Queensha.id – Otomotif,

 

Kendaraan listrik kini semakin diminati masyarakat Indonesia. Selain dinilai lebih ramah lingkungan, motor listrik dan mobil listrik juga menawarkan biaya operasional yang lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.

Namun, masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengenai cara mengisi daya baterai, lama pengisian, konsumsi listrik, hingga keamanan kendaraan listrik saat banjir. Berikut ulasan lengkapnya.

Cara Cas Motor Listrik

Motor listrik umumnya dilengkapi charger bawaan. Pengguna cukup mencolokkan charger ke stop kontak listrik rumah bertegangan 220 volt.

Beberapa motor listrik juga memiliki baterai yang dapat dilepas sehingga bisa diisi daya di dalam rumah tanpa harus membawa motornya.

Rata-rata waktu pengisian:

  • Sekitar 4–8 jam hingga penuh, tergantung kapasitas baterai.

Cara Cas Mobil Listrik

Mobil listrik dapat diisi melalui:

  • Charger di rumah (home charging).
  • SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).

Terdapat dua metode pengisian:

  • Normal Charging (AC): sekitar 6–10 jam.
  • Fast Charging (DC): sekitar 30–90 menit hingga 80 persen, tergantung kapasitas baterai dan jenis mobil.

Berapa Kilometer Sekali Cas?

Motor Listrik

Dalam kondisi baterai penuh, rata-rata motor listrik mampu menempuh:

  • 60–120 kilometer.

Beberapa model terbaru bahkan mampu mencapai lebih dari 150 kilometer.

Mobil Listrik

Mobil listrik umumnya mampu menempuh:

  • 300–600 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Model premium bahkan dapat melaju lebih jauh sesuai kapasitas baterai.

 

Berapa Daya Listrik Saat Cas?

Motor Listrik

Pengisian daya motor listrik umumnya menggunakan daya sekitar:

  • 300–900 watt.

Mobil Listrik

Home charger mobil listrik biasanya membutuhkan daya sekitar:

  • 2.200–7.700 watt.

Sedangkan fast charger di SPKLU memiliki daya jauh lebih besar sehingga pengisian berlangsung lebih cepat.

 

Lebih Irit Mana?

Motor Listrik vs Motor Bensin

Motor listrik umumnya lebih hemat.

Biaya listrik untuk menempuh jarak yang sama biasanya jauh lebih murah dibandingkan membeli bensin. Selain itu, motor listrik juga memiliki komponen lebih sedikit sehingga biaya perawatannya lebih rendah.

 

Mobil Listrik vs Mobil Bensin

Mobil listrik juga cenderung lebih hemat biaya operasional.

Menurut berbagai kajian, biaya energi per kilometer mobil listrik lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin, meskipun harga pembelian awal kendaraan listrik masih relatif lebih tinggi.

 

Pajak Kendaraan Listrik

Pemerintah Indonesia memberikan berbagai insentif untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik.

Secara umum:

  • Pajak motor listrik lebih ringan dibanding motor bensin di banyak daerah.
  • Pajak mobil listrik juga cenderung lebih rendah karena adanya berbagai kebijakan insentif, meskipun besarannya dapat berbeda di setiap provinsi sesuai aturan yang berlaku.

Apakah Aman Jika Terkena Banjir?

Kendaraan listrik memang menggunakan baterai bertegangan tinggi.

Namun, baterai telah dirancang kedap air dan memiliki sistem pengaman otomatis.

Meski demikian:

  • Kendaraan tidak dianjurkan menerobos banjir tinggi.
  • Setelah terendam banjir, kendaraan sebaiknya segera diperiksa di bengkel resmi untuk memastikan tidak ada kerusakan pada sistem kelistrikan.

Jadi, kendaraan listrik tidak otomatis berbahaya saat terkena air, tetapi tetap harus digunakan sesuai batas keselamatan pabrikan.

 

Apakah Rawan Dicuri?

Motor maupun mobil listrik tetap memiliki risiko pencurian seperti kendaraan biasa.

Namun banyak kendaraan listrik modern telah dilengkapi fitur keamanan seperti:

  • Smart key.
  • Immobilizer.
  • GPS tracking.
  • Alarm.
  • Sistem pemantauan melalui aplikasi.

Fitur tersebut membantu meningkatkan keamanan, meski pemilik tetap disarankan menggunakan kunci tambahan dan memarkir kendaraan di tempat yang aman.

 

Pendapat Pakar

Pengamat otomotif sekaligus Senior Instructor Safety Defensive Driving Consultant Indonesia, Sony Susmana, menilai kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) memiliki efisiensi energi yang lebih baik dibanding kendaraan bermesin konvensional serta mampu membantu mengurangi konsumsi bahan bakar minyak dan mendukung lingkungan yang lebih bersih.

Sementara itu, berbagai kajian akademik di Indonesia juga menunjukkan bahwa kendaraan listrik menawarkan efisiensi energi yang tinggi, dengan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil, terutama jika pengisian dilakukan menggunakan listrik rumah atau SPKLU.

 

Motor listrik dan mobil listrik menjadi alternatif transportasi masa depan karena lebih hemat biaya operasional, lebih ramah lingkungan, dan memperoleh berbagai insentif dari pemerintah. Meski demikian, calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan jarak tempuh, ketersediaan fasilitas pengisian daya, serta biaya investasi awal sebelum memutuskan beralih ke kendaraan listrik.

 

***

Sumber: BS.

Penulis: Vico Rahman.