Queensha.id – Jepara,
Kasus penipuan digital kembali menimpa warga Kabupaten Jepara. Kali ini dialami Novitasari, warga Desa Rajekwesi RT 01/RW 03, Kecamatan Mayong, Jepara, yang mengaku menjadi korban penipuan melalui percakapan pesan singkat dengan modus top up saldo dompet digital.
Kepada awak media, Novitasari mengirimkan tangkapan layar percakapan yang diduga dilakukan oleh pelaku penipuan. Dalam chat tersebut, pelaku menghubungi korban dengan bahasa santai seolah sudah saling mengenal, lalu meminta bantuan untuk mengisi saldo dompet digital.
Percakapan dimulai ketika pelaku menanyakan apakah korban bisa membantu mengisi saldo ShopeePay melalui transfer Dana. Pelaku kemudian menyebut nominal yang cukup besar.
“Pean iki iso nyaldo shopeepay mbak toh dana, saldoku sore mau lali,” tulis pelaku dalam pesan yang diterima korban.
Ketika korban menanyakan nominalnya, pelaku meminta bantuan untuk mengisi saldo sebesar Rp780 ribu dengan alasan akan menggantinya pada malam hari setelah mengantarkan pesanan make up.
Pelaku juga memberikan nomor dompet digital untuk proses transfer dan terus meyakinkan korban agar segera mengirimkan uang.
Merasa mengenal sosok yang menghubunginya, korban akhirnya melakukan transfer melalui aplikasi dompet digital.
“Saya yang kena Rp780 ribu melalui aplikasi transfer Dana,” ujar Novitasari kepada awak media, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, ia sempat percaya karena nama yang disebut pelaku bukan orang asing baginya.
“Saya percaya karena pernah punya kontak dan pernah hubungan bisnis, Pak. Dulu pernah jadi reseller saya, dan sekarang katanya jadi MUA. Keluarganya juga orang terpandang dan punya bisnis BRILink,” jelasnya.
Novitasari sendiri memang menjalankan usaha jasa top up dan tarik tunai, sehingga permintaan seperti itu terasa wajar baginya.
“Karena saya juga jasa top up dan tarik tunai, saya kira memang niatnya mau setor tunai,” katanya.
Namun setelah uang ditransfer, korban mulai menyadari adanya kejanggalan. Pelaku menyebut nama Alfina Make Up saat memasukkan nomor tujuan, yang membuat korban semakin curiga bahwa akun tersebut kemungkinan telah disalahgunakan atau diretas.
“Pas masuk nomor saja pak, dia ngaku Alfina Make Up,” ujarnya.
Modus Lama dengan Pendekatan Personal
Kasus ini menunjukkan bahwa penipuan digital kini semakin beragam, salah satunya dengan memanfaatkan kedekatan atau hubungan lama antara pelaku dan korban.
Pelaku biasanya menyamar sebagai kenalan lama, rekan bisnis, atau bahkan keluarga, lalu meminta bantuan transfer dengan alasan mendesak.
Modus ini kerap berhasil karena korban merasa sudah mengenal identitas pelaku sehingga tidak melakukan verifikasi lebih lanjut.
Warga Diminta Lebih Waspada
Kasus yang dialami Novitasari menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menerima permintaan transfer uang, meskipun datang dari kontak yang dikenal.
Beberapa langkah yang disarankan untuk menghindari penipuan serupa antara lain:
– Memastikan identitas pengirim dengan menelepon langsung.
– Tidak langsung percaya pada permintaan transfer melalui chat.
– Mengecek ulang nomor tujuan sebelum melakukan transaksi.
– Menghindari transaksi terburu-buru karena alasan mendesak.
Masyarakat juga diimbau segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan indikasi penipuan digital, agar kasus serupa tidak kembali menimpa korban lainnya.
***
(15/3/2026)

Tinggalkan Balasan