Queensha.id – Magelang,

 

Sebuah kisah yang menjadi perbincangan di kalangan masyarakat menggambarkan bagaimana kebohongan yang terus dipelihara dapat menghancurkan rumah tangga, kepercayaan, hingga usaha yang telah dibangun bertahun-tahun.

Dalam kisah ini, seorang suami berinisial AD (35) diduga menjalani hubungan dengan perempuan lain berinisial DA (28) tanpa sepengetahuan istrinya, NA (30). Demi mempertahankan rumah tangga, AD menutupi perselingkuhan dari istrinya. Di sisi lain, ia juga memberikan berbagai alasan kepada DA agar hubungan mereka tetap berjalan.

Akibatnya, kebohongan demi kebohongan terus dilakukan hingga akhirnya seluruh persoalan terbongkar.

Tak lama setelah konflik rumah tangga memuncak, usaha yang selama ini menjadi sumber penghasilan keluarga mengalami kemunduran hingga akhirnya bangkrut. Meski tidak dapat disimpulkan bahwa kebangkrutan tersebut disebabkan langsung oleh perselingkuhan, tekanan dalam rumah tangga, hilangnya kepercayaan, dan terganggunya fokus dalam mengelola usaha dapat berdampak pada kehidupan pribadi maupun pekerjaan.

 

Pengakuan NA

NA mengaku tidak menyangka rumah tangga yang selama ini ia pertahankan ternyata diwarnai kebohongan.

“Yang paling menyakitkan bukan hanya soal perselingkuhan, tetapi karena saya berkali-kali dibohongi. Kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun hilang begitu saja. Saat masalah itu terbongkar, keluarga kami ikut hancur dan usaha yang selama ini kami bangun juga ikut terpuruk,” tutur NA warga Magelang, saat dikonfirmasi awak media, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, kejujuran seharusnya menjadi pondasi utama dalam sebuah pernikahan.

 

Penyesalan AD

Setelah hubungan rumah tangganya retak dan usaha mengalami kebangkrutan, AD mengaku menyesali perbuatannya.

“Saya terlambat menyadari bahwa satu kebohongan akan melahirkan kebohongan lain. Saya kehilangan kepercayaan istri, kehilangan ketenangan hidup, dan usaha yang saya bangun juga ikut berantakan. Seandainya waktu bisa diulang, saya ingin memperbaiki semuanya,” ungkapnya.

 

Pandangan Islam

Dalam Islam, perselingkuhan dan kebohongan merupakan perbuatan yang dilarang. Al-Qur’an memerintahkan umat Islam untuk menjaga kehormatan diri dan tidak mendekati zina. Selain itu, kejujuran merupakan akhlak yang sangat dianjurkan, sedangkan dusta termasuk perbuatan tercela.

Islam juga mengajarkan bahwa rezeki berasal dari Allah SWT. Tidak ada dalil yang menyatakan bahwa setiap kesulitan ekonomi pasti merupakan hukuman langsung atas suatu dosa tertentu. Namun, para ulama mengingatkan bahwa maksiat dapat menghilangkan keberkahan hidup dan menjauhkan seseorang dari ketenangan hati. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk segera bertaubat, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, dan memenuhi hak-hak orang yang telah dizalimi.

Pelajaran yang Bisa Diambil

Kepercayaan adalah fondasi rumah tangga. Sekali dikhianati, kepercayaan sangat sulit dipulihkan. Kejujuran, komunikasi, dan kesetiaan menjadi kunci agar hubungan suami istri tetap harmonis.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa kebohongan yang terus dipelihara dapat membawa dampak luas, bukan hanya terhadap hubungan keluarga, tetapi juga terhadap kehidupan sosial dan pekerjaan. Islam mengajarkan bahwa jalan terbaik ketika melakukan kesalahan adalah mengakui kekeliruan, bertaubat dengan sungguh-sungguh, dan berusaha memperbaiki keadaan dengan penuh tanggung jawab.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.