Queensha.id – Jepara,

 

Nama KH Hasan Kafrawi atau yang akrab dikenal masyarakat sebagai Mbah Hasan Kafrawi hingga kini tetap menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan Islam di Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Sosok ulama kharismatik ini dikenal sebagai pelopor dakwah, pendidikan Islam, sekaligus pembina kehidupan sosial dan akhlak masyarakat.

Meski telah lama wafat, jejak perjuangan beliau masih terasa melalui lembaga pendidikan yang menggunakan namanya, tradisi haul tahunan, hingga nilai-nilai keteladanan yang terus diwariskan kepada generasi penerus.

 

Perjalanan Menuntut Ilmu Agama

Sejak muda, KH Hasan Kafrawi dikenal memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu agama. Beliau belajar di sejumlah pesantren, di antaranya Pesantren Penggung, Pesantren Gemiring, hingga menimba ilmu kepada KH Abdul Rasul.

Nama “Kafrawi” melekat setelah beliau dikenal mampu menguasai Kitab Kafrawi, salah satu kitab tata bahasa Arab yang menjadi rujukan penting dalam pendidikan pesantren. Kemampuan tersebut menjadi bukti ketekunan dan kecerdasan beliau dalam mendalami ilmu-ilmu keislaman.

Setelah dinilai memiliki bekal ilmu yang cukup, KH Abdul Rasul menganjurkan beliau kembali ke kampung halaman untuk mengabdikan ilmunya kepada masyarakat.

 

Mengembangkan Dakwah di Desa Pancur

Sepulang dari pesantren, KH Hasan Kafrawi memusatkan perjuangannya di Desa Pancur. Beliau mengajarkan berbagai disiplin ilmu agama seperti kitab kuning, kitab salaf, tauhid, fikih, hingga pembinaan akhlak kepada masyarakat.

Tidak hanya mengajar keluarga dan santri, beliau juga aktif membimbing masyarakat agar memahami ajaran Islam secara utuh dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Perjuangan tersebut menjadikan beliau bukan sekadar guru agama, tetapi juga tokoh masyarakat yang menjadi tempat bertanya, meminta nasihat, dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial keagamaan.

 

Warisan Pendidikan yang Terus Berkembang

Salah satu warisan terbesar KH Hasan Kafrawi adalah berkembangnya pendidikan Islam di Desa Pancur.

Nama beliau kini diabadikan dalam sejumlah lembaga pendidikan, di antaranya:

  • MTs Hasan Kafrawi
  • MA Hasan Kafrawi
  • SMK Hasan Kafrawi

Keberadaan lembaga pendidikan tersebut menjadi bukti bahwa semangat perjuangan beliau dalam mencerdaskan masyarakat terus hidup hingga sekarang.

Bahkan berdirinya MA Hasan Kafrawi dilatarbelakangi keinginan tokoh masyarakat agar lulusan MTs dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya maupun akses transportasi.

 

 

Foto, gapura pintu masuk menuju Makam KH Hasan Kafrawi atau yang akrab dikenal masyarakat sebagai Mbah Hasan Kafrawi. 

Membina Akhlak dan Kehidupan Sosial

Selain pendidikan, KH Hasan Kafrawi juga dikenal memberikan perhatian besar terhadap pembinaan moral masyarakat.

Melalui dakwahnya, beliau mengajak masyarakat untuk menjadikan akhlak mulia sebagai landasan kehidupan. Peran ulama pada masa itu tidak hanya mengajarkan agama, tetapi juga menjadi pembimbing kehidupan sosial masyarakat.

Nilai-nilai tersebut masih dikenang hingga kini sebagai bagian dari warisan perjuangan beliau.

 

Makam dan Tradisi Haul

Makam KH Hasan Kafrawi berada di Dukuh Tamansari, Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Setiap tahun, masyarakat dan keluarga besar menggelar haul sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa beliau dalam membangun pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat.

Tradisi haul diisi dengan tahlil, doa bersama, buka luwur, hingga silaturahmi keluarga besar. Selain menjadi bentuk penghormatan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengenalkan sejarah perjuangan ulama kepada generasi muda.

 

Keteladanan yang Masih Relevan

Perjalanan hidup KH Hasan Kafrawi memberikan banyak pelajaran bagi masyarakat saat ini.

Beberapa nilai keteladanan yang diwariskan antara lain:

  • Semangat menuntut ilmu sepanjang hayat.
  • Mengamalkan ilmu untuk kemaslahatan masyarakat.
  • Membangun pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.
  • Membina akhlak dan kehidupan sosial masyarakat.
  • Mewariskan kebaikan melalui pendidikan dan dakwah.

Nilai-nilai tersebut tetap relevan sebagai inspirasi dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter.

 

Catatan Verifikasi

Berdasarkan dokumen biografi yang menjadi sumber penulisan, KH Hasan Kafrawi dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah dakwah dan pendidikan Islam di Desa Pancur. Namun, informasi mengenai jabatan beliau dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama (NU) belum tercantum secara pasti. Oleh karena itu, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi kepada keluarga maupun tokoh NU setempat sebelum dipublikasikan sebagai data historis organisasi.

 

KH Hasan Kafrawi bukan hanya dikenang sebagai seorang ulama, tetapi juga sebagai perintis pendidikan Islam yang meninggalkan warisan besar bagi masyarakat Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Melalui dakwah, pendidikan, pembinaan akhlak, serta keteladanan hidupnya, beliau berhasil membangun fondasi kehidupan keagamaan yang masih dirasakan manfaatnya hingga kini. Nama beliau tetap hidup melalui lembaga pendidikan, tradisi haul, dan penghormatan masyarakat yang terus menjaga serta meneruskan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

 

***

Sumber,: TF.

Penulis: Vico Rahman.