Queensha.id – Jepara,
Suasana tenang warga Desa Kedung, Kabupaten Jepara, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah kobaran api melahap sebuah tempat produksi mebel pada Senin (15/6/2026) dini hari. Kebakaran yang diduga dipicu oleh korsleting listrik tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp300 juta.
Peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Menganti RT 22 RW 05, Desa Kedung, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, sekitar pukul 03.53 WIB. Api pertama kali diketahui warga saat muncul percikan dan asap tebal dari area produksi mebel yang masih dalam kondisi sepi aktivitas.
Warga yang melihat kobaran api langsung berupaya melakukan pemadaman secara mandiri dengan peralatan seadanya. Namun, karena bangunan dipenuhi material kayu dan bahan baku mebel yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar area produksi.
Bangunan Produksi Seluas 300 Meter Persegi Dilalap Api
Menurut informasi yang dihimpun, bangunan yang terbakar memiliki luas kurang lebih 15 x 20 meter persegi atau sekitar 300 meter persegi. Dalam hitungan menit, si jago merah menguasai hampir seluruh bagian bangunan.
Kepanikan sempat melanda warga sekitar yang khawatir api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
“Api cepat sekali membesar karena di dalam banyak bahan kayu dan perlengkapan produksi mebel,” ujar salah seorang warga yang turut membantu proses evakuasi.
Tiga Unit Damkar Diterjunkan
Mendapat laporan dari masyarakat, Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara langsung bergerak menuju lokasi.
Sebanyak tiga unit armada pemadam diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut, terdiri dari:
- Dua unit armada dari Pos Mako 113 Jepara
- Satu unit armada dari Pos Kalinyamatan
Petugas pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 04.08 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api semakin meluas.
Proses pemadaman berlangsung cukup berat mengingat banyaknya material yang mudah terbakar di dalam bangunan.
Hampir Tiga Jam Pemadaman
Petugas berjibaku melawan kobaran api selama hampir tiga jam. Setelah melakukan penyemprotan dan pendinginan secara intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 06.59 WIB.
Keberhasilan petugas Damkar mendapat apresiasi dari warga karena mampu mencegah api merembet ke bangunan lain yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Diduga Akibat Korsleting Listrik
Pemilik sekaligus pelapor kejadian diketahui bernama Ana Maulida.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Namun kerugian material yang dialami cukup besar.
Petugas Damkar Jepara menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik yang terjadi di area produksi.
“Tidak ada korban jiwa. Dugaan sementara akibat konsleting listrik dengan taksiran kerugian mencapai Rp300 juta,” ujar petugas Damkar saat dikonfirmasi.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
Industri Mebel Jepara Hadapi Risiko Kebakaran
Sebagai daerah yang dikenal sebagai pusat industri ukir dan mebel nasional, Kabupaten Jepara memiliki ribuan unit usaha mebel, baik skala kecil maupun besar.
Karena sebagian besar proses produksi menggunakan material kayu, tripleks, cat, thinner, dan bahan mudah terbakar lainnya, risiko kebakaran menjadi salah satu ancaman serius yang harus diantisipasi oleh para pelaku usaha.
Pakar keselamatan kerja menilai bahwa instalasi listrik yang tidak sesuai standar sering menjadi penyebab utama kebakaran pada bangunan produksi.
Pentingnya Pemeriksaan Instalasi Listrik
Peristiwa kebakaran di Kedung ini menjadi pengingat bagi seluruh pelaku usaha untuk rutin melakukan pemeriksaan instalasi listrik, terutama pada bangunan produksi yang beroperasi hampir setiap hari.
Pemeriksaan kabel, panel listrik, stop kontak, hingga penggunaan alat elektronik yang sesuai standar keselamatan dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko terjadinya korsleting.
Selain itu, keberadaan alat pemadam api ringan (APAR) dan sistem proteksi kebakaran juga perlu menjadi perhatian setiap pemilik usaha.
Warga Diminta Lebih Waspada
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda potensi kebakaran seperti percikan listrik, bau kabel terbakar, atau asap yang tidak wajar.
Langkah cepat dalam memberikan laporan dapat membantu petugas melakukan penanganan lebih dini sehingga kerugian dapat diminimalkan.
Peristiwa kebakaran tempat produksi mebel di Desa Kedung ini menjadi pelajaran penting bahwa kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan sistem keamanan bangunan harus terus ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
***
Queensha Jepara.

Tinggalkan Balasan