dengan kehati-hatian, perencanaan, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.
12. Besar
Besar merupakan bulan terakhir dalam kalender Jawa sekaligus bertepatan dengan Iduladha.
Makna filosofinya adalah pengorbanan, keikhlasan, tanggung jawab, dan kepemimpinan.
Lalu Apa Itu Pon, Wage, Pahing, Legi, dan Kliwon?
Kelima istilah tersebut merupakan pasaran Jawa, yaitu siklus lima hari yang dipadukan dengan tujuh hari dalam sepekan sehingga membentuk sistem weton.
Kelima pasaran tersebut adalah:
- Legi
- Pahing
- Pon
- Wage
- Kliwon
Dalam tradisi Jawa, weton sering digunakan untuk berbagai keperluan adat, seperti menentukan hari baik, pernikahan, hingga berbagai ritual budaya.
Budaya yang Perlu Dilestarikan
Kalender Jawa merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang sarat nilai sejarah dan filosofi. Mengenal bulan Jawa bukan berarti mempercayai seluruh mitos yang berkembang, melainkan memahami warisan budaya leluhur yang masih hidup di tengah masyarakat.
Karakter yang dikaitkan dengan bulan kelahiran hendaknya dipandang sebagai bagian dari tradisi budaya, bukan sebagai ukuran mutlak kepribadian seseorang. Dalam pandangan agama, akhlak, usaha, dan ketakwaan seseorang ditentukan oleh perbuatan serta pilihan hidupnya, bukan oleh bulan atau waktu kelahirannya.
Bulan Jawa terdiri dari 12 nama bulan, yaitu Sura, Sapar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Dulkangidah, dan Besar. Sementara Pon, Wage, Pahing, Legi, dan Kliwon merupakan hari pasaran dalam sistem weton Jawa.
Memahami penanggalan Jawa dapat menjadi salah satu cara melestarikan budaya bangsa sekaligus menghargai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan