Queensha.id – Jepara,
Di tengah maraknya kuliner modern, jajanan tradisional khas daerah masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satunya adalah Turuk Bintul, makanan jadul khas Kabupaten Jepara yang kini kembali diperkenalkan melalui ajang Gebyar Produk BUMDesa/BUMDesa Bersama dan Produk Unggulan Desa Kabupaten Jepara Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar di Alun-alun 1 Jepara, Jumat (18/9/2026), hingga Minggu tersebut menghadirkan ratusan produk unggulan desa, mulai dari produk BUMDes, BUMDesa Bersama, hingga berbagai produk UMKM lokal Kabupaten Jepara.
Salah satu produk yang menarik perhatian pengunjung adalah Turuk Bintul, jajanan tradisional yang diproduksi oleh pelaku UMKM dari Desa Kroto, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.
Turuk Bintul dikenal sebagai makanan khas Jepara dengan cita rasa gurih dan tekstur pulen. Jajanan ini dibuat dari bahan sederhana, namun memiliki nilai budaya karena menjadi bagian dari kuliner warisan masyarakat Jepara.
Turuk Bintul, Jajanan Tradisional Berbahan Beras Ketan dan Kacang Tolo
Turuk Bintul merupakan makanan berbahan dasar beras ketan putih yang dicampur kacang tolo, kemudian diberi tambahan kelapa parut, santan, dan garam untuk menghasilkan rasa gurih.
Setelah adonan dibuat, makanan ini kemudian dikukus hingga matang sehingga menghasilkan tekstur yang pulen dan lembut.
Nama Turuk Bintul sendiri memiliki cerita unik. Bentuk makanan yang cenderung lonjong dengan taburan kacang tolo di bagian permukaan membuatnya terlihat seperti memiliki tonjolan kecil atau “bintul” dalam istilah lokal.
Dalam penyajiannya, Turuk Bintul biasanya diberi taburan kelapa parut setengah tua yang telah dikukus, sehingga menambah aroma dan rasa gurih.
Harga Murah, Rasa Khas yang Tetap Dicari
Sebagai jajanan tradisional, Turuk Bintul memiliki harga yang cukup terjangkau. Di tingkat produksi rumahan, makanan ini biasanya dijual sekitar Rp2.000 per bungkus.
Namun saat berada di lokasi event atau pameran produk, harga dapat menyesuaikan kemasan dan penyajian, yakni sekitar Rp5.000 per bungkus.
Meski sederhana, makanan ini memiliki daya tarik tersendiri karena menawarkan cita rasa khas tempo dulu yang mulai jarang ditemukan.
Warga Jepara Nikmati Turuk Bintul di Alun-alun 1
Deni (35) salah satu warga Tahunan, Jepara yang mencicipi Turuk Bintul saat acara berlangsung mengaku tertarik karena makanan tersebut mengingatkan pada jajanan masa lalu.
“Rasanya gurih, teksturnya pulen, dan ada rasa khas dari ketan serta kelapanya. Makanan seperti ini perlu terus dikenalkan agar generasi muda tahu bahwa Jepara memiliki banyak kuliner tradisional,” ujar Deni salah satu pengunjung, Jum’at (18/9/2026).
Menurutnya, keberadaan stan produk desa dalam event tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal kembali makanan khas Jepara yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat luas.
“Selain enak, membeli produk seperti ini juga ikut membantu UMKM desa agar terus berkembang,” tambahnya.
Melestarikan Kuliner Lokal Jepara
Kehadiran Turuk Bintul dalam Gebyar Produk BUMDesa/BUMDesa Bersama dan Produk Unggulan Desa Kabupaten Jepara Tahun 2026 menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih memiliki peluang untuk berkembang.
Tidak hanya sebagai makanan, Turuk Bintul juga menjadi bagian dari identitas budaya Jepara yang perlu dijaga dan dikenalkan kepada masyarakat luas.
Dengan dukungan promosi melalui berbagai kegiatan daerah, jajanan khas seperti Turuk Bintul diharapkan mampu menjadi produk unggulan UMKM Jepara yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mempertahankan warisan kuliner lokal.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan