Queensha.id – Probolinggo,

 

Warga Kabupaten Probolinggo dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dugaan penggerebekan terhadap seorang oknum perangkat desa yang disebut menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Muneng. Video tersebut viral di media sosial dan menjadi perbincangan luas masyarakat.

Dalam video yang beredar, oknum Sekdes berinisial T diduga ditemukan berada di dalam sebuah kamar hotel di kawasan Kademangan bersama seorang perempuan yang diketahui masih berstatus sebagai istri sah warga di desa yang sama.

Peristiwa tersebut terekam dalam video amatir yang kemudian diunggah oleh akun TikTok @Jos. Unggahan itu dengan cepat menyebar luas dan telah ditonton lebih dari 100 ribu kali, sehingga memicu beragam komentar serta kecaman dari warganet.

Berdasarkan narasi yang beredar di media sosial, dugaan perselingkuhan tersebut terungkap setelah suami perempuan itu bersama sejumlah anggota keluarga menaruh curiga terhadap perilaku istrinya. Mereka kemudian membuntuti pergerakan keduanya hingga memasuki sebuah hotel di kawasan Kademangan.

Setelah memastikan lokasi yang dituju, suami perempuan tersebut bersama sejumlah kerabat, didampingi petugas keamanan, mendatangi kamar hotel yang diduga ditempati keduanya. Dari situlah terjadi penggerebekan yang kemudian direkam dan videonya menyebar luas di media sosial.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang memastikan kronologi lengkap maupun hasil pemeriksaan terkait dugaan peristiwa tersebut.

 

Pemkab Probolinggo Tunggu Laporan Resmi

Menanggapi viralnya video tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, mengatakan bahwa pemerintah daerah belum menerima laporan resmi dari pemerintah desa maupun kecamatan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum perangkat desa tersebut.

“Kami masih menunggu laporan dari kepala desa dan camat setempat. Nantinya, laporan itu akan kami dalami sesuai aturan yang berlaku. Kewenangan pembinaan perangkat desa berada di tangan kepala desa selaku pihak yang mengangkat dan memberhentikan, dengan tetap membutuhkan rekomendasi dari camat,” ujar Ugas.

Sementara itu, Camat Sumberasih saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp mengaku belum memperoleh informasi yang valid mengenai kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa dirinya masih dalam masa pemulihan setelah menjalani perawatan di rumah sakit sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

 

Dugaan Masih Menunggu Proses Klarifikasi

Sampai artikel ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari oknum Sekdes yang disebut dalam video maupun pihak-pihak terkait lainnya mengenai kebenaran dugaan tersebut.

Kasus ini pun masih menunggu klarifikasi serta tindak lanjut dari pemerintah desa, kecamatan, maupun instansi yang berwenang. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga proses klarifikasi dan pemeriksaan selesai dilakukan.

 

***

Sumber: Berita Jatim.